<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393</id><updated>2012-02-16T14:10:01.483-08:00</updated><category term='kegelisahan'/><category term='Majikan'/><category term='gadis bugil'/><category term='Bogor'/><category term='biadab'/><category term='sma bugil'/><category term='Nafsu'/><category term='cantik'/><category term='Rumah'/><category term='Putri'/><category term='tante'/><category term='teman'/><category term='Keperwananku'/><category term='budak'/><category term='ketat'/><category term='sekretarisku'/><category term='Bertemu'/><category term='sintal'/><category term='cewekku'/><category term='seorang'/><category term='Suster'/><category term='ambil'/><category term='Riska'/><category term='yohana'/><category term='Kenangan'/><category term='Sakit'/><category term='Pacarku'/><category term='smu telanjang'/><category term='Merangkai'/><category term='istri'/><title type='text'>Gadis Bugil Cewek CAntik SMU SMA SMP SD telanjang</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-5524301673783960929</id><published>2011-03-14T10:12:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T10:12:00.473-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Putri'/><title type='text'>Putri Majikan</title><content type='html'> &lt;P&gt;Asalku dari kampung di Jawa. Setelah lulus SMU aku mengadu nasib ke Jakarta. Dasar sial aku gak bisa dapet kerjaan yang cocok. Mau balik malu. Akhirnya setelah beberapa kali ganti kerja akhirnya aku bekerja jadi kacung rumah tangga. Majikanku seorang keturunan. Ia tinggal dengan istrinya dan anak perempuannya yang bungsu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Majikanku anaknya tiga orang, yang dua sekolah di luar negeri. Yang bungsu baru masuk kuliah tingkat satu. Namanya Vera, tapi aku biasa memanggilnya Nonik. Sebenarnya aku nggak berani berpikir macam-macam karena ia adalah majikanku. Tapi akhirnya aku jadi ‘tergoda’ juga karena selain orangnya cantik kayak artis mandarin dia suka pakai pakaian yang ketat dan seksi. kadang ia memakai dasternya yang cukup tipis dan tembus pandang, keliatan kulit tubuhnya yang putih mulus sampai BH dan celana dalamnya pula. Ditambah bau tubuhnya yang harum. Apalagi aku sejak dari kampung selalu mengagumi kecantikan artis-artis mandarin dari televisi. Diam-diam aku jadi ngaceng juga kalo ngelihat dia.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kadang waktu duduk kedua kakinya agak terbuka. Pertamanya kelihatan pangkal pahanya saja yang putih mulus dan menggairahkan. Terus aku nyari posisi yang pas sambil ngepel di kolong meja aku leluasa melihat pahanya sampai ke celana dalamnya. Ketauan celana dalamnya warna coklat. Langsung aku jadi ngaceng. Rasanya pengin ngeraba-raba pahanya dan melihat yang di balik celana dalamnya itu. Sempat beberapa saat aku liatin terus. Kadang ia pakai baju yang lehernya agak rendah jadi keliatan belahan dadanya bagian atas. Atau pakai baju putih tapi BH-nya warna hitam. Semua itu bikin aku jadi adem panas.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Suatu malam aku lagi nonton TV di ruang tamu. Waktu itu tuan dan nyonya sudah tidur. Vera baru pulang dan setelah itu mandi. Setelah selesai mandi, ia memakai kimono yang agak basah. Kulihat sekilas dadanya bergerak-gerak dengan bebas. Wah, apa dia nggak pake BH, pikirku. Seketika anu-ku menjadi menegang. Memang dadanya cukup besar dan padat berisi. Pernah kulihat ukuran BHnya 34C. Setelah itu ia memanggilku minta makanannya untuk dipanasi. Karena bajunya yang agak basah, kelihatan kedua putingnya yang menonjol di balik dasternya dan bergerak-gerak. Seketika aku menjadi tambah ngaceng menyadari aku melihat payudaranya Nonik. Dengan rambutnya yang agak basah membuatnya makin menggairahkan. Kalau nggak ingat ia putri majikanku dan majikanku ada di kamar mungkin ia sudah kuciumi dan .. Tapi aku nggak melakukan apa-apa cuma seringkali melirik ke arah dadanya. Herannya ia cuek saja, seolah-olah tidak ada apa-apa.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Malamnya aku benar-benar nggak bisa tidur. Aku ingin onani tapi keinginanku bisa kutahan sampai akhirnya aku tertidur. Tapi malam itu aku jadi mimpi basah dan sadar sepenuhnya. Kurasakan air maniku keluar banyak sekali sampai celanaku benar-benar menjadi basah. Dalam mimpiku aku masuk ke kamarnya, kutelanjangi dia kemudian ia kusetubuhi sampai dia nggak perawan lagi. Benar-benar itu adalah mimpi basahku yang terhebat yang pernah kualami. Sejak saat itu aku jadi tak tertahankan lagi untuk onani hampir tiap malam membayangkan Nonik.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sejak saat itu semakin sering saja kejadian-kejadian yang ‘kebetulan’. MIsalnya saat tuan dan nyonya sedang mengurus tanamannya di taman, aku lagi nyapu ruang tamu, nonik keluar dari kamarnya tanpa memakai BH. Kadang ia memakai BH tapi mungkin terbuat dari bahan yang tipis sehingga membuat kedua putingnya tampak menonjol. Secara pukul rata, hampir tiap hari aku bisa ngeliat susunya Nonik kadang malah sehari lebih dari sekali. Dan semuanya itu dilakukan seolah-olah hal yang biasa dan anehnya Nonik Vera cuek aja seperti nggak ada masalah apa-apa. Akibatnya aku jadi terbiasa tiap hari onani.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Hal paling hebat yang pernah kualami, kebetulan kamar Nonik ada jendela yang menghadap taman di dalamnya ada kamar mandi sendiri. Beberapa kali di waktu malam aku coba ke taman, siapa tahu tirai plastiknya terbuka jadi aku bisa ngeliat ke dalam. Beberapa kali hasilnya kosong sampai suatu saat..&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Malam itu tirai plastiknya nggak tertutup rapat jadi aku bisa melihat ke dalam apalagi di luar gelap sementara di dalam kamar terang karena lampu. Kulihat kamarnya kosong, kayaknya ia di kamar mandi. Tak lama kemudian ia muncul. Pake daster yang sama waktu pertama kali aku ngeliat dadanya itu. Kali ini juga ia tidak memakai BH. Lalu dengan posisi membelakangiku ia menanggalkan bajunya! terlihat olehku dari belakang postur tubuhnya dan lekuk-lekuknya yang menggiurkan. Ia cuma mengenakan celana dalam saja warna merah muda. Rambutnya yang sebahu menutupi punggungnya bagian atas. Selain itu kelihatan jelas kulit tubuhnya yang putih halus dan mulus, pinggangnya yang ramping serta pinggulnya yang seksi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kemudian ia mengambil daster di lemari. Tiba-tiba terdengar bunyi dering telepon sehingga ia tidak jadi mengambil dasternya. Malah ia mendadak berbalik! Wah, buset! Baru kali ini aku melihat payudaranya secara jelas banget. Ternyata payudaranya benar-benar indah. Padat berisi dan ukurannya proporsional dengan tubuhnya yang tinggi serta masih kencang. Putingnya menonjol keluar serta warnanya merah segar. Cocok sekali dengan celana dalamnya. Ia berbincang-bincang di telepon sambil duduk di meja menghadap kaca yang arahnya 90 derajat dari posisiku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Semuanya itu dilakukan saat ia telanjang dada! Berkali-kali payudaranya bergerak-gerak mengikuti gerakan tangannya. Aku bisa melihat payudaranya dari dua arah, dari samping agak belakang serta dari pantulan kaca. Langsung aku memegang-megang Ujangku. Selesai telpon ia mencuci mukanya di wastafel hanya dengan memakai celana dalam saja. Kembali aku melihat dadanya dari sudut yang lain. Akhirnya pada posisi menghadap frontal ke arahku ia melakukan gerakan melepas celana dalamnya! Ouch. Akhirnya pada malam itu aku berhasil melihat tubuh Nonik Vera yang telanjang bulat tanpa selembar benang pun. Rambut kemaluannya ok juga sih. Nggak terlalu lebat dan nggak terlalu jarang.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tapi yang kulihat berikutnya makin membuatku tegang. Karena tak lama kemudian Nonik Vera berbaring telentang di ranjang yang persis di depanku. Kepalanya menghadap kearahku. Mula-mula ia meram beberapa saat kemudian kedua tangannya meraba-raba perut dan pahanya termasuk pangkal pahanya. Kemudian ia menggeliat-geliat dan mulai meremas-remas payudaranya. Wah! Lalu jari-jarinya menggerak-gerakkan putingnya dan ia makin merintih dan menggeliat-geliat. Ternyata ia sedang beronani! Kemudian ia mengangkangkan kedua kakinya sampai aku bisa melihat dengan jelas vaginanya. Lalu ia menggesek-gesekkan jarinya ke vaginanya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Melihat itu aku jadi nggak tahan akhirnya aku menanggalkan pakaianku juga sampai telanjang bulat trus aku mengocok Ujangku sambil menonton pertunjukannya Nonik Vera. Sampai beberapa saat kemudian kita saling memainkan alat vital masing-masing. Sampai kemudian kulihat Nonik Vera kepalanya menghadap lurus ke atas matanya tertutup. Tangan kirinya meraba-raba putingnya sementara tangan kanannya makin kencang menggesek-gesek vaginanya akhirnya kudengar desahannya sambil tubuhnya menggelinjang. Kayaknya ia sudah orgasme. Tak lama kemudian sambil menatap payudaranya dan kemudian liang vaginanya dalam posisi dia yang kakinya terpentang lebar, aku mengalami ejakulasi, air maniku kutumpahkan di tanah sambil menatap liang vaginanya. Itu adalah masturbasiku yang terindah dan paling nikmat! Tak lama kemudian aku segera balik ke kamarku dan tidur dengan nyenyak.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sejak saat itu aku jadi makin sering melihat Nonik Vera telanjang atau setengah telanjang. Uniknya Nonik Vera sepertinya cuek aja atau mungkin pura-pura tidak tahu? Ia tidak pernah menyinggung atau berbuat sesuatu yang menunjukkan kalau ia tahu. Jadi kesimpulanku Nonik Vera seorang yang eksibisionis. Sungguh beruntung aku bekerja disini.&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-5524301673783960929?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/5524301673783960929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/5524301673783960929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/putri-majikan.html' title='Putri Majikan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-7297935072830447969</id><published>2011-03-13T21:20:00.000-07:00</published><updated>2011-03-13T21:20:00.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cantik'/><title type='text'>Si cantik Rida</title><content type='html'> &lt;P&gt;Rida adalah seorang gadis 20 tahunan yang bekerja di sebuah bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal di rumah kos bersama seorang rekan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama walaupun pada cabang yang berbeda. Ia memiliki tubuh yang kencang. Wajahnya cukup manis dengan bibir yang penuh, yang selalu dipoles dengan lipstik warna terang. Tentu saja sebagai seorang teller di bank penampilannya harus selalu dijaga. Ia selalu tampil manis dan harum.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Suatu hari di sore hari Rida terkejut melihat kantornya telah gelap. Berarti pintu telah dikunci oleh Pak Warto dan Diman, satpam mereka. Dia tadi pergi ke WC terlebih dulu sebelum akan pulang. Mungkin mereka mengira ia sudah pulang. Baru saja ia akan menggedor pintu, biasanya para satpam duduk di pintu luar. Ada kabar para satpam di kantor bank tersebut akan diberhentikan karena pengurangan karyawan, Rida merasa kasihan tapi tak bisa berbuat apa-apa. Seingatnya ada kurang lebih 6 orang satpam disana. Berarti banyak juga korban PHK kali ini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Mau kemana Rida?”, tiba-tiba seseorang menegurnya dari kegelapan meja teller.&lt;BR&gt;Rida terkejut, ada Warto dan Diman. Mereka menyeringai.&lt;BR&gt;“Eh Pak, kok sudah dikunci? Aku mau pulang dulu..”, Rida menyapa mereka berdua yang mendekatinya.&lt;BR&gt;“Rida, kami bakal diberhentikan besok..”, Warto berkata.&lt;BR&gt;“Iya Pak, aku juga nggak bisa apa apa..”, Rida menjawab.&lt;BR&gt;Di luar hujan mulai turun.&lt;BR&gt;“Kalau begitu.. kami minta kenang-kenangan saja Mbak”, tiba-tiba Diman yang lebih muda menjawab sambil menatapnya tajam.&lt;BR&gt;“I.., iya.., besok aku belikan kenang-kenangan..”, Rida menjawab.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tiba-tiba ia merasa gugup dan cemas. Warto mencekal lengan Rida. Sebelum Rida tersadar, kedua tangannya telah dicekal ke belakang oleh mereka.&lt;BR&gt;“Aah! Jangan Pak!”.&lt;BR&gt;Diman menarik blus warna ungu milik Rida. Gadis itu terkejut dan tersentak ketika kancing blusnya berhamburan. “Sekarang aja Rida. Kenang-kenangan untuk seumur hidup!”.&lt;BR&gt;Warto menyeringai melihat Diman merobek kaos dalam katun Rida yang berwarna putih berenda. Rida berusaha meronta. Namun tak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus bra hitam berendanya mencuat keluar.&lt;BR&gt;“Jangann! Lepaskann!”, Rida berusaha meronta.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Hujan turun dengan derasnya. Diman sekarang berusaha menurunkan celana panjang ungu Rida. Kedua lelaki itu sudah sejak lama memperhatikan Rida. Gadis yang mereka tahu tubuhnya sangat kencang dan sintal. Diam-diam mereka sering mengintipnya ketika ke kamar mandi. Saat ini mereka sudah tak tahan lagi. Rida menyepak Diman dengan keras.&lt;BR&gt;“Eit, melawan juga si Mbak ini..”, Diman hanya menyeringai.&lt;BR&gt;Rida di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semua peralatan di meja itu berhamburan bersih.&lt;BR&gt;“Aahh! Jangan Pak! Jangann!”, Rida mulai menangis ketika ia ditelungkupkan di atas meja itu.&lt;BR&gt;Sementara kedua tangannya terus dicekal Warto, Diman sekarang lebih leluasa menurunkan celana panjang ungu Rida. Sepatunya terlepas.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Diperlakukan seperti itu, Rida juga mulai merasa terangsang. Ia dapat merasakan angin dingin menerpa kulit pahanya. Menunjukkan celananya telah terlepas jatuh. Rida lemas. Hal ini menguntungkan kedua penyiksanya. Dengan mudah mereka menanggalkan blus dan celana panjang ungu Rida. Rida mengenakan setelan pakaian dalam berenda warna hitam yang mini dan sexy. Mulailah pemerkosaan itu. Pantat Rida yang kencang mulai ditepuk oleh Warto bertubi-tubi, “Plak! Plak!”.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tubuh Rida memang kencang menggairahkan. Payudaranya besar dan kencang. Seluruh tubuhnya pejal kenyal. Dalam keadaan menungging di meja seperti ini ia tampak sangat menggairahkan. Diman menjambak rambut Rida sehingga dapat melihat wajahnya. Bibirnya yang penuh berlipstik merah menyala membentuk huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di pipinya.&lt;BR&gt;“Sret!”, Rida tersentak ketika celana dalamnya telah ditarik robek.&lt;BR&gt;Menyusul branya ditarik dengan kasar. Rida benar-benar merasa terhina. Ia dibiarkan hanya dengan mengenakan stocking sewarna dengan kulitnya. Sementara penis Warto yang besar dan keras mulai melesak di vaginanya.&lt;BR&gt;“Ouuhh! Adduhh..!”, Rida merintih.&lt;BR&gt;Seperti anjing, Warto mulai menyodok nyodok Rida dari belakang. Sementara tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. Rida hanya mampu menangis tak berdaya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tiba-tiba Diman mengangkat wajahnya, kemudian menyodorkan penisnya yang keras panjang. Memaksa Rida membuka mulutnya. Rida memegang pinggiran meja menahan rasa ngilu di selangkangannya sementara Diman memperkosa mulutnya. Meja itu berderit derit mengikuti sentakan-sentakan tubuh mereka. Warto mendesak dari belakang, Diman menyodok dari depan. Bibir Rida yang penuh itu terbuka lebar-lebar menampung kemaluan Diman yang terus keluar masuk di mulutnya. Tiba-tiba Warto mencabut kemaluannya dan menarik Rida.&lt;BR&gt;“Ampuunn.., hentikan Pak..”, Rida menangis tersengal-sengal.&lt;BR&gt;Warto duduk di atas sofa tamu. Kemudian dengan dibantu Diman, Rida dinaikkan ke pangkuannya, berhadapan dengan pahanya yang terbuka.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Slebb!”, kemaluan Warto kembali masuk ke vagina Rida yang sudah basah.&lt;BR&gt;Rida menggelinjang ngilu, melenguh dan merintih. Warto kembali memeluk Rida sambil memaksa melumat bibirnya. Kemudian mulai mengaduk aduk vagina gadis itu. Rida masih tersengal-sengal melayani serangan mulut Warto ketika dirasakannya sesuatu yang keras dan basah memaksa masuk ke lubang anusnya yang sempit. Diman mulai memaksa menyodominya.&lt;BR&gt;“Nghhmm..! Nghh! Jahannaamm..!”, Rida berusaha meronta, tapi tak berdaya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Warto terus melumat mulutnya. Sementara Diman memperkosa anusnya. Rida lemas tak berdaya sementara kedua lubang di tubuhnya disodok bergantian. Payudaranya diremas dari depan maupun belakang. Tubuhnya yang basah oleh peluh semakin membuat dirinya tampak erotis dan merangsang. Juga rintihannya. Tiba-tiba gerakan kedua pemerkosanya yang semakin cepat dan dalam mendadak berhenti. Rida ditelentangkan dengan tergesa kemudian Warto menyodokkan kemaluannya ke mulut gadis itu. Rida gelagapan ketika Warto mengocok mulutnya kemudian mendadak kepala Rida dipegang erat dan..&lt;BR&gt;“Crrt! Crrt!”, cairan sperma Warto muncrat ke dalam mulutnya, bertubi-tubi.&lt;BR&gt;Rida merasa akan muntah. Tapi Warto terus menekan hidung Rida hingga ia terpaksa menelan cairan kental itu. Warto terus memainkan batang kemaluannya di mulut Rida hingga bersih. Rida tersengal sengal berusaha menelan semua cairan lengket yang masih tersisa di langit-langit mulutnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mendadak Diman ikut memasukkan batang kemaluannya ke mulut Rida. Kembali mulut gadis itu diperkosa. Rida terlalu lemah untuk berontak. Ia pasrah hingga kembali cairan sperma mengisi mulutnya. Masuk ke tenggorokannya. Rida menangis sesenggukan. Diman memakai celana dalam Rida untuk membersihkan sisa spermanya.&lt;BR&gt;“Wah.. bener-bener kenangan indah, Yuk..”, ujar Warto sambil membuka pintu belakang.&lt;BR&gt;Tak lama kemudian 3 orang satpam lain masuk.&lt;BR&gt;“Ayo, sekarang giliran kalian!”, Rida terkejut melihat ke-3 satpam bertubuh kekar itu.&lt;BR&gt;Ia akan diperkosa bergiliran semalaman. Celakanya, ia sudah pamit dengan teman sekamarnya Ita, bahwa ia tak pulang malam ini karena harus ke rumah saudaranya hingga tentu tak akan ada yang mencarinya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Rida ditarik ke tengah lobby bank itu. Dikelilingi 6 orang lelaki kekar yang sudah membuka pakaiannya masing-masing hingga Rida dapat melihat batang kemaluan mereka yang telah mengeras.&lt;BR&gt;“Ayo Rida, kulum punyaku!”, Rida yang hanya mengenakan stocking itu dipaksa mengoral mereka bergiliran.&lt;BR&gt;Tubuhnya tiba-tiba di buat dalam keadaan seperti merangkak. Dan sesuatu yang keras mulai melesak paksa di lubang anusnya.&lt;BR&gt;“Akhh.., mmhh.., mhh..”, Rida menangis tak berdaya.&lt;BR&gt;Sementara mulutnya dijejali batang kemaluan, anusnya disodok-sodok dengan kasar. Pinggulnya yang kencang dicengkeram.&lt;BR&gt;“Akkghh! Isep teruss..!, Ayoo”.&lt;BR&gt;Satpam yang tengah menyetubuhi mulutnya mengerang ketika cairan spermanya muncrat mengisi mulut Rida. Gadis itu gelagapan menelannya hingga habis. Kepalanya dipegangi dengan sangat erat. Dan lelaki lain langsung menyodokkan batang kemaluannya menggantikan rekannya. Rida dipaksa menelan sperma semua satpam itu bergiliran. Mereka juga bergiliran menyodomi dan memperkosa semua lubang di tubuh Rida bergiliran.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tubuh Rida yang sintal itu basah berbanjir peluh dan sperma. Stockingnya telah penuh noda-noda sperma kering. Akhirnya Rida ditelentangkan di sofa, kemudian para satpam itu bergiliran mengocok kemaluan mereka di wajahnya, sesekali mereka memasukkannya ke mulut Rida dan mengocoknya disana, hingga secara bergiliran sperma mereka muncrat di seluruh wajah Rida.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ketika telah selesai Rida telentang dan tersengal-sengal lemas. Tubuh dan wajahnya belepotan cairan sperma, keringat dan air matanya sendiri. Rida pingsan. Tapi para satpam itu ternyata belum puas.&lt;BR&gt;“Belum pagi nih”, ujar salah seorang dari satpam itu.&lt;BR&gt;“Iya, aku masih belum puas..”.&lt;BR&gt;Akhirnya muncul ide mereka yang lain.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tubuh telanjang Rida diikat erat. Kemudian mereka membawanya ke belakang kantornya. Bagian belakang bank itu memang masih sepi dan banyak semak belukar. Rida yang masih dalam keadaan lemas diletakkan begitu saja di sebuah pondok tua tempat para pemuda berkumpul saat malam. Hujan telah berhenti tetapi udara masih begitu dinginnya. Mulut Rida disumpal dengan celana dalamnya. Ketika malam semakin larut baru Rida tersadar. Ia tersentak menyadari tubuhnya masih dalam keadaan telanjang bulat dan terikat tak berdaya. Ia benar-benar merasa dilecehkan karena stockingnya masih terpasang.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tiba-tiba saja terdengar suara beberapa laki-laki. Dan mereka terkejut ketika masuk.&lt;BR&gt;“Wah! Ada hadiah nih!”, aroma alkohol kental keluar dari mulut mereka.&lt;BR&gt;Rida berusaha meronta ketika mereka mulai menggerayangi tubuh sintal telanjangnya. Tapi ia tak berdaya. Ada 8 orang yang datang. Mereka segera menyalakan lampu listrik yang remang-remang. Tubuh Rida mulai dijadikan bulan-bulanan. Rida hanya bisa menangis pasrah dan merintih tertahan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ia ditunggingkan di atas lantai bambu kemudian para lelaki itu bergiliran memperkosanya. Semua lubang di tubuhnya secara bergiliran dan bersamaan disodok-sodok dengan sangat kasar. Kembali Rida bermandi sperma. Mereka menyemprotkannya di punggung, di pantat, dada dan wajahnya. Setiap kali akan pingsan, seseorang akan menampar wajahnya hingga ia kembali tersadar.&lt;BR&gt;“Ini kan teller di bank depan?”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mereka tertawa-tawa sambil terus memperkosa Rida dengan berbagai posisi. Rida yang masih terikat dan terbungkam hanya dapat pasrah menuruti perlakuan mereka. Cairan berwarna putih dan merah kekuningan mengalir dari lubang pantat dan vaginanya yang telah memerah akibat dipaksa menerima begitu banyak batang penis. Ketika seseorang sedang sibuk menyodominya, Rida tak tahan lagi dan akhirnya pingsan. Entah sudah berapa kali para pemabuk itu menyemprotkan sperma mereka ke seluruh tubuh Rida sebelum akhirnya meninggalkannya begitu saja setelah mereka puas.&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-7297935072830447969?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/7297935072830447969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/7297935072830447969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/si-cantik-rida.html' title='Si cantik Rida'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-3836904769963148899</id><published>2011-03-13T08:55:00.000-07:00</published><updated>2011-03-13T08:55:00.665-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pacarku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keperwananku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ambil'/><title type='text'>Keperwananku yang Di ambil Pacarku</title><content type='html'> &lt;P&gt;perkenalkan nama saya Lisa. saya gadis berumur 19 tahun.cerita sex saya berawal pada saat saya berada di bangku sekolah menengah pertama.saat itu saya duduk di bangku kelas 2, pada bulan februari saya bertemu dengan seorang laku-laki bernama Juda.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Juda duduk di bangku sekolah menengah atas. Kami saling jatuh cinta dan akhirnya kami memutuskan untuk menjalin hubungan.Pada awal-awal masa pacaran kami hanya melakukan oral sex, itupun aku lakukan karena aku takut kalau di kecewa dan berpaling dariku (karena sebenarnya aku tidak mau). Kami sering sekali bertengkar karena masalah yang sama yaitu karena aku selalu menolak setiap kali aku di ajak berhubungan badan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Itu aku lakukan karena aku ingin mempertahankan keperawananku saat itu.Kejadian ini bermula saat orang tuaku pergi, karena kebiasaan kedua orang tua ku kalau pergi pasti pulangnya pagi.aku menghubungi pacarku itu, aku menyuruhnya agar ia cepat datang ke rumahq karena rumahku sedang sepi.selang 15menit kemudian dia meneleponku dan mengatakan bahwa dia sudah ada diluar pagar rumahku. aku pun mengambil kunci gembok pagar rumahku dan membukanya dengan hati-hati.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;setelah pintu aku buka dengan cepat pacarku langsung lari ke arah kamarku. karena kebetulan kamarku berada di paling depan dan ada pintunya.setelah aku kembali ke kamar dia memastikan bahwa tidak akan ada celah untuk orang melihat dan masuk.Lalu dia mulai menciumi bibirku, aku pun menyambutnya dengan penuh senang hati. sambil menciumi aku dia mulai meraba-raba tubuhku. di mulai dari mengelus-ngelus pantatku, kemudian naik ke ke dua buah dadaku.Lalu dia menjatuhkan ku di atas tempat tidurku. dia terus menciumi aku dengan penuh nafsu, lalu kedua tangannya menerobos masuk ke dalam buah dadaku yang masih kencang meskipun itu tidak terlalu besar hanya sebesar satu kepalan tangan. dia mulai membuka baju tidurku dan dengan cepat ia melepaskannya dari tubuhku, dan sekarang aku sudah setengah telanjang.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;lalu mulutnya turun ke buah dadaku dan dia mulai menciumi buah dadaku sambil menyedot-nyedot puting susuku yang kecil itu.tak lupa tangannya menyelinap masuk ke dalam CD ku.setelah lama ia memainkan buah dadaku, kini ia melepas baju dan celananya. tak lupa ia juga melepaskan bawahan yang masih aku pakai beserta CD yang aku kenakan.dia pun mulai mengarahkan penis nya ke dalam mulutku, lalu aku kulum dan aku jilati kepala batang kemaluannya itu.tak lama berselang lalu dia meminta ku untuk memasukkan penisnya kedalam lubang vaginaku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;namun aku menolaknya. dia terus merayu dan entah setan apa yang masuk ke dalam fikiranku saat itu lalu aku mau memasukkan penisnya ke dalam vaginaku dengan syarat dia yang harus memasukkannya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;lalu aku di tariknya ke tepi tempat tidur dan dia mencoba memasukkan kejantanannya ke dalam vagina ku. terasa sangat sakit seakan ada yang merobek vaginaku. maklum karena aku sama sekali belum pernah melakukan hubungan badan. karena melihatku kesakitan dia berhenti sejenak dan mencium bibirku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;setelah beberapa menit kemudian dia mulai memaju mundurkan batang penisnya itu ke dalam vaginaku yang masih sempit itu.tanpa tersadar aku mendesah-desah sehingga ia semakin bersemangat untuk memaju mundurkan batang kemaluannya, dan semakin cepat ia memompa,lalu dia mengeluarkan batang penisnya dan keluarlah cairan mani di atas perutku.setelah itu kami beristirahat sejenak.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;pacarku meminta agar sekarang ganti aku yang berada di atas. akhirnya aku pun naik ke atas tubuhnya. aku langsung memasukkan batang penis itu kedalam vagina ku. lalu aku menaik turunkan tubuhku sambil aku menciumi pacarku itu,. tak lama kemudian rasanya tubuhku bergetar dan merasakan akan ada cairan yang keluar dari dalam vaginaku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;melihat aku seperti itu sekarang gnti pacarku yang berada di atas dan mempercepat genjotannya. Arrgggggggggggggggggggggghhhhh.. keluarlah cairan cintaku,setelah itu kami beristirahat.sesaat setelah kejadian itu pacarku merasa menyesal karena telah memerawani aku. dia takut kalau aku hamil.&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-3836904769963148899?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/3836904769963148899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/3836904769963148899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/keperwananku-yang-di-ambil-pacarku.html' title='Keperwananku yang Di ambil Pacarku'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-2048868499878523058</id><published>2011-03-12T19:53:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T19:53:00.101-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seorang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kegelisahan'/><title type='text'>kegelisahan seorang istri</title><content type='html'> &lt;P&gt;Setelah sekian lama aku jalani hidup dengan dua orang suami disisiku dan telah banyak kenikmatan duniawi yang aku peroleh, akhirnya ada juga rasa gelisahku. Perasaan gelisahku timbul terutama bila Duta datang dari Jakarta sedang aku tak bisa melayaninya di ranjang karena kodratku sebagai wanita yang harus menerima tamu”jepang”, aku merasa bersalah sekali.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sedang Mas Pujo karena tiap hari ada disisiku aku tidak merasa begitu terbebani dengan perasaan bersalah. Sebenarnya dua-duanya cukup sabar dan mengerti keadaanku, bahkan Mas Pujo dengan sukarela mengalah untuk memberikan kesempatan pada Duta memuaskan dirinya”menyetubuhi” diriku bila Duta hendak pergi agak lama, sebaliknya demikian juga kalau Mas Pujo hendak dinas luar. Ada keinginanku untuk mencarikan pengganti peranku sebagai isteri bagi mereka berdua saat-saat tamu”jepang” itu datang. Keinginan itu begitu besarnya menekan jiwaku karena didorong rasa sayangku pada keduanya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah menimbang baik-buruk dan untung rugi, jalan untuk mewujudkan keinginanku itu akhirnya ada juga. Secara kebetulan aku sedang mengikuti arisan ibu-ibu yang rutin dilakukan setiap bulan di kantor suamiku. Biasanya sebagai isteri bos aku agak menjaga jarak dengan ibu-ibu yang lain, tapi entah setelah kehadiran Duta aku jadi lebih PD dan dekat sama mereka. Salah satu ibu yang ikut arisan rutin itu adalah isteri seorang manajer menengah, kami memamggilnya Bu Jhoni(nama samaran suami). Wanita keturunan Manado dengan Madura kulitnya tidak terlalu putih seperti wanita Manado pada umumnya tapi malah mendekati mulato tapi nampak bersih dan kemel, tingginya kira-kira 165 cm, dan bodynya lumayan ramping meskipun sudah punya anak 2 orang. Yang istimewa sebenarnya bentuk perutnya yang rata terutama bagian bawah pusar tidak seperti wanita yang sudah punya anak saja dan umurnya baru 35 tahunan. Dia termasuk tidak cantik tapi ayu dadanya cukup besar bila dilihat dari luar bahkan lebih besar dari ukuran saya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Mbak Rien sekarang tambah seger lho.?” bisiknya suatu ketika ditengah acara arisan yang riuh oleh suara ibu-ibu.&lt;BR&gt;“Ah jeng Meta (samaran) ini bisa aja, Mbak dari dulu kan begini-begini aja to.” jawabku meskipun ada rasa GR juga dalam hati.&lt;BR&gt;“Benar lho Mbak, Mas Jhony aja sering komentar kalau dikantor ini Mbak termasuk orang yang masih semlohai (semok molek aduhai) meskipun telah berumur” terusnya.&lt;BR&gt;“Itukan bisa-bisanya Dik Jhony” jawabku sekenanya.&lt;BR&gt;“Tapi benar lho Mbak, apa sih resepnya? Mbok aku dikasih tahu jamunya” bisiknya meminta.&lt;BR&gt;“Aa.. H jeng Meta ada-ada saja, nanti kalau Mbak kasih tahu juga percuma wong nggak bisa ditularkan” jawabku sambil tertawa.&lt;BR&gt;“Yang benar Mbak..? Apa sih Mbak aku kok penasaran” ubernya.&lt;BR&gt;“Benar mau tahu..?”&lt;BR&gt;“Ya.!”&lt;BR&gt;“Minum Air liur burung” bisikku sambil mendekat ke telinganya.&lt;BR&gt;“Burung apa Mbak” kejarnya penasaran.&lt;BR&gt;“Burung.. Burungnya Mas Pujo” bisikku kubuat serius.&lt;BR&gt;“AH! Mbak guyon!”&lt;BR&gt;“Betul jeng, ini betul lho jeng” jawabku.&lt;BR&gt;“Itukan biasa Mbak”&lt;BR&gt;“Biasa gimana, kalau sekedar ML terus selesai ya biasa jeng tapi ada caranya” jelasku.&lt;BR&gt;“Jeng Meta ML dengan Dik Jhony berapa kali seminggu?” lanjutku.&lt;BR&gt;“Paling sekali ya kadang dua kali Mbak” jawabnya.&lt;BR&gt;“Kalau ML apa saja yang jeng Meta lakukan?” tanyaku lagi.&lt;BR&gt;“Ya biasa Mbak bercumbu terus gitulah..! Terus selesai ya sudah begitu aja” jawabnya.&lt;BR&gt;“Lho ya sudah gimana to jeng, mestinya kan ada pemanasan, permainan terus pendinginan dan apakah jeng Meta selalu dapat mencapai puncak?”&lt;BR&gt;“Itulah Mbak masalahnya, saya sering ditinggal menggantung” jawabnya sambil menerawang.&lt;BR&gt;“Terus”&lt;BR&gt;“Ya kalau sudah begitu paling saya yang uring-uringan dan biasanya cuma bisa melampiaskan ke pekerjaan rumah Mbak” terusnya.&lt;BR&gt;“Nah itulah jeng bedanya, Mbak dengan Mas Pujo selalu puncak bahkan berkali-kali lho” jawabku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kulihat wajahnya nampak takjub dan kelihatan rasa ingin taunya yang terpancar dari matanya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Jeng ML itu kalau dilakukan dengan benar dan senang hati bisa membuat kita awet muda, karena kerja hormon-hormon dalam tubuh kita jadi optimal” lanjutku menjelaskan bak seaorang dokter.&lt;BR&gt;“Oooh itu to Mbak rahasianya..!” celetuknya.&lt;BR&gt;“Makanya saya bilang, meskipun Mbak kasih tahu kan jeng Meta belum tentu bisa.. Bahkan..” jelasku sengaja memancing reaksinya.&lt;BR&gt;“Bahkan apa Mbak.?” Tanyanya nggak sabar.&lt;BR&gt;“Bahkan kalau jeng Meta Mbak suruh belajar sama Mas Pujo juga belum tentu mau” lanjutku sambil berbisik.&lt;BR&gt;“Ahh Mbak” jawabnya sambil mencubit lenganku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Cerita kami berakhir dengan berakhirnya acara arisan, sebelum pergi Meta sempat berbisik sewaktu-waktu mau konsultasi kujawab ya kapan saja. Bahkan kubisiki nanti belajar langsung aja ama Mas Pujo.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Seminggu setelah itu ketika itu jam 19.00 malam, Duta baru datang dari Jakarta sedang aku lagi ada tamu jepang jadi aku bermaksud memberi blowjob Duta sedang Mas Pujo masih malas-malasan didekat kami berdua, tiba-tiba telepon berdering, karena aku dan Duta sudah hampir telanjang maka Mas Pujo yang mengangkat telepon.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Halo selamat malam” salam Mas Pujo, aku nggak tahu apa jawaban disebelah sana, tapi,&lt;BR&gt;“Ya benar, mau bicara dengan Mbak Rien..? Sebentar ya, dari siapa? Meta! Oh jeng Meta, Meta Jhony?” tanya Mas Pujo, mendengar itu aku bangkit, Duta terpaksa melepaskan dekapannya padaku. Sebenarnya skenario ini aku yang buat, karena aku ingin Meta dapat main kerumah sehingga kuminta Mas Pujo menugaskan Jhony keluar kota untuk supervisi selama 3 hari.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Halo jeng Meta kok tumben nelpon malam-malam” sapaku memulai percakapan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kami ngomong panjang lebar sampai akhirnya menyinggung pembicaraan kami di arisan dulu. Kuulangi tawaranku untuk belajar pemanasan dengan Mas Pujo, atau melihat saja kami yang mempraktekkannya berdua. Meta penasaran masa aku dan Mas Pujo mau bercinta dilihat orang lain, kujawab bahwa aku hanya bisa kalau orangnya itu Meta, lain tidak lagian cuma sebatas cara-cara pemanasan. Meta rupanya mulai panas akhirnya kuulangi lagi tawaranku dan jawabannya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Iya Mbak BT nih anak-anak sudah pada tidur, Mas Jhony dinas luar” jawabnya.&lt;BR&gt;“Ya sudah to main aja ke rumah, kami semua sedang nggak ada kegiatan kok lagian masih sore” jawabku.&lt;BR&gt;“Tapi Mbak,”&lt;BR&gt;“Apa?”&lt;BR&gt;“Aku malu sama Mas Pujo, ..” jawabnya.&lt;BR&gt;“Nggak pa-pa kami cuma berdua kok, jangan kuatir nanti pulangnya kami antar” jawabku.&lt;BR&gt;“Baiklah Mbak tapi janji lho.. nggak usah dipraktekin sama aku..” pintanya mengakhiri pembicaraan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah itu kami tutup pembicaraan, rumah Meta kira-kira 15 menit dengan naik kendaraan. Kuminta Duta bersabar dan sembunyi di kamar sementara aku dan Mas Pujo yang akan menerima Meta. Rencana ini pernah kuutarakan sebelumnya sama suami-suamiku. Kira-kira 25 menit kami menunggu ada orang memencet bel pintu pagar, Mas Pujo yang saat itu cuma pakai piyama tanpa dalaman yang membukakan pintu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Malam Mbak,” sapa Meta begitu masuk pintu rumah diiringi Mas Pujo.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Meta pakai baju agak ketat sehingga dadanya yang membusung kelihatan samar tapi saya yakin laki-laki manapun akan penasaran ingin tahu isinya, apalagi dengan kancing depan dan belahan dada yang agak kebawah sedang bawahan ia pakai celana jean tampak seksi sekali bokongnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Malam, wah.. Jeng Meta nggak nyagka lho kalau bisa main kerumah nggak kesasarkan?” tanyaku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah menyilahkan Meta duduk kami ngobrol ngalor-ngidul sampai juga akhirnya menyinggung masalah ranjang, Mas Pujo dapat melihat air muka Meta yang jengah tahu kalau ia juga mulai terpancing birahinya. Karena omongan kami yang merangsang saraf telinga Meta dan kami tetap tidak mengatakannya secara vulgar, tanpa terasa jam menunjukkan angka 9 malam, Meta gelisah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Mbak sudah malam nih Meta mau mohon pamit” pintanya tapi matanya nampak sayu.&lt;BR&gt;“Jangan dulu katanya pingin belajar rahasianya Mbak” jawabku sambil memandang Mas Pujo penuh arti.&lt;BR&gt;“Ah Mbak.. Malu ah sama Mas Pujo”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku mendekati Mas Pujo dan kucium dia dibibirnya denga mesra dan lembut.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Nggak pa-pa kan Mas?” pintaku Mas pujo menganggangguk sambil memelukku, kami berciuman, dan saling raba di depan Meta, sementara Meta kulihat merah padam mukanya melihat adegan kami, meskipun demikian aku melakukannya dengan halus dan hati-hati sekali.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Beginilah kami melakukannya jeng,” kataku menjelaskan seperti dosen aja.&lt;BR&gt;“Ah.. Mbak, Meta jadi bingung nih.., Meta pulang aja ya Mbak” pintanya tapi nggak beranjak.&lt;BR&gt;“Ayolah.. nggak pa-pa” kami berpelukan mendekati Meta yang mulai kayak cacing kepanasan. Mas Pujo tahu keadaan segera mendekat sehingga duduk berdampingan di sofa panjang yang diduduki Meta, terus dipegangnya kedua tangan Meta, Meta menunduk malu-malu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Mbak.. Tapi cu ma se ba.. tas cara pemanasan aja lho Mbak” pintanya sambil memandangku.&lt;BR&gt;“Ya, Mas cuma akan memperlihatkan cara pemanasan saja sama jeng Meta” jawab Mas Pujo sabar.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Perlahan disentuhnya dagu Meta dipandangnya matanya dalam-dalam penuh perasaan, mendapat perlakuan seperti itu dari Mas Pujo Meta memejamkan mata, perlahan Mas Pujo mencium bibirnya tanpa melumatnya. Ahh! Meta mendesah, diulanginya ciuaman itu oleh Mas Pujo dengan menempelkan bibirnya agak lama, Meta mulai bereaksi dengan mengulum bibir Mas Pujo dan Mas Pujo mulai meningkatkan aksinya, tangannya berpindah ke bawah ketiak Meta dan menarik badan Meta kepelukannya. Semua ini dilakukan di sofa ruang tamu, sambil duduk bedempetan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mas Pujo mulai meraba dada Meta yang membusung, dan Meta mulai mendesah-desah mereka masih berciuman saling lumat dan saling hisap (urusan bersilat lidah memang Mas Pujo sangat lihai). Setelah hampir sepuluh menit mereka saling raba Mas Pujo meningkatkan aksinya dari meraba bagian luar terus melepas kancing atas baju Meta jari-jari tangannya mulai menyisir pinggiran BHnya menuju ketengah. Meta melenguh seperti sapi disembelih begitu tangan Mas Pujo mancapai putingnya dan menjepinya dengan dua jari. Sementara itu mulut Mas Pujo mulai merambat ke bawah ke arah belahan dadanya yang sekal.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tanpa disadari Meta tangan kanan Mas Pujo telah menyelinap ke punggung Meta dan melepaskan kait BH Meta maka tampaklah buah dada Meta yang kencang dan menantang, tanpa membuang kesempatan langsung Mas Pujo melumat putingnya. Meta mulai tak dapat mengendalikan diri, dia lupa dengan janjinya sendiri, tangannya secara reflek menggerayang bagian depan Mas Pujo dan mulai melakukan pijatan-pijatan halus mulai dada, pusar dan terus ke bawah pusar. Tanpa menolak Mas Pujo malah memberi kesempatan pada Meta menyorongkan badannya, sambil mulutnya tetap bergelayut di puting Meta, tapi tanggannya sudah mulai menarik resleting celana jeannya. Meta tak henti-henti mendesah, perlahan aku ke saklar lampu kukecilkan sehingga suasana tampak redup dan makin romantis.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Meta sudah meluruskan kakinya di sofa sambil kepalanya bersandar di tanganan sofa, sementara tinggal mengenakan CD warna merah, Mas Pujo belum melepaskan piayamanya dengan posisi diatas Meta tapi batangnya sudah nampak mengacung karena diurut-urut Meta. Perlahan Mas Pujo menggigit pinggiran CD Meta dan menariknya kebawah sehingga bugil Meta masih tenang mungkin karena melihat Mas Pujo tidak melepaskan piyamanya. Mas Pujo mulai mejilati perut Meta turun ke arah pusar terus menciuminya dan meleletkan lidahnya kebawah mencium rambut kemaluan Meta, diperlakukan begitu Meta meracau tak karuan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Aduh Mas.. Mbak Meta nggak tahan.. oh Mas Pujo”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku memberi kode pada Duta, saat itu Mas Pujo telah membenamkan mukanya di selangkangan Meta, menjilati klitoris Meta, Meta dengan posisi membuka kedua pahanya pinggulnya terganjal pegangan kursi sehingga sekarang kepalanya berada dibawah. Dengan posisi ini maka nampaklah gundukan bukit venus yang indah dan merekah merah sehingga memudahkan untuk penetrasi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Perlahan Mas Pujo mundur dan Duta yang telah telanjang bulat maju dengan palkon siap serbu, Meta masih tenggelam dalam kenikmatan yang didapatnya hampir satu jam dicumbu Mas Pujo, tidak menyangka bahwa ada pergantian posisi dibawah. Duta langsung mengenggam palkonnya dan mengarahkan ke lubang surga Meta, dengan presisi Duta menghentak dan bles..!&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ahh Mas aku nggak mau.. nggak mau” sambil meronta tapi secepat kilat aku membelai dan mengulum putingnya, sedang Duta langsung mengunci kaki Meta maka Meta hanya bisa mendesis dan mau berontak tapi karena serangan rasa nikmat yang luar biasa ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ahh Mbak.. Mas.. Kalian curang aduhh.. Oh.. Kenapa ini ohh.. Ohh.. Mbak aku nggak tahan.. Nggak ta.. Hhaan..”jerit Meta sambil mengejang nafasnya memburu seluruh otot-otot badanya meregang pertanda orgasme sampai.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Duta mengimbangi dengan kocokan-kocokan perlahan dan teratur bahkan dibiarkannya Meta menikmati orgasmenya yang pertama yang hampir membuatnya tak sadarkan diri. Setelah nafas Meta aga teratur perlahan Duta mulai memompa karena itu perlahan Meta mulai membuka matanya dan..&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“HAAH Mbak kok bukan Mas Pujo..!” teriaknya panik sambil mau berontak tapi kuncian Duta dan kocokan-kocokan palkon Duta di memeknya membuat dia tak berdaya.&lt;BR&gt;“Gimana Mbak? Aku nggak mau Mbak, aku mau sama Mas Pujo saja,” teriaknya lagi.&lt;BR&gt;“Tenang jeng, tenang..!” kucoba menenangkannya, sambil kukedipi Mas Pujo untuk siap-siap menggantikan posisiku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mas Pujo mendekat dan mulai melumat puting Meta yang sebelah kiri sementara tangan kirinya meremas-remas puting yang sebelah kanan. Mendapat serangan bertubi-tubi dari bawah dan atas Meta menjadi naik birahi lagi..&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ahh.. Mbak, Mas gimana ini kok begini to, ahh nikmat Mbak.. Meta nggak tahan Mas, ayo terus Mas.. Yang keras..” ceracaunya Meta mengejang lagi menapaki orgasmenya yang kedua.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dutapun tampak mulai berkerenyit dahinya dan makin keras kocokannya, pertanda mau mencapai orgasme maka cepat-cepat aku tarik sementara Mas Pujo langsung menggantikan posisi Duta mengocok vagina Meta dengan palkonnya tanpa memberi kesempatan pada Meta untuk mengatur nafas. Kucium dan kukulum kepala kontol Duta di depan Meta sambil mengocok-ngocok batangnya.. Dan..&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Creett.. Crett.. Cret..&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kuminum sperma Duta yang tumpah dimulutku. Meta melihat semua itu sambil mendelik menahan nikmat karena kocokan Mas Pujo. Setelah hampir setengah jam mereka saling genjot akhirnya mulai ada tanda-tanda Mas Pujo dan Meta akan mencapai puncaknya dan..&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Aaahh Mas aku nggak kuat.. Aku..” begitu teriak Meta menapaki orgasmenya yang ketiga. Mas Pujo memberi kesempatan untuk mengambil nafas sambil sesekali masih mengocok vagina Meta pelan-pelan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sini Mas.. Sini Mas..” pinta Meta pada Mas Pujo sambil tangannya menggapai-gapai.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mas Pujo mengakhiri kocokannya dan mencabut kontolnya dan menyorongkannya ke mulut Meta, sambil tetap tiduran terlentang di sofa dikulumnya kontol Mas Pujo yang sudah bengkak dan berenyut-denyut. Akhirnya..&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Crett.. Crett.. Crett&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Muncratlah sperma Mas Pujo di mulut Meta, Meta menelannya sambil membeliakkan mata, mungkin belum biasa tapi kemudian dijilatinya sisa-sisa sperma diujung kontol Mas Pujo.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah itu mereka bertiga istirahat mengatur nafas, sambil menikmati sisa-sisa orgasme yang mereka alami. Meta mengerling padaku. Waktu itu sudah jam 11-an malam.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Mbak Rien nakall..!” rengeknya manja, sambil memukul bahuku.&lt;BR&gt;“Lho kan jeng Meta sendiri yang keterusan..” jawabku.&lt;BR&gt;“Ahh Mbak ni lho, Meta jadi malu ama Mas Pujo.. Eh.. Mas yang satu siapa Mbak?” tanyanya sambil mengerling ke Duta.&lt;BR&gt;“Adiknya Mas Pujo! Duta” jawabku.&lt;BR&gt;“Jeng Meta mau pulang..?” tanyaku lagi.&lt;BR&gt;“Ya deh Mbak, sudah malam nih nanti anak-anak mencari” jawabnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku dan Duta mengantar Meta pulang sedang Mas Pujo tunggu rumah, di jalan Meta berterimakasih sama Duta, katanya baru kali ini dia mengalami multiorgasme yang selama ini hanya angan-angan saja. Meta bahkan berani mencium Duta di depanku saat ia turun dari mobil. Setelah mengantar Meta pulang aku mendapat ciuman istimewa dari Mas Pujo dan Duta katanya mereka tak pernah membayangkan wanita lain selama ini karena sebenarnya selama ini mereka sudah merasa cukup dengan pelayananku. Tapi hadirnya Meta membuat mereka tambah bahagia. Dan selama tiga hari mereka berdua selalu dapat memuaskan Meta bahkan saat hari terakhir Meta minta nginap dirumah dan mereka main sampai empat kali. Sebagai isteri aku tetap gelisah melihat keperkasaan mereka berdua, namun hadirnya Meta dapat sedikit mengobati kegelisahanku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Pembaca yang budiman sampai saat ini sudah hampir satu tahun aku Meta, Duta dan Mas Pujo tanpa Jhony melakukan ini. Meta tambah rajin memelihara dirinya dan ia makin berbinar ia sangat menyenangi Mas Pujo walau demikian kami semua bahagia. Ada pembaca yang menawarkan kepadaku untuk ML tapi mohon maaf aku tak bisa karena aku hanya bisa untuk Dutaku dan Mas Pujoku, hadirnya Meta sebenarnya tak mereka inginkan juga tapi karena sudah terlanjur maka kami sepakat meneruskan entah sampai kapan yang jelas kami saling mengasihi.&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-2048868499878523058?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/2048868499878523058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/2048868499878523058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/kegelisahan-seorang-istri.html' title='kegelisahan seorang istri'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-2331517387767097300</id><published>2011-03-12T07:10:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T07:10:00.164-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yohana'/><title type='text'>tante yohana</title><content type='html'> &lt;P&gt;Tante Mira mengenalkan salah satu temannya yang kebetulan ketemu disebuah restoran dimall daerah jakarta pusat. Sebut saja dia Tante Yohana, dia juga wanita chinese yang berumur hampir 50, sebaya dengan Tante Mira hanya beda 1 atau 2 tahun saja yang sudah ditinggal suaminya karena wanita lain. Postur tubuhnya juga tidak jauh dengan Tante Mira, agak gemuk hanya saja Tante Yohana lebih pendek dari Tante Mira dan wajahnya juga lebih kelihatan tua karena tampak kerutan-kerutan diwajahnya mungkin terlalu banyak pikiran.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Waktu itu dia sedang jalan sendirian akan makan dan kebetulan ketemu dengan kami yang akhirnya dia diajak bergabung oleh Tante Mira, dan aku dikenalkan oleh Tante Mira kepadanya sebagai keponakan jauhnya. Setelah makan kami melanjutkan perbincangan sambil jalan melihat-lihat barang di toko-toko yang ada dimall itu. Entah apa yang dibicarakan oleh mereka berdua secara bisik-bisik karena aku lihat lirikan Tante Yohana yang melihat aku sambil senyum-senyum, dan setelah itu dia sering mencuri-curi pandang melihatku. Setelah lelah jalan-jalan dan hari mulai sore Tante Yohana akhirnya pulang.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Oke, Mir. Aku pulang dulu ya, hampir sore nih. Sampai ketemu lagi Ferry” kata Tante Yohana sambil tersenyum penuh arti kepadaku yang membuat aku tambah bingung dan dia melenggang menuju carcall untuk memanggil sopirnya.&lt;BR&gt;Sepeninggal Tante Yohana kami menuju food court untuk membeli minum dan istirahat.&lt;BR&gt;“Fer, menurut kamu Tante Yo gimana?” tanye Tante Mira padaku setelah membeli minum dan duduk ditempat yang agak memojok dan meminum minumannya.&lt;BR&gt;“Mmm.. gimana apanya Tante?” jawabku bingung mendengar pertanyaan Tante Mira sambil menyedot minuman ringan yang aku pesan.&lt;BR&gt;“Ah kamu ini, pura-pura nggak ngerti apa emang nggak ngerti? Ya sifat orangnyalah, bodynyalah, facenyalah dan lain-lainnyalah” jawab Tante Mira agak sewot.&lt;BR&gt;“Oo, kalo sifatnya sih saya belum tau bener, kan baru sekali ketemu, tapi keliatannya orangnya baik dan ramah, terus kalo face dan bodinya mm.. biasa-biasa aja tuh” jawabku sambil tersenyum.&lt;BR&gt;“Emang kenapa Tante, kok Tante tanya gitu? Bikin aku bingung aja. Terus tadi ngomongin apa sih? Kok pake bisik-bisik terus Tante Yohana jadi aneh sikapnya” tanyaku pada Tante Mira.&lt;BR&gt;“Fer, kamu tahukan kalo Tante Yo itu sudah lama hidup sendiri sejak pisah sama suaminya. Nah tadi waktu Tante Yo lihat kamu dia langsung tertarik sama kamu, dan dia nanyain tentang kamu terus ke Tante sebab dia nggak percaya kalo kamu itu keponakan jauh Tante, jadi Tante terpaksa cerita dech kedia siapa kamu sebenernya. Kamu jangan marah ya, abis Tante Yo itu suka maksa kalo keinginannya belum kesampaian” jawab Tante Mira.&lt;BR&gt;“Terus.. mm.. dia pengen sama kamu Fer.. gimana? Kamu mau nggak?” tanya Tante Mira dengan wajah serius.&lt;BR&gt;“Wah gimana ya, repot juga nich kalo sampai dia ngomong-ngomong ke orang lain, bisa tercemar nama Tante. Kalo menurut Tante dia bisa jaga rahasia kita dengan cara gitu ya sudah, saya akan layani dia” jawabku serius juga.&lt;BR&gt;“Tapi nanti kamu jangan lupain Tante ya kalo sudah dekat sama dia” kata Tante Mira was-was.&lt;BR&gt;“Ah Tante ini ada-ada saja, nggak mungkinlah saya lupa sama Tante, sayakan kenal Tante dulu baru Tante Yo” jawabku menghibur Tante Mira yang terlihat agak sedih dari ekspresi mukanya.&lt;BR&gt;“Yah.. sapa tahu kamu bisa dapet lebih dari Tante Yo dan lupain Tante deh” katanya lagi sambil menghembuskan nafas.&lt;BR&gt;“Jangan kuatir Tante, saya bukan tipe orang yang gampang ngelupain jasa baik orang kepada saya, jadi Tante tenang saja” jawabku kemudian.&lt;BR&gt;“Okelah kalo gitu nanti Tante hubungi Tante Yo, biar dia nanti hubungi kamu” kata Tante Mira kemudian.&lt;BR&gt;Setelah itu Tante Mira lebih banyak diam entah apa yang ada dalam pikirannya dan tak lama kemudian kamipun pulang.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Malamnya Tante Yo menghubungi aku lewat telepon.&lt;BR&gt;“Hallo Ferry, ini Tante Yo masih ingatkan?” tanya Tante Yo dari seberang.&lt;BR&gt;“O iya masih, kan baru tadi siang ketemu, ada apa Tante?” jawabku sambil bertanya.&lt;BR&gt;“Tadi Tante Mira sudah cerita belum sama kamu tentang Tante?” tanyanya lagi.&lt;BR&gt;“Sudah sih, mm.. memang Tante serius?” tanyaku lagi pada Tante Yo.&lt;BR&gt;“Serius dong, gimana kamu okekan?” tanya Tante Yo lagi.&lt;BR&gt;“Kalo gitu oke dech” jawabku singkat.&lt;BR&gt;Lalu kami bercakap-cakap sebentar dan kami akhirnya kami janjian besok pagi dilobby hotel “XX” didaerah jakarta barat dan dia akan datang lebih awal karena akan check-in dulu, setelah itu teleponpun ditutup. Keesokannya seperti biasa aku memakai baju rapi seperti orang kerja supaya tidak terlalu menyolok dan aku menunggu di lobby hotel tersebut karena aku juga datang lebih awal, tak lama aku menunggu teleponku berdering.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Hallo Ferry, ini Tante Yo. Tante sudah ada diatas, kamu langsung naik aja di kamar 888 oke? Tante tunggu ya” kata Tante Yomemberitahukan kamarnya.&lt;BR&gt;“Oke Tante saya segera kesana, saya juga sudah di lobby” jawabku singkat dan menutup pembicaraan.&lt;BR&gt;Setelah mematikan teleponku agar tidak diganggu, aku naik lift menuju kamar Tante Yo. Sampai didepan pintu kutekan bel dan Tante Yo membukakan pintu.&lt;BR&gt;“Ayo masuk, udah daritadi Tante sampai dan langsung check-in. O ya, kamu mau minum atau mau pesan makan apa? tadi sih Tante sudah pesan makan dan minum untuk dua orang, tapi kalau kamu mau pesan yang lain pesan saja, jadi sekalian nanti diantarnya” kata Tante Yo sambil mempersilahkan aku masuk dan menutup pintu.&lt;BR&gt;“Yah sudah kalau Tante sudah pesan, nggak usah pesan lagi, nanti kebanyakan makanan malah bingung” jawabku.&lt;BR&gt;“Kok bingung kan buat gantiin tenaga kamu he he he” jawab Tante Yo bercanda.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kemudian Tante Yo duduk di sofa besar yang ada didalam kamar itu dan aku duduk di sebelahnya, kami berbincang-bincang sambil menonton TV lalu aku mendekati Tante Yo dan memeluk pundaknya, kemudian Tante Yo merebahkan kepalanya kepundakku, kubelai rambutnya dan kukecup kening Tante Yo.&lt;BR&gt;“Mmm.. kamu romantis ya Fer, pantes Mira suka sama kamu. hh.. sudah lama Tante nggak merasakan suasana romantis seperti ini” kata Tante Yo sambil menghembuskan nafas.&lt;BR&gt;“Ya sudahlah Tante, yang penting hari ini Tante akan merasakan hangat dan romantisnya cinta, karena hari ini aku milik Tante sepenuhnya” jawabku menghibur dia sambil kukecup lagi keningnya.&lt;BR&gt;Tante Yo menatapku sendu sambil tersenyum.&lt;BR&gt;“Terima kasih sayang” kata Tante Yo.&lt;BR&gt;Dan kutatap matanya yang sendu dalam-dalam lalu kukecup bibirnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kecupanku dibibirnya perlahan berubah menjadi ciuman lembut yang dibalas Tante Yo dengan lembut juga, sepertinya Tante Yo benar-benar ingin merasakan nikmatnya berciuman yang sudah lama tidak dirasakannya. Kami saling cium, saling kulum, dan saling memainkan lidah kemulut pasangan kami. Kugelitik lidah Tante Yo dengan lidahku dan kusapu langit-langit mulutnya sambil kupeluk tubuhnya dan kuraba wajah dan tengkuk serta lehernya dengan tanganku yang lainnya.&lt;BR&gt;“Ahh sayang, aku suka sekali ciuman kamu, mm.. ciuman kamu lebut dan merangsang, mm.. kamu memang pintar berciuman, ahh.. ayo sayang beri Tante yang lebih dari ini” kata Tante Yo disela-sela ciuman kami dan berciuman lagi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tanganku mulai bergerak meremas kedua payudara milik Tante Yo bergantian. Tapi aksi kami terganggu oleh pelayan yang mengantar makanan yang dipesan oleh Tante Yo. Setelah pelayan keluar dan Tante Yo memberikan tip, tiba-tiba Tante Yo menabrak aku dan mendorong aku hingga terjatuh diatas tempat tidur dan dengan buas dia langsung memelorotkan celana dan celana dalamku, hingga penisku yang masih tidur terbebas dari sarangnya dan langsung diterkam olehnya. Disedot, dikulum dan digigitnya penisku yang mulai bangkit dengan napsu dan buas, dan kedua tangannya tak henti-henti mengocok dan memainkan kedua bolaku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ahh Tante.. pelan-pelan Tante.. ahh.. enak sekali Tante.. ohh” desahku menahan nikmat yang diberikan oleh Tante Yo padaku.&lt;BR&gt;Tanganku hanya bisa meremas rambut Tante Yo dan seprei kasur yang sudah mulai berantakan, tak lama kemudian kulepaskan kepala Tante Yo dari penisku, kuangkat Tante Yo dan kurebahkan dikasur.&lt;BR&gt;“Sekarang giliranku, Tante diam saja dan nikmati permainan ini ya” kataku sambil mengecup bibir Tante Yo dan mulai mencumbu Tante Yo sementara Tante Yo hanya diam saja sambil menatapku dengan sendu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kumulai cumbuanku dengan menciumi bibirnya dan perlahan turun kelehernya sambil kubuka kancing baju Tante Yo satu persatu sambil terus turun kedadanya. Setelah kancing bajunya terbukan semua, kuraih pengait BH yang ada dibelakang dan kubuka sehingga ikatan BHnya terbuka dan ku lepaskan BH Tante Yo lewat kedua tangannya tanpa melepas baju Tante Yo, setelah lepas langsung kuciumi kedua payudara Tante Yo, kuciumi seluruhnya kecuali putingnya yang sudah berdiri mengacung minta dikulum tapi tidak pernah kukulum, setiap kali ciuman dan jilatanku sudah dekat dengan putingnya ciuman dan jilatanku turun lagi kepangkal payudaranya dan terus turun sampai ke perut dan bermain-main dipusar sambil kujilati lubang pusar Tante Yo lalu naik lagi terus berulangkali, kusingkap rok yang dipakai oleh Tante Yo kemudian tanganku mulai bekerja meraba-raba paha dan lutut Tante Yo lalu mulai melepaskan celana dalam yang dipakai oleh Tante Yo.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ketika permainan mulutku mencapai perutnya kutarik celana dalam Tante Yo, dan Tante Yo mengangkat pantatnya sehingga celana dalamnya dengan mudah lepas dari tempatnya. Kupelorotkan celana dalam Tante Yo sampai sebatas lutut lalu ciumanku naik lagi kearah payudaranya, dan ketika jilatanku mendekati puting Tante Yo tangankupun mendekati vagina Tante Yo dan ketika bibir dan lidahku mulai memainkan puting Tante Yo tangan dan jari-jariku juga mulai bermain dibibir vagina Tante Yo yang ternyata sudah basah. Ketika kukulum puting Tante Yo yang sudah berdiri dari tadi kumainkan juga kelentitnya dengan jari-jari tanganku yang seketika itu juga membuat tubuh Tante Yo melengkung keatas.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Akhh.. Ferry.. kamu benar-benar gila sayang, kamu kejam sekali mempermainkan Tante.. akhh.. ferry enak sekali sayang.. akhh.. gila.. kamu bener-bener gila sayang” teriak Tante Yo histeris sambil tangannya meremas seprei dan rambut kepalaku bergantian.&lt;BR&gt;Tak kuhiraukan teriakan Tante Yo dan aku terus mengulum kedua puting dan menjilati kedua payudara Tante Yo bergantian. Tak lama kemudian kurasakan vagina Tante Yo bertambah basah dan tubuhnya mulai bergetar keras yang disertai erangan-erangan, akhirnya Tante Yo mendapatkan orgasme pertamanya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Pada saat tubuhnya mulai tenang, kulepaskan cumbuanku di payudaranya dan langsung kuangkat kedua kakinya sehingga kepalaku dengan mudah menuju kevaginanya dan langsung kujilat dan kukulum serta kusedot-sedot vagina dan kelentit Tante Yo.&lt;BR&gt;“Akhh.. ahh.. gila.. ini namanya penyiksaan kenikmatan.. ahh.. kamu memang gila sayang.. ahh.. aku nggak kuat lagi sayang.. ahh.. terus sedot yang kuat sayang.. ahh.. tusuk dengan jarimu sayang.. ahh.. tusuk yang kuat.. ahh sayang.. Tante mau.. ahh.. mau dapet lagi sayang.. ahh.. kamu benar-benar gila” teriak Tante Yo histeris memohon, lalu tubuhnya mulai bergetar lagi merasakan orgasme kedua yang datang menghampirinya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kuturuti permintaanya dengan menusukan jariku dan kumainkan jariku dengan menyentuhkan jariku kedinding vaginanya yang berkedut-kedut sambil terus bibir dan lidahku memainkan perannya dikelentit Tante Yo. Tubuh Tante Yo bergetar keras dan pinggulnya bergoyang-goyang mengikuti irama tusukan jariku sambil tak henti-hentinya menjerit-jerit histeris sambil kedua tangannya meremas dan menjambak-jambak rambutku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ahh.. Ferryy.. sayang.. ahh.. enak sayang.. ahh.. sodok yang keras sayang.. ahh.. sedot itilku yang kuat.. ahh.. yang kuatt.. ” jerit histeris Tante Yo mengantar orgasmenya yang kedua itu.&lt;BR&gt;Dan ketika tubuh Tante Yo sudah hampir tenang lagi, kuhentikan juga semua aktivitasku dan kulepas celana dalam Tante Yo yang masih sebatas lulut sehingga lepas semua, lalu kuatur posisiku dan kutusukkan penisku kedalam lubang vagina Tante Yo.&lt;BR&gt;“Okhh.. jangan dulu sayang.. jangan.. ahh.. stop sayang.. stop.. biar Tante istirahat dulu” pinta Tante Yo padaku, tapi aku tidak menghiraukan permintaanya sambil terus kutusukan penisku sampai masuk seluruhnya dan mulai kugoyang, kuputar dan kukocok penisku dalam vagina Tante Yo.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tak lama kemudian kuangkat tubuh Tante Yo hingga posisi Tante Yo kini dalam pangkuanku, dan dalam posisi Tante Yo sedang menaik turunkan pantat dan menggoyangkan pinggulnya kulepas baju Tante Yo yang masih melekat dan kulemparkan entah kemana lalu kubuka pengait dan resleting rok Tante Yo dan kulepas rok Tante Yo dari atas dan kulemparkan juga entah kemana hingga kini tidak ada selembar benangpun yang menempel ditubuh Tante Yo lalu akupun melepaskan bajuku sendiri dan kulemparkan sembarangan. Setelah melepaskan baju mulai kuputar-putar pantatku hingga penisku lebih menggesek dinding vagina Tante Yo.&lt;BR&gt;“Akhh.. sayang.. ahh.. kamu memang gila sayang.. ahh.. kamu.. ahh.. kamu memang gila.. ohh.. penis kamu benar-benar.. ahh.. kamu pintar sekali sayang.. pintar dan gila.. ahh.. Tante mau.. ahh.. mau keluar lagi.. ahh.. Tante nggak kuat lagi sayang.. ahh” jerit Tante Yo histeris dan tubuhnya mulai bergetar mendapat orgasmenya yang ketiga, kurasakan cairan diliang vagina Tante Yo bertambah banyak dan kurasakan juga kedutan-kedutan dari dinding vagina Tante Yo.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Lalu kurebahkan tubuh Tante Yo dan terus kugenjot penisku didalamnya yang sekali-kali kuputar-putar pinggulku, tubuh Tante Yo tambah bergetar dengan kencang, goyangan dan kocokan penisku juga tambah kencang, lalu kumainkan tanganku dikelentitnya sambil kurebahkan kepalaku kedadanya dan kusedot dan kukulum dengan kuat juga kedua puting Tante Yo bergantian dan kedutan-kedutan dinding vagina Tante Yo juga bertambah kuat sehingga penisku merasakan sensasi yang membuat aku merasakan sesuatu yang akan segera meledak keluar.&lt;BR&gt;“Akh.. Tante aku mau keluar Tante.. akhh.. aku keluar Tante” kataku disela-sela kuluman mulutku diputingnya sambil terus mengocok penisku dengan cepat dan kuat dalam liang vagina Tante Yo.&lt;BR&gt;“Ahh.. iya sayang.. ahh.. keluarkan saja.. ahh.. Tante juga.. ahh.. sudah nggak kuat lagi.. ahh” teriak Tante Yo dan memelukku dengan erat sambil tubuhnya terus bergetar, kurasakan kuku-kukunya mencakar punggungku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Lalu meledaklah cairan kenikmatan yang kukeluarkan dalam vagina Tante Yo yang sudah basah sehingga bertambah basah lagi, ketika kenikmatanku meledak dan tubuhku bergetar kenikmatan kukocok dengan keras dan kuat penisku dalam vagina Tante Yo sehingga ada cairan yang keluar dari dalam vagina Tante Yo yang kurasakan dari tanganku yang basah karena masih memainkan kelentit Tante Yo. Tubuh kami sama-sama bergetar dengan kencang, keringat kami bersatu dan seluruh ruangan dipenuhi oleh suara erangan dan jeritan kenikmatan yang kami dapatkan pada saat bersamaan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah tubuhku dan Tante Yo mulai tenang kembali, kulepaskan penisku dari vaginanya yang sudah sangat basah, lalu kubersihkan vagina yang penuh dengan cairan kenikmatan kami berdua dengan sedotan dan jilatanku, kujilati sampai bersih dan sayup-sayup kudengan erangan pelan Tante Yo yang memejamkan matanya merasakan kenikmatan yang baru saja dia dapatkan. Setelah bersih kurebahkan tubuhku disamping Tante Yo, lalu kupeluk dia dan kukecup pipi Tante Yo.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ahh.. terima kasih sayang.. terima kasih daun mudaku.. uhh.. rasanya tubuhku ringan sekali bagaikan kapas yang masih terbang diawang-awang, ahh.. nikmat sekali tadi kurasakan, kamu memang pintar sayang, baru sekali ini kurasakan orgasme beruntun seperti tadi, sampai lemas tubuh Tante” kata Tante Yo sambil membuka matanya dan tersenyum padaku.&lt;BR&gt;“Ah Tante Yo bisa aja.. aku juga tadi nikmat sekali, kedutan dinding vagina Tante Yo membuat penisku merasakan seperti diremas-remas, nikmat sekali” balasku sambil kuusap keringat yang ada di keningnya dan kukecup kening Tante Yo, lalu aku bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang penuh dengan keringat dan disusul oleh Tante Yo dan kamipun saling membersihkan tubuh.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Selesai membersihkan tubuh dan dalam keadaan masih bugil kami lalu menyantap makanan yang tadi dipesan oleh Tante Yo sambil bercakap-cakap dan bercanda, sedangkan tangan Tante Yo tidak pernah lepas dari selangkanganku. Selesai makan kami melanjutkan percakapan kami diatas tempat tidur sambil saling memeluk hingga akhirnya kamipun tertidur untuk memulihkan tenaga yang akan membuat pertarungan berikutnya lebih seru lagi. Dan mulai sejak itu jadilah aku daun muda kesayangan Tante Yohana dan Tante&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-2331517387767097300?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/2331517387767097300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/2331517387767097300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/tante-yohana.html' title='tante yohana'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-1993574704347748334</id><published>2011-03-11T18:21:00.000-08:00</published><updated>2011-03-11T18:21:00.119-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sintal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante'/><title type='text'>tante vida yang sintal</title><content type='html'> &lt;P&gt;Nama saya Dodi. Sekarang saya masih kuliah di Universitas dan Fakultas paling favorit di Yogyakarta. Saya ingin menceritakan pengalaman saya pertama kali berkenalan dengan permainan seks yang mungkin membuat saya sekarang haus akan seks.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Waktu itu saya masih sekolah di salah satu SMP favorit di Yogyakarta. Hari itu saya sakit sehingga saya tidak bisa berangkat sekolah, setelah surat ijin saya titipkan ke teman terus saya pulang. Ketika sampai di rumah Papa dan Mama sudah pergi ke kantor dan Mama pesan supaya saya istirahat saja di rumah dan Mama sudah memanggil Tante Vida untuk menjaga saya. Tante Vida waktu itu masih sekolah di sekolah perawat. Sehabis minum obat, mata saya terasa mengantuk. Ketika mau terlelap Tante Vida mengetuk kamarku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dia bilang, “Dod, sudah tidur?”&lt;BR&gt;Saya jawab dari dalam, “Belum, tante!”&lt;BR&gt;Tante Vida bertanya, “Kalau belum boleh tante masuk.”&lt;BR&gt;Terus saya bukakan pintu, waktu itu saya sempat kaget juga melihat Tante Vida. Dia baru saja pulang dari aerobik, masih dengan pakaian senam dia masuk ke kamar. Walau masih SMP kelas 2 lihat Tante Vida dengan pakaian gitu merasa keder juga. Payudaranya yang montok seperti tak kuasa pakaian senam itu menahannya. Kemudian dia duduk di samping. Dia bilang, “Dod, kamu mau saya ajari permainan nggak Dod?” Tanpa pikir panjang, saya jawab, “Mau tante, tapi permainan apa lha wong Dodi baru sakit gini kok!”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tante Vida berkata, “Namanya permainan kenikmatan, tapi mainnya harus di kamar mandi. Yuk” Sambil Tante Vida menggandeng tanganku masuk ke kamar mandi saya. Saya sih mau-mau saja. Kemudian mulai dia melorotkan celana saya sambil berkata, “Wah, burungmu untuk anak SMP tergolong besar Dod.” Tante Vida terkagum-kagum. Waktu itu saya cuma cengengesan saja, lha wong hati saya deg-degan sekali waktu itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Terus dia mulai membasahi kemaluan saya dengan air, kemudian dia beri shampo, terus digosok. Lama-lama saya merasa kemaluan saya semakin lama semakin keras. Setelah terasa kemudian dia melucuti pakaiannya satu demi satu. Ya, tuhan ternyata tubuhnya sintal banget. Payudaranya yang montok, dengan pentil yang tegang, pantat yang berisi dan sintal kemudian vaginanya yang merah muda dengan rambut kemaluan yang lebat. Kemudian dia berjongkok, setelah itu dia mengulum penis saya, dadanya yang montok ikut bergoyang. Dada dan nafasku semakin memburu. Saya cuma bisa memejamkan mata, aduh nikmatnya yang namanya permainan seks. Kemudian, saya nggak tahu tiba-tiba saja naluri saya bergerak. Tangan saya mulai meremas-remas dadanya, sementara tangan saya yang satu turun mencari liang vaginanya. Kemudian saya masukkkan jari saya, dia meritih, “Akhh, Dodi!” Saya semakin panas, saya kulum bibirnya yang ranum, saya nggak peduli lagi. Setelah bibir, kemudian turun saya ciumi leher dan akhir saya kulum punting susunya. Dia semakin merintih, “Aakhh, Dodi terus Dod!” Saya nggak tahu berapa lama kami di kamar mandi, terus tahu-tahu dia sudah di atas saya. “Dodi sekarang tante kasih akhir permaianan yang manis, ya?” Dia meraih kemaluan saya yang sudah tegang sekali waktu itu. Kemudian dimasukkan ke dalam vaginanya. Kami berdua sama-sama merintih, “Akhh! Lagi tante… lagi tanteee.” Terus dia mulai naik turun, sampai saya merasa ada yang meletus dari penis saya dan kami sama-sama lemas. Setelah itu kami mandi bersama-sama. Waktu mandi pun kami sempat mengulangi beberapa kali.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah itu kami berdua sama-sama ketagihan. Kami bermain mulai dari kamar saya, pernah di sebuah hotel di kaliurang malah pernah cuma di dalam mobil. Rata-rata dalam satu minggu kami bisa 2-3 kali bermain dan pasti berakhir dengan kepuasan karena Tante Vida pintar membuat variasi permainan sehingga kami tidak bosan. Setelah Tante Vida menikah saya jadi kesepian. Kadang kalau baru kepingin saya cuma bisa dengan pacar saya, Nanda. Untung kami sama-sama tegangan tinggi, tapi dari segi kepuasan saya kurang puas mungkin karena saya sudah jadi “*********” atau mungkin Tante Vida yang begitu mahirnya sehingga bisa mengimbangi apa yang saya mau. Nah, buat cewek-cewek atau tante-tante bermukim di Yogya yang sama-sama tegangan tinggi, kapan-kapan kita bisa saling berkenalan dan berhubungan. Mungkin kita bisa bermain seperti Tante Vida&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-1993574704347748334?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/1993574704347748334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/1993574704347748334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/tante-vida-yang-sintal.html' title='tante vida yang sintal'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-7890708015280181041</id><published>2011-03-11T05:35:00.000-08:00</published><updated>2011-03-11T05:35:00.279-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riska'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketat'/><title type='text'>Rok ketat Riska</title><content type='html'> &lt;P&gt;Riska adalah seorang gadis pelajar kelas 3 di sebuah SMU negeri terkemuka di kota YK. Gadis yang berusia 17 tahun ini memiliki tubuh yang sekal dan padat, kulitnya kuning langsat. Rambutnya tergerai lurus sebahu, wajahnya juga lumayan cantik.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dia adalah anak bungsu dari lima bersaudara, ayahnya adalah seorang pejabat yang kini bersama ibunya tengah bertugas di ibukota, sedang kakak-kakaknya tinggal di berbagai kota di pulau jawa ini karena keperluan pekerjaan atau kuliah. Maka tinggallah Riska seorang diri di rumah tersebut, terkadang dia juga ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah universitas negeri ternama di kota itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sebagai anak ABG yang mengikuti trend masa kini, Riska sangat gemar memakai pakaian yang serba ketat termasuk juga seragam sekolah yang dikenakannya sehari-hari. Rok abu-abu yang tingginya beberapa senti di atas lutut sudah cukup menyingkapkan kedua pahanya yang putih mulus, dan ukuran roknya yang ketat itu juga memperlihatkan lekuk body tubuhnya yang sekal menggairahkan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Penampilannya yang aduhai ini tentu mengundang pikiran buruk para laki-laki, dari yang sekedar menikmati kemolekan tubuhnya sampai yang berhasrat ingin menggagahinya. Salah satunya adalah Parno, si tukang becak yang mangkal di depan gang rumah Riska. Parno, pria berusia 40 tahunan itu, memang seorang pria yang berlibido tinggi, birahinya sering naik tak terkendali apabila melihat gadis-gadis cantik dan seksi melintas di hadapannya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sosok pribadi Riska memang cukup supel dalam bergaul dan sedikit genit termasuk kepada Parno yang sering mengantarkan Riska dari jalan besar menuju ke kediaman Riska yang masuk ke dalam gang.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Suatu sore, Riska pulang dari sekolah. Seperti biasa Parno mengantarnya dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan rintik-rintik, keadaan di sekitar juga sepi, maklumlah daerah itu berada di pinggiran kota YK. Dan Parno memutuskan saat inilah kesempatan terbaiknya untuk melampiaskan hasrat birahinya kepada Riska. Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi tempat dimana Riska nanti akan dikerjai. Parno sengaja mengambil jalan memutar lewat jalan yang lebih sepi, jalurnya agak jauh dari jalur yang dilewati sehari-hari karena jalannya memutar melewati areal pekuburan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Lho koq lewat sini Pak?”, tanya Riska.&lt;BR&gt;“Di depan ada kawinan, jadi jalannya ditutup”, bujuk Parno sambil terus mengayuh becaknya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dengan sedikit kesal Riska pun terpaksa mengikuti kemauan Parno yang mulai mengayuh becaknya agak cepat. Setelah sampai pada lokasi yang telah direncanakan Parno, yaitu di sebuah bangunan tua di tengah areal pekuburan, tiba-tiba Parno membelokkan becaknya masuk ke dalam gedung tua itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Lho kenapa masuk sini Pak?”, tanya Riska.&lt;BR&gt;“Hujan..”, jawab Parno sambil menghentikan becaknya tepat di tengah-tengah bangunan kuno yang gelap dan sepi itu. Dan memang hujan pun sudah turun dengan derasnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Bangunan tersebut adalah bekas pabrik tebu yang dibangun pada jaman belanda dan sekarang sudah tidak dipakai lagi, paling-paling sesekali dipakai untuk gudang warga. Keadaan seperti ini membuat Riska menjadi semakin panik, wajahnya mulai terlihat was-was dan gelisah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Tenang.. Tenang.. Kita santai dulu di sini, daripada basah-basahan sama air hujan mending kita basah-basahan keringat..”, ujar Parno sambil menyeringai turun dari tempat kemudi becaknya dan menghampiri Riska yang masih duduk di dalam becak.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Bagai tersambar petir Riskapun kaget mendengar ucapan Parno tadi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“A.. Apa maksudnya Pak?”, tanya Riska sambil terbengong-bengong.&lt;BR&gt;“Non cantik, kamu mau ini?” Parno tiba-tiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan penisnya yang telah mengeras dan membesar.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Riska terkejut setengah mati dan tubuhnya seketika lemas ketika melihat pemandangan yang belum pernah dia lihat selama ini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“J.. Jaangan Pak.. Jangann..” pinta Riska dengan wajah yang memucat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sejenak Parno menatap tubuh Riska yang menggairahkan, dengan posisinya yang duduk itu tersingkaplah dari balik rok abu-abu seragam SMU-nya kedua paha Riska yang putih bersih itu. Kaos kaki putih setinggi betis menambah keindahan kaki gadis itu. Dan di bagian atasnya, kedua buah dada ranum nampak menonjol dari balik baju putih seragamnya yang berukuran ketat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ampunn Pak.. Jangan Pak..”, Riska mulai menangis dalam posisi duduknya sambil merapatkan badan ke sandaran becak, seolah ingin menjaga jarak dengan Parno yang semakin mendekati tubuhnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tubuh Riska mulai menggigil namun bukan karena dinginnya udara saat itu, tetapi tatkala dirasakannya sepasang tangan yang kasar mulai menyentuh pahanya. Tangannya secara refleks berusaha menampik tangan Parno yang mulai menjamah paha Riska, tapi percuma saja karena kedua tangan Parno dengan kuatnya memegang kedua paha Riska.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Oohh.. Jangann.. Pak.. Tolongg.. Jangann..”, Riska meronta-ronta dengan menggerak-gerakkan kedua kakinya. Akan tetapi Parno malahan semakin menjadi-jadi, dicengkeramnya erat-erat kedua paha Riska itu sambil merapatkan badannya ke tubuh Riska.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Riska pun menjadi mati kutu sementara isak tangisnya menggema di dalam ruangan yang mulai gelap dan sepi itu. Kedua tangan kasar Parno mulai bergerak mengurut kedua paha mulus itu hingga menyentuh pangkal paha Riska. Tubuh Riska menggeliat ketika tangan-tangan Parno mulai menggerayangi bagian pangkal paha Riska, dan wajah Riska menyeringai ketika jari-jemari Parno mulai menyusup masuk ke dalam celana dalamnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Iihh..”, pekikan Riska kembali menggema di ruangan itu di saat jari Parno ada yang masuk ke dalam liang vaginanya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tubuh Riska menggeliat kencang di saat jari itu mulai mengorek-ngorek lubang kewanitaannya. Desah nafas Parno semakin kencang, dia nampak sangat menikmati adegan ‘pembuka’ ini. Ditatapnya wajah Riska yang megap-megap dengan tubuh yang menggeliat-geliat akibat jari tengah Parno yang menari-nari di dalam lubang kemaluannya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Cep.. Cep.. Cep..”, terdengar suara dari bagian selangkangan Riska. Saat ini lubang kemaluan Riska telah banjir oleh cairan kemaluannya yang mengucur membasahi selangkangan dan jari-jari Parno.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Puas dengan adegan ‘pembuka’ ini, Parno mencabut jarinya dari lubang kemaluan Riska. Riska nampak terengah-engah, air matanya juga meleleh membasahi pipinya. Parno kemudian menarik tubuh Riska turun dari becak, gadis itu dipeluknya erat-erat, kedua tangannya meremas-remas pantat gadis itu yang sintal sementara Riska hanya bisa terdiam pasrah, detak jantungnya terasa di sekujur tubuhnya yang gemetaran itu. Parno juga menikmati wanginya tubuh Riska sambil terus meremas remas pantat gadis itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Selanjutnya Parno mulai menikmati bibir Riska yang tebal dan sensual itu, dikulumnya bibir itu dengan rakus bak seseorang yang tengah kelaparan melahap makanan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Eemmgghh.. Mmpphh..”, Riska mendesah-desah di saat Parno melumat bibirnya. Dikulum-kulum, digigit-gigitnya bibir Riska oleh gigi dan bibir Parno yang kasar dan bau rokok itu. Ciuman Parno pun bergeser ke bagian leher gadis itu.&lt;BR&gt;“Oohh.. Eenngghh..”, Riska mengerang-ngerang di saat lehernya dikecup dan dihisap-hisap oleh Parno.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Cengkeraman Parno di tubuh Riska cukup kuat sehingga membuat Riska sulit bernafas apalagi bergerak, dan hal inilah yang membuat Riska pasrah di hadapan Parno yang tengah memperkosanya. Setelah puas, kini kedua tangan kekar Parno meraih kepala Riska dan menekan tubuh Riska ke bawah sehingga posisinya berlutut di hadapan tubuh Parno yang berdiri tegak di hadapannya. Langsung saja oleh Parno kepala Riska dihadapkan pada penisnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ayo.. Jangan macam-macam non cantik.. Buka mulut kamu”, bentak Parno sambil menjambak rambut Riska.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Takut pada bentakan Parno, Riska tak bisa menolak permintaannya. Sambil terisak-isak dia sedikit demi sedikit membuka mulutnya dan segera saja Parno mendorong masuk penisnya ke dalam mulut Riska.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Hmmphh..”, Riska mendesah lagi ketika benda menjijikkan itu masuk ke dalam mulutnya hingga pipi Riska menggelembung karena batang kemaluan Parno yang menyumpalnya.&lt;BR&gt;“Akhh..” sebaliknya Parno mengerang nikmat. Kepalanya menengadah keatas merasakan hangat dan lembutnya rongga mulut Riska di sekujur batang kemaluannya yang menyumpal di mulut Riska.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Riska menangis tak berdaya menahan gejolak nafsu Parno. Sementara kedua tangan Parno yang masih mencengkeram erat kepala Riska mulai menggerakkan kepala Riska maju mundur, mengocok penisnya dengan mulut Riska. Suara berdecak-decak dari liur Riska terdengar jelas diselingi batuk-batuk.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Beberapa menit lamanya Parno melakukan hal itu kepada Riska, dia nampak benar-benar menikmati. Tiba-tiba badan Parno mengejang, kedua tangannya menggerakkan kepala Riska semakin cepat sambil menjambak-jambak rambut Riska. Wajah Parno menyeringai, mulutnya menganga, matanya terpejam erat dan..&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Aakkhh..”, Parno melengking, croot.. croott.. crroott..&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Seiring dengan muncratnya cairan putih kental dari kemaluan Parno yang mengisi mulut Riska yang terkejut menerima muntahan cairan itu. Riska berusaha melepaskan batang penis Parno dari dalam mulutnya namun sia-sia, tangan Parno mencengkeram kuat kepala Riska. Sebagian besar sperma Parno berhasil masuk memenuhi rongga mulut Riska dan mengalir masuk ke tenggorokannya serta sebagian lagi meleleh keluar dari sela-sela mulut Riska.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ahh”, sambil mendesah lega, Parno mencabut batang kemaluannya dari mulut Riska.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Nampak batang penisnya basah oleh cairan sperma yang bercampur dengan air liur Riska. Demikian pula halnya dengan mulut Riska yang nampak basah oleh cairan yang sama. Riska meski masih dalam posisi terpaku berlutut, namun tubuhnya juga lemas dan shock setelah diperlakukan Parno seperti itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sudah Pak.. Sudahh..” Riska menangis sesenggukan, terengah-engah mencoba untuk ‘bernego’ dengan Parno yang sambil mengatur nafas berdiri dengan gagahnya di hadapan Riska.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Nafsu birahi yang masih memuncak dalam diri Parno membuat tenaganya menjadi kuat berlipat-lipat kali, apalagi dia telah menenggak jamu super kuat demi kelancaran hajatnya ini sebelumnya. Setelah berejakulasi tadi, tak lama kemudian nafsunya kembali bergejolak hingga batang kemaluannya kembali mengacung keras siap menerkam mangsa lagi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Parno kemudian memegang tubuh Riska yang masih menangis terisak-isak. Riska sadar akan apa yang sebentar lagi terjadi kepadanya yaitu sesuatu yang lebih mengerikan. Badan Riska bergetar ketika Parno menidurkan tubuh Riska di lantai gudang yang kotor itu, Riska yang mentalnya sudah jatuh seolah tersihir mengikuti arahan Parno.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah Riska terbaring, Parno menyingkapkan rok abu-abu seragam SMU Riska hingga setinggi pinggang. Kemudian dengan gerakan perlahan, Parno memerosotkan celana dalam putih yang masih menutupi selangkangan Riska. Kedua mata Parno pun melotot tajam ke arah kemaluan Riska. Kemaluan yang merangsang, ditumbuhi rambut yang tidak begitu banyak tapi rapi menutupi bibir vaginanya, indah sekali.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Parno langsung saja mengarahkan batang penisnya ke bibir vagina Riska. Riska menjerit ketika Parno mulai menekan pinggulnya dengan keras, batang penisnya yang panjang dan besar masuk dengan paksa ke dalam liang vagina Riska.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Aakkhh..”, Riska menjerit lagi, tubuhnya menggelepar mengejang dan wajahnya meringis menahan rasa pedih di selangkangannya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kedua tangan Riska ditekannya di atas kepala, sementara ia dengan sekuat tenaga melesakkan batang kemaluannya di vagina Riska dengan kasar dan bersemangat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Aaiihh..”, Riska melengking keras di saat dinding keperawanannya berhasil ditembus oleh batang penis Parno. Darah pun mengucur dari sela-sela kemaluan Riska.&lt;BR&gt;“Ohhss.. Hhsshh.. Hhmmh.. Eehhghh..” Parno mendesis nikmat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah berhasil melesakkan batang kemaluannya itu, Parno langsung menggenjot tubuh Riska dengan kasar.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Oohh.. Oogghh.. Oohh..”, Riska mengerang-ngerang kesakitan. Tubuhnya terguncang-guncang akibat gerakan Parno yang keras dan kasar. Sementara Parno yang tidak peduli terus menggenjot Riska dengan bernafsu. Batang penisnya basah kuyup oleh cairan vagina Riska yang mengalir deras bercampur darah keperawanannya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sekitar lima menit lamanya Parno menggagahi Riska yang semakin kepayahan itu, sepertinya Parno sangat menikmati setiap hentakan demi hentakan dalam menyetubuhi Riska, sampai akhirnya di menit ke-delapan, tubuh Parno kembali mengejang keras, urat-uratnya menonjol keluar dari tubuhnya yang hitam kekar itu dan Parno pun berejakulasi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Aahh..” Parno memekik panjang melampiaskan rasa puasnya yang tiada tara dengan menumpahkan seluruh spermanya di dalam rongga kemaluan Riska yang tengah menggelepar kepayahan dan kehabisan tenaga karena tak sanggup lagi mengimbangi gerakan-gerakan Parno.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dan akhirnya kedua tubuh itupun kemudian jatuh lunglai di lantai diiringi desahan nafas panjang yang terdengar dari mulut Parno. Parno puas sekali karena telah berhasil melaksanakan hajatnya yaitu memperkosa gadis cantik yang selama ini menghiasi pandangannya dan menggoda dirinya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah rehat beberapa menit tepatnya menjelang Isya, akhirnya Parno dengan becaknya kembali mengantarkan Riska yang kondisinya sudah lemah pulang ke rumahnya. Karena masih lemas dan akibat rasa sakit di selangkangannya, Riska tak mampu lagi berjalan normal hingga Parno terpaksa menuntun gadis itu masuk ke dalam rumahnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Suasana di lingkungan rumah yang sepi membuat Parno dengan leluasa menuntun tubuh lemah Riska hingga sampai ke teras rumah dan kemudian mendudukkannya di kursi teras. Setelah berbisik ke telinga Riska bahwa dia berjanji akan datang kembali untuk menikmati tubuhnya yang molek itu, Parno pun kemudian meninggalkan Riska dengan mengayuh becaknya menghilang di kegelapan malam, meninggalkan Riska yang masih terduduk lemas di kursi teras rumahnya.&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-7890708015280181041?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/7890708015280181041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/7890708015280181041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/rok-ketat-riska.html' title='Rok ketat Riska'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-7124022929596191892</id><published>2011-03-10T17:35:00.000-08:00</published><updated>2011-03-10T17:35:00.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biadab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cewekku'/><title type='text'>Ulah biadab 4 teman cewekku</title><content type='html'> &lt;P&gt;Perkenalkan, nama saya Andi. Saat ini saya berusia 22 tahun. Secara fisik banyak yang bilang saya tampan. Namun bisa dibilang saya ini culun abis dan agak kurang pergaulan. Sejak dari SD saya terbiasa mengancingkan kerah baju bagian atas. Dan entah kenapa sampai saat ini, saya nyaman-nyaman saja dengan penampilan saya itu meskipun banyak yang bilang culun. Saya juga sudah sangat sering menjadi korban jahil teman-teman.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kejadiannya kurang lebih 6 tahun yang lalu, ketika saya masih SMA kelas 1. Hari itu hari sabtu. Semua terasa biasa saja, sampai jam menunjukkan pukul 3 yang merupakan waktu pulang sekolah. Kejadian itu takkan pernah saya lupakan. Saya merupakan anak terakhir yang meninggalkan kelas pada saat itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Karena rasa kebelet kencing saya sudah tidak terelakkan, saya bergegas ke kamar kecil. Begitu sampai disana, langsung kubuka resleting dan piss curr,…. (*maaf, memang saya merasa kurang nyaman dengan celana dalam, jd saya hampir tidak prnah mmakai celana dalam, hehe). Selanjutnya saya bergegas keluar dari kamar mandi dan selanjutnya pulang.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tiba-tiba begitu melewati depan kamar mandi wanita, ada seorang teman sekelas saya wanita menyapa. namanya Jenny.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Hai ndi, blum pulang?” tanya Jenny.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Iya Jen, ini baru mau pulang” jawabku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Mau bareng gak?” tanya Jenny.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Oh, nggak usah Jen. Aku ngekos didepan situ kok” jawabku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Hmmm, yaudah” jawab Jenny agak ketus.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Duluan ya Jen” aku pamit&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jenny tidak mnjawab. Tiba2 dia memanggilku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Eh, Andi sini dong” pinta Jenny.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ada apa?” tanyaku penasaran.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tiba-tiba dari dalam kamar mandi muncul 3 orang temannya yang juga merupakan teman sekelasku. Mereka langsung membekapku dengan sapu tangan dan menyeretku ke dalam kamar mandi. Dari sapu tangan itu, aku mencium bau-bau alkohol seperti yang biasanya ada di Lab. Kimia. Seketika itu aku pun tak sadar.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Begitu sadar, aku merasa pusing sekali. Tapi aku bingung. Dimana aku?? Kenapa aku masih mengenakan baju seragam lengkap?? Lalu aku menyadari bahwa aku ditidurkan dengan tangan kakiku diikat dipojok-pojok kasur. Mulutku juga dilakban. Ada apa ini?? Siapa yang menjahiliku??&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Beberapa menit kemudian muncul seorang wanita yang kukenal. Tak lain tak bukan adalah Jenny dan ketiga temannya, Rini, Eka, dan Cindy. “Welcome to my house, Andi” kata Jenny sambil tersenyum. “Oh, tidak. Apa yang yang akan mereka lakukan padaku” pikirku dalam hati. Kucoba meronta-ronta tapi mereka tidak menggubrisnya. Mereka malah tertawa-tawa. Tiba-tiba Jenny bertanya pada Cindy, “Let’s start the party?”, “Ok guys, Tancaaap!!” jawab Cindy.&lt;BR&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tiba-tiba mereka semua melepas semua pakaian mereka, alias telanjang atau bugil. Seumur-umur baru kali itu saya melihat wanita tanpa busana. Bahkan saya tidak pernah melihat bokep sebelumnya. Secara alamiah penis saya tiba-tiba ereksi. Cindy melihatnya, kemudian berkata pada Jenny “Jen, lihat tuh”. Mereka semua langsung tertawa terbahak-bahak begitu melihat ada yang menonjol dari celana saya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tanpa instruksi, tiba-tiba Rini membuka resleting celana seragam abu-abu saya. Dia kaget dan berkata “Parah!! Ni anak kagak pake kancut. Eh, tapi lumayan gede jg titit lo”.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku yang sedang bingung dan ketakutan hanya terdiam saja.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Gue nyicip duluan ye” kata Rini. Tiba-tiba dia langsung mengulum dan menghisap penisku. Aku yang tidak tahu apa-apa tentang seks sebelumnya langsung terkejut. Seperti disetrum rasanya. Inginku meronta-ronta tapi semua sia-sia. Ikatan tali itu telalu kuat. Mulutku juga dilakban.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tiba-tiba ada rasa seperti ingin kencing, tapi ini lain. Terasa nikmat sekali. Dan “aaagghhh” aku merasakan ada cairan yang keluar dari penisku dan masuk ke mulut Rini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Apa ini??” pikirku&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Hmm, boleh juga lo” kata Rini padaku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ni, siapa mau? Tar klo uda gw lagi ye.” kata dia pada yang lain.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Gampaang. Hari ini mpe besok, Andi buat kita. Hahahhaa” kata Jenny sambil tertawa.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Apa?? Aku diginikan sampai besok?? Dimana orang-orang rumah ini??” pikirku dalam hati Tidak seperti Rini, Jenny tidak mengulum penisku. Dia langsung memasukkan ke dalam lubang di daerah pantatnya. “Apa ini vagina??” pikirku sambil ketakutan. Selanjutnya&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jenny menggenjotnya dengan penuh semangat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Aaagghh, tolong hentikan ini” pintaku dengan tidak jelas karena mulutku masih dilakban.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tiba-tiba rasa ingin kencing itu muncul lagi. Dan, akhirnya cairan itu keluar lagi. Kali ini didalam vagina Jenny. Setelah cairan itu keluar, Jenny melepaskan vaginanya dari penisku kemudian dia menjilati cairan sperma yang tersisa di penisku. Jenny pun selesai denganku. Aku benar-benar merasa jijik dengan ulah mereka semua. Mereka semua menyetubuhiku yang masih dengan seragam lengkap.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jenny kemudian berkata pada Eka “Tuh, giliran lu”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Nggak ah, gw ga ada nafsu sama sekali ma tu anak” jawab Eka.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Parah lu, dasar lesbi” timpal Cindy.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Biarin, EGP” jawab Eka.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Alhamdulillah, cobaan ini telah berakhir” pikirku begitu Eka menolak menyetubuhiku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tapi aku baru sadar bahwa Cindy belum melakukannya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Yaudah, klo ga mau biar gw yang ngabisin, hahha” kata Cindy.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Astagaaa” pikirku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ok Ndi, ronde ke-3 dimulai. Are u ready?” tanya Cindy.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku menggeleng-gelengkan kepala minta ampun supaya dihentikan semua ini. Namun Cindy tidak menggubrisnya. Seperti Rini, dia memulai dengan mengulum penisku. Karena sudah agak loyo, kali ini spermaku keluar setelah hampir 20 menit. Setelah puas nyepong aku, dia pun menjilati sisa-sisa sperma tanpa sisa. Dia benar-benar seperti profesional dan aku yakin ini pasti bukan yang pertama baginya. Aku benar-benar tersiksa dengan keadaan ini semua.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ternyata dia masih melanjutkan ronde ke-4. Dia memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Tapi yang ini lain, aku benar-benar terbawa dalam permainannya dan aku merasakan kenikmatan. Dia menggenjot dengan perasaan. Aku yakin dia benar-benar profesional. Akhirnya aku pun orgasme dan cairan itu keluar di dalam vagina Cindy. Setelah itu aku benar-benar merasa teler telah meladeni ketiga wanita itu. Tiba-tiba Jenny bertanya “Mau makan Ndi?” Aku mengangguk. “Yauda, mandi sana dulu” Lalu Jenny melepaskan ikatanku. Kemudian dia berkata “Jangan kabur lu. Lu mpe nyoba kabur ga segan-segan gw potong tu penis. hahaha”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Iya Jen” jawabku dengan takut. Kemudian aku pun mandi. Karena tak punya baju ganti, kupakai lagi seragam putih dan celana abu-abu itu. Kemudian aku menuju ruang makan dimana mereka berkumpul. “Ayo Ndi makan, ga usah malu-malu gitu lah” canda Cindy. Aku hanya tersenyum. Setelah itu aku pun makan dengan lahapnya. Kemudian aku bertanya “Kapan aku bisa pulang Jen?”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Besok ya Ndi” jawab Jenny. “Karena….”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Karena apa Jen” tanyaku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Karena malam ini lu belum selesai, hahaha” kata Jenny.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Seketika dia langsung mencengkeramku bersama 3 orang temannya dan mengikatku lagi&lt;/P&gt;&lt;P&gt;persis seperti posisi awal tadi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Oh, Tuhan. Cobaan belum usai” pikirku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dan seperti sebelumnya mereka menggilirku. Tapi kali ini aku sudah bisa agak menikmati permainan mereka, meskipun dengan rasa agak tersiksa. Keesokan sorenya aku diantarkan pulang oleh Jenny. Dia berpesan “kalo sampe lu bongkar, lu mati!!”. Aku hanya mengangguk. Dan akhirnya sampai lulus SMA saya tetap menjaga rahasia itu. Bahkan ketika dulunya masih bertemu dikelas, mereka pun tersenyum-senyum dan saya membalasnya dengan senyum yang agak terpaksa. Yah, setidaknya saya sedikit menikmat permainan mereka meskipun dengan agak tersiksa.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;For Jenny, Cindy, Eka, Rini… Thank a lot.. You though me ’bout sex&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-7124022929596191892?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/7124022929596191892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/7124022929596191892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/ulah-biadab-4-teman-cewekku.html' title='Ulah biadab 4 teman cewekku'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-5035680900841719900</id><published>2011-03-10T04:48:00.000-08:00</published><updated>2011-03-10T04:48:00.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekretarisku'/><title type='text'>sekretarisku</title><content type='html'> &lt;P&gt;Perkenalkan saya adalah seorang pegawai plat merah, kepala bagian di sebuah BUMN yang terkenal di kawasan Indonesia Timur. Sebagai kepala bagian, saya memiliki sebuah ruang kerja yang agak privacy, lengkap dengan seorang sekretarisnya. Ruangan saya cukup luas. Banyak tempat untuk meletakkan dua meja kerja. Salah satu meja kerja saya di atasnya tidak ditaruh banyak buku. Biasanya hanya beberapa buku kosong/tak berguna, sebuah telepon (berfungsi normal). Kebetulan BUMN ini sering kerjasama proyek dengan Jepang, jadi seringkali saya mengganti sekretaris sesuai proyek yang ada. Nah, kisahnya ini berputar sekitar sekretaris saya itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Terus terang saja, saya ini lelaki normal, kalau melihat cewek cantik ingin saya memilikinya luar dalam, meskipun saya akui libido saya agak tinggi dibanding rekan pria lainnya. Bahkan istri sayapun kadang menyerah, bayangkan saja, saya minimal minta sehari tiga kali, itu rutin dalam seminggu. Bahkan itupun saya anggap kurang. Akan tetapi, saya juga memiliki sedikit kelainan, saya gemar menyakiti lawan main saya sebelum saya menidurinya. Istri saya tidak mengetahui hal ini, bisa-bisa ia minta cerai kalau tahu. Padahal saya amat menikmati bila mendengar lawan main saya menjerit kesakitan, jadi pelampiasannya, yah itulah saya jadi senang mengumbar birahi bersama sekretaris saya, asalkan dia oke, maka pekerjaannya oke juga, kalau tidak mau, yah terpaksa dia harus angkat kaki dengan sejuta alasan yang gampang dicarikan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sekretaris saya ini, belum dua minggu, alumni Akademi Sekretaris dan Manajemen swasta, yang seragamnya biru muda dan putih. Saat pertama dia masuk kerja, sudah nampak kebiasaan atau mungkin etika yang didapat dari sekolahnya, atasannya boleh juga jas kerja dengan warna tidak menyolok, tapi bawahannya, rok mini, tinggal angkat sendiri kelihatan deh semuanya. Hal itu saya biarkan saja, karena sudah jelas bagi saya itu untuk cuci mata, boleh juga.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sejak saat itu, saya mulai melancarkan rayuan maut, mulai dari hal kecil seperti traktir bakso, nonton hingga hal besar seperti janji akan menaikkan gaji dan pangkat golongannya, sehingga jadi pegawai tetap alias punya NIP, untuk pegawai plat merah, catatan, sekretaris saya pada saat baru masuk kerja, statusnya hanyalah sekretaris proyek, selesai proyek selesailah tugasnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Akhirnya rayuan saya berhasil juga. Jadi media untuk melampiaskan libidoku ada lagi, dibanding jajan, ini agak amanlah. Tempatnya, yang di ruangan kerjaku itu, ruangannya sudah saya desain sedemikian rupa, hingga kedap suara, dan kalau ada tamu, bisa lewat intercom, dan kulengkapi dengan TV monitor, seperti di supermarket, hingga bisa mengontrol orang-orang di luar ruang kerjaku. Tidak ada yang curiga. Tidak, karena di samping kewajiban sekretaris untuk membantu pekerjaan atasannya di mana saja selama jam kerja, juga permainan saya tidak begitu lama, sekedar pelampiasan nafsu libidoku dan kegemaran menyiksa, itu saja.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Nah, setelah rayuan gombal saya termakan olehnya, mulai masa pelampiasan birahi saya mulai. Pertama-tama dia saya suruh buka baju atasnya secara perlahan. Kemudian dia saya suruh berbaring di atas meja. Kedua tangannya saya ikat dengan tali yang panjang hingga ke kaki meja. Kemudian hal yang sama saya lakukan pada kedua kakinya. Dia masih dapat bergerak tetapi sangat sedikit. Saya tidak suka bila ‘korban’ terlihat benar-benar tidak berdaya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kemudian saya mulai menikmati kecantikannya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki dengan menggunakan lidah saya. Di ‘pusat tubuh’-nya sungguh hangat dibandingkan bagian tubuh yang lain. Bila hal ini saya lakukan cukup lama dia akan mulai berkeringat. Bau tubuhnya biasanya akan memenuhi ruangan. Di antara wanita yang menjadi teman tidur saya, sekretaris saya memiliki bau tubuh yang sangat seksi. Pada tahap ini, saya sendiri sudah mulai berkeringat. Karenanya saya akan mulai membuka baju bagian atas saya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Saya lalu mengambil cemeti dari lemari dinding, orang cuma tahu kalau itu pajangan, padahal fungsinya lain, sya mulai mencambuknya di bagian dada, perut dan paha. Dia akan mulai berteriak. Saya amat menyenangi permainan ini. Saya kalau mulai mencambuk tidak setengah-setengah. Sering dia mengeluarkan air mata. Tetapi tidak berani minta berhenti. Kalau sampai ada ucapan mohon berhenti saya akan cambuk dua kali lebih keras.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Bila tubuhnya sudah mulai merah dan panas, saya akan membuka celana dan melepaskan ikatan dari kakinya. Bila ikatan tidak dilepaskan, sangat sulit untuk melakukan penetrasi. Karenanya salah satu kaki saya silangkan ke atas kepalanya dan diikatkan pada tangannya. Kini ‘jalan’ telah terbuka lebar. Uhh, Nikmat sekali. Hingga dengan saat ini saya tidak akan memberi kesempatan dirinya untuk mencapai orgasme. Saya main tarik ulur. Biasanya dia akan memohon-mohon agar segera diberi kesempatan untuk ‘lepas’. Bila saya belum puas, saya tidak akan berikan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Terkadang saya akan mulai mencambuki bagian samping tubuhnya. Dia benar-benar menangis sekarang. Barulah saya mempercepat irama permainan kami. Tepat dia akan mencapai orgasme, lehernya saya cekik sekuat tenaga sehingga tidak dapat bernapas. Disaat inilah seluruh tubuhnya akan meronta-ronta, sebab tubuhnya seakan mulai kehilangan sumber kehidupannya. Matanya akan melotot, tangannya mencengkram tali, tapi tak ada gunanya. Kadang kalau terlalu lama, dia akan mulai menendang panik, karena tahu dirinya diambang kematian. Pada saat itulah saya akan mulai ejakulasi. Nikmat sekali, saya tahu dirinya sendiri mengalami orgasme yang tertunda. Begitu tangan saya lepaskan, seluruh tubuhnya mulai mengejang dan dia akan diam lama sekali menikmati momen terindah pada hidupnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kemudian saya memagut bibirnya untuk meredam tangisnya. Perlahan seluruh ikatannya akan saya lepaskan. Setelah dia mulai tenang saya menyuruhnya untuk mulai berpakaian, kemudian ia merapikan diri di dalam toilet yang ada di ruanganku, lalu keluar, kembali kemejanya seperti tidak terjadi apa-apa.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Selama proyek berlangsung, biasanya satu proyek tiga sampai lima bulan, maka hal itu akan saya lakukan bersama sekretaris proyek tersebut. Asalkan, seperti yang sudah saya katakan, dia Oke, maka pekerjaannya stabil, kalau tidak saya akan cari sekretaris baru lagi.&lt;BR&gt;Padahal, sehabis proyek, pasti saya akan cari sekretaris baru juga. Sekretaris lama, dibuatkan saja alasan agar dia angkat kaki. Bosan juga kan kalau main sama cewek yang itu-itu saja.&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-5035680900841719900?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/5035680900841719900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/5035680900841719900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/sekretarisku.html' title='sekretarisku'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-2648784573666518488</id><published>2011-03-09T16:30:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T16:30:01.708-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nafsu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante'/><title type='text'>budak nafsu tante lisa</title><content type='html'> &lt;P&gt;Namaku Wawan, aku adalah seorang mahasiswa PTS terkenal di Yogyakarta berusia 22 tahun dan aku kost di sebuah rumah milik seorang janda pengusaha toko, sebut saja Tante Lisa. Usianya masih 40 tahun. Suaminya meninggal karena komplikasi, dan dengar-dengar dari tetangga Tante Lisa itu dulunya hostess di Surabaya. Tante Lisa sangat cantik dan menjaga tubuhnya sehingga dia tampak seperti berumur 30 tahun. Dia juga berpenampilan seksi, suka memakai celana kaos ketat dan tank-top.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ceritanya berawal ketika suatu hari aku sedang onani di kamar mandi dan ternyata lupa dikunci. Ternyata Tante Lisa menontonnya dan setelah aku orgasme, aku kaget melihatnya.&lt;BR&gt;“Wan, kelihatannya asyik ya.. mendingan lain kali minta bantuan Tante pasti lebih enak.”&lt;BR&gt;Aku jadi malu berat dibuatnya, “Maaf Tante, saya lupa menutup pintunya.”&lt;BR&gt;“Nggak apa kok Wan, kan kamu sudah dewasa dan wajar melakukannya. Tante juga sudah sering lihat yang begituan kok”, katanya sambil senyum.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Beberapa hari kemudian aku disuruh bantu-bantu di tokonya dan tanpa segan-segan aku membantunya hingga malam Tante Lisa memintaku untuk menemaninya dan aku disuruh menginap di situ, memang di tokonya ada dua kamar di lantai dua (ruko) dan kamar tersebut kadang ditempati Tante Lisa bersama anaknya. Tante Lisa mengajakku makan bersama dan minum wine dan aku tidak mengerti kok aku bisa sampai tidak sadar, mungkin dicampur obat tidur.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Paginya Tante Lisa membangunkanku bahkan harus sampai disiram, aku disuruh cepat-cepat pulang kost dan merahasiakan kalau aku tidur di ruko. Aku menurutinya dan malamnya setelah toko tutup Tante Lisa mengajakku berhubungan intim.&lt;BR&gt;“Wan, Tante minta malam ini kamu puasin Tante ya.”&lt;BR&gt;Karuan saja kutolak karena aku memang belum pernah gituan dan takut meskipun aku sering nonton BF.&lt;BR&gt;“Maaf Tante saya nggak berani”, kataku sambil gugup. Tante Lisa mengancam dan Tante Lisa memutar videoku sedang tidur bugil. Tante Lisa bilang tadi malam saat tidur menelanjangiku dan merekamnya dengan Handycam.&lt;BR&gt;“Tante akan menyebarkan rekaman ini jika kamu nggak mau melayani Tante kecuali kamu mau melakukan yang Tante minta. Percaya Tante deh, toh Tante juga menjaga nama baik Tante jadi ini akan jadi rahasia kita berdua.”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Akhirnya karena takut dan polos aku melayaninya. Dari situ aku tahu ternyata Tante Lisa maniak seks, Tante Lisa pertama minta mandi Caty (dijilati tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung rambut) dan Tante Lisa minta aku menjilatinya liang kewanitaannya sampai berjam-jam setiap aku berhenti Tante Lisa menjambak rambutku dan menekan kepalaku ke liang sorganya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Pengalaman pertamaku menyentuh wanita apalagi menjilati seluruh bagian tubuhnya, dalam keterpaksaan itu aku sampai menangis.&lt;BR&gt;“Sudah Tante.. sudah”, sambil nafasku tersengal-sengal.&lt;BR&gt;“Aghh.. jangan lepas. Teruss.. teruss!”&lt;BR&gt;Tante Lisa terus menjepit kepalaku dengan kedua pahanya yang kencang. Aku dapat merasakan harumnya kemaluan Tante Lisa. Aku sendiri merasa nikmat sekaligus takut. Dia menyuruhku tidur di sofa dan Tante Lisa menduduki wajahku sehingga aku dipaksa menjilati kelamin dan anusnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Aghh.. enak sekali Wan”, katanya sambil memutar-mutar pantatnya di atas wajahku yang sudah basah karena cairan kewanitaannya. Pantatnya yang hangat dan kencang itu menindih wajahku sehingga aku sampai susah bernafas. Jika Tante Lisa tidak merasa puas atas pelayananku ia suka sekali menampar, mencakar, menjambak, meludahi. Setelah itu Tante Lisa mengambil posisi 69 dan kami saling mengoral. “Ayo Wan, kamu bisa lebih panjang lagi”, katanya sambil menarik-narik kemaluanku dan memelintir pelirku. Aku yang kesakitan tapi merasakan sensasi yang luar biasa. Dalam mengoral, Tante Lisa seperti singa yang tidak diberi makan 3 hari. Sangat buas dan Tante Lisa mempermainkannya dengan sangat cekatan terampil, kadang menarik terus memutar kadang mengocoknya dengan cepat terus perlahan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Bahkan pernah Tante Lisa mengencingi wajahku sambil membuka mulutku.. lalu aku disuruh menjilat air kencingnya yang tercecer di lantai. Entah kenapa lama-lama aku malah menyukai mungkin aku termasuk sado masochocist.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Suatu hari entah dari mana Tante Lisa membawa alat-alat untuk seks sado masochist, ada bola penyumpal mulut terus seperti kuas penggelitik, cemeti dari kulit, pengikat leher seperti anjing, CD kulit yang berlobang di bagian depannya dan pakaian seperti pasukan Romawi dulu. Dia menelanjangi dan mengikatku sambil merangkak Tante Lisa berteriak-teriak memecutiku dan menendang pantatku persis seperti anjing, dia sebar makanan di lantai dan menyuruhku memungut dengan mulut bahkan menjilati ludah dan kencingnya di lantai.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Di bagian batang kemaluanku dia mengikatkan sebuah karet gelang yang ada kerincingnya sehinga setiap kali merangkak berbunyi nyaring. “Ayo.. ayo kalau kamu mau jadi anjing Tante yang setia harus nurut yang Tante perintahkan!” Tante Lisa kadang memperlakukanku seperti kuda, dengan mengikat leherku dan menunggangi punggungku sambil memecut pantatku. Sering juga Tante Lisa memasukkan sebagian pisang susu ke liang kewanitaannya dan menyuruhku mengambil dan memakannya dengan mulut. Untuk menyumpal mulutku agar aku tidak mengerang keras biasanya Tante Lisa memakai CD-nya atau Carefree Panty Shield.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku tidak pernah punya kesempatan menggunakan batang kemaluanku, paling Tante Lisa suka sekali mengocoknya bahkan Tante Lisa pernah mengocokku sampai orgasme 4 kali dalam satu malam. Sampai batang kemaluanku lecet dan perih dan tangan Tante Lisa juga sampai pegal-pegal.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tante Lisa sangat merawat batang kemaluanku, buktinya setiap habis main selalu dia merendam dengan air hangat dan kadang dengan teh basi katanya agar batang kemaluanku selalu kuat dan siap kapan saja.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Masak cuman bisa dua kali.. nih rasakan!” katanya sambil menyentil ujung kemaluanku.&lt;BR&gt;“Aduh.. ampun Tante..” pintaku memelas.&lt;BR&gt;Itulah yang sering terjadi jika Tante Lisa memaksaku orgasme berkali-kali. Dalam mengocok Tante Lisa juga kadang pakai sarung tangan, pakai foam/shampoo, odol, pakai supit untuk mie dll, biasanya Tante Lisa mengocokku sambil minta dioral seks atau menjilati puting dan ketiaknya. Yang paling mengerikan, pernah Tante Lisa memintaku memakan kotorannya (berak red) dan aku tolak karena selain jijik juga takut sakit, untungnya Tante Lisa mau ngerti.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sampai sekarang sudah hampir 2 tahun dan aku makin suka meski kadang aku sempat sakit. Aku hanya merasakan kepuasan dan mengabaikan rasa sakit dan suatu saat aku berangan-angan dapat bermain seks seperti itu dengan lebih dari 1 orang saja.&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-2648784573666518488?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/2648784573666518488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/2648784573666518488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/budak-nafsu-tante-lisa.html' title='budak nafsu tante lisa'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-664963743356959173</id><published>2011-03-09T04:13:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T04:13:01.949-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bogor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Kenangan Kota Bogor</title><content type='html'> &lt;P&gt;Cerita Dewasa dan Cerita Bebas kali ini merupakan pengalaman saya pada saat libur akhir pekan, saat hari mulai sore aku pulang kantor, saat itu aku sedah menyelesaikan pekerjaan kantorku yang banyak. Dengan kecapeanku, dalam pikiran pengenya hanya liburan saja. Aku bergegas pulang kantor dengan menaikki mobilku terus beranjak pulang sampai dirumah hanya pengen mandi dan istirahan sebenter. Karena hari pekan aku mau bermai saja ke mall sambil jalan-jalan lihat gadis dan cewek yang memiliki tubuh seksi dan payudara montok he…tu pikiranku. Tiba2 saja telepon genggamku berbunyi….ah….rupanya bosku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Terus aku angkat…..oh….rupanya suruh ke bogor ada tugas…..ziiittt…gak bisa liburan. Langsung saja aku bergegas ke bogor untuk menyeleseaikan tugasku. Aku naik mobilku langsung saja ke bogor. Dalam perjalanku sangat lelah kupikir untuk cari kopi dulu kuparkir mobilku operasional didepan warung kopi yg baru saja dibuka oleh pemiliknya sebut saja namanya cici seorang janda muda yg baru 2 tahun ditinggal kabur suaminya usianya kutaksir sekitar 30tahunan,tanpa sepengetahuannya kuperhatikan dia dari dalam mobilku yg berkaca riben 80%,wajahnya yg manis ditunjang tubuhnya yg proporsional ditambah ukuran toketnya kira-kira 36b dan pinggulnya yg sedang membuat mata ini yg tadinya ngantuk jadi segar kembali,lalu kuberanikan diri untuk turun dari mobil dan berkenalan dengannya sebagai alasan aku membeli kopi mix.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;BR&gt;“teh,,kopinya hiji..??”pesanku&lt;BR&gt;“kopi susu apa kopi hideung a..??”sambung cici&lt;BR&gt;“kopi susu tapi susunya dipisah ya teh..??”candaku&lt;BR&gt;“dipisah,,,??maksudnya gimana a..saya tidak mengerti..??&lt;BR&gt;“ya dipisah kopinya digelas,tapi susunya yg digantung..hehehe…”&lt;BR&gt;“iihh..aa jadi malu saya lagian aa ngeliat aja klo saya lagi ga pake bh..”sambil tersenyum kecil..”tadi saya abis netekin anak saya mau mandi tapi buka warung dulu pikir saya..”jawabnya lugas&lt;BR&gt;“..Ooohh..anaknya laki apa cewe,umur berapa teh…???”tanyaku penasaran&lt;BR&gt;“cewe umur 2 tahun..”jawabnya&lt;BR&gt;kemudian anaknya menyusul kewarung digendong oleh seorang lelaki muda yg ternyata adiknya cici,ditaruhnya anak itu dipangkuan ibunya kemudian lelaki itu pergi.&lt;BR&gt;“siapa itu teh…??”tanyaku sambil menunjuk kearah lelaki tadi&lt;BR&gt;“..Oooh..itu adik saya..”&lt;BR&gt;“..ehm,,saya kira suami teteh…ngomong-ngomong suami kemana teh,,kerja..???”&lt;BR&gt;“..jangan diomongin lagi ahh..saya benci banget ama lelaki itu,banci,mau enaknya aj ga mau tanggung jawab dia kabur sama perempuan lain waktu saya lagi ngelahirin si kecil..”agk sedikit emosi kelihatannya cici brcerita&lt;BR&gt;“kurang ajar betul lelaki itu ya teh..mau enak ga mau anak..”ikut-ikutan emosi saya&lt;BR&gt;“udah berap lama ditinggal teh ama suaminya..??”tanyaku&lt;BR&gt;“ya..dari anak ini lahir ampe sekarang udah 2 tahunan lah ditinggal..”jawabnya&lt;BR&gt;“waduh..itu klo ibarat sawah alang-alangnya udah tinggi-tinggi secara ga pernah dicangkul..hehehe..”candaku mencairkan suasana&lt;BR&gt;“..hahaha..aa bisa aj dh,,diminum kopinya entar dingin ga enak saya mau netekin dulu ya..”sambil menarik kaosnya dan mulai netekin anaknya yg terlihat haus.&lt;BR&gt;kulirik kearah toketnya sambil sesekali kuajak ngobrol yg sedikit mengarah porno diapun menanggapinya dengan santai tanpa mempedulikan aku yg dari tadi tak berkedip melihat toketnya yg sedang dikenyot oleh anaknya,tak lama kemudian hpku berbunyi yg ternyata panggilan dari kantor menginstruksikan bahwasanya aku tidak boleh lama-lama istirahat karena mobil kami dilengkapi gps jadi para karyawan selalu dipantau didalam operasionalnya dari kantor pusat,sebelum pergi kubayar kopiku dan kuminta no hp nya cici&lt;BR&gt;“boleh khan klo saya telpon kamu ntar malam..”sambil mnaruh hpku kekantong safariku&lt;BR&gt;“boleh aja tapi tunggu sikecil tidur dulu ya..”sambil tersenyum genit&lt;BR&gt;Teman-temanku yg sedari tadi memantau kegiatanku hanya bisa tertaw sambil mengejekku dengan sebutan*PPm=pria pencari memek*akupun hanya senyum-senyum aja tak menanggapi ejekan mereka kuhanya sedang mencari cara gimana supaya bisa ngentot ama cici,terbayang toketnya yg besar saat netekin anaknya tadi.&lt;BR&gt;“wew..bengong aja lo udh nyampe klien nih masuk sana..”hardiknya&lt;BR&gt;“ngagetin aja lo..gue lg mikirin nih caranya bisa ngentot ama cici..”jawabku&lt;BR&gt;“hahaha..klo lo emang playboy sejati lo kasih fotonya kegue lo lg ngentot ama dia gue kasih lo 300rb,ga mungkin dia mau ngentot ama lo,lo aja baru banget kenal ama dia..”terus menyurutkan semangatku&lt;BR&gt;“..ok…lo liat minggu depan gue kasih liat potonya ke lo..”akupun menerima tantangannya&lt;BR&gt;Singkat cerita akupun sudah tiba dirumah pukul 19.30wib lalu mandi dan berpakaian setelah itu kuambil hpku lalu kutlpon cici&lt;BR&gt;“lagi pa teh..??”sapaku&lt;BR&gt;“..ehh..lg netekin sikecil nih..”&lt;BR&gt;“..yahh..ganggu dong..??”&lt;BR&gt;“..ngga..biasa aj..memangnya kenapa..??”&lt;BR&gt;“..boleh dong ikut netek yg sebelah..”&lt;BR&gt;“kesini aj klo emang mau..hihihi..”&lt;BR&gt;“..ntar aj deh klo libur bener ya boleh netek..”&lt;BR&gt;“..boleh knp ngga…”&lt;BR&gt;“…sabtu besok gmn bisa ga kluar klo g bs jg ga papa..??”pancingku kutahu klo perempuan itu memang sangat haus seks terlihat pada waktu bicara tempo hari diwarungnya omongannya selalu mengarah porno&lt;BR&gt;“..boleh tp siangan ya trus saya ajak anak soalnya ga ada yg jagain…adik saya sekolah..!!”&lt;BR&gt;“ok..gapapa sampai ketemu hari sabtu ya teh…”ucapk sambil menutup telepon&lt;BR&gt;Sabtu pagi setelah mandi dan sarapan aku berangkat kebogor,kupacu suzuki swiftku dijalan tol jagorawi yg masih agak sepi,30 mnt kutelah memasuki gerbang tol bogor kemudian berbelok kesalah satu mall yg ada disisi jalan pajajaran,kuparkirkan mobilku kemudian masuk kedalam mall menuju salah satu restoran fast food y terkenal itu,kupesan makanan lalu duduk dibangku yg dekat kaca agar dapat melihat situasi diluar kuambil hp dari tas kecilku kemudian kuhubungi cici&lt;BR&gt;“hallo aku sudah di bogor kamu datang aj kesini di restoran *c*..”&lt;BR&gt;“ya udah tungguin sebentar saya lagi pake baju dulu..”&lt;BR&gt;“pake bh ama cd warna hitam ya biar seksi..”&lt;BR&gt;“iihh..kamu koq tahu sih klo itu warna pakaian dalam kesukaan saya..”&lt;BR&gt;“hahaha..ya udah buruan udah kangen nih..”&lt;BR&gt;‘ok..”&lt;BR&gt;15 menit kemudian cici datang sambil menggendong anaknya,kusuruh pesan makanan dan duduk didepanku terlihat wajahnya yg semakin cantik karena sapuan make up yg tidak terlalu tebal namun terlihat anggun.&lt;BR&gt;“..ci..kamu terlihat anggun hari ini aku sampai tidak ngenalin kamu tadi..”godaku&lt;BR&gt;“..alahh..laki-laki ntar juga paling ngajakin begituan pake acara ngerayu pula,,ayo ngaku iya khan..saya kasih tau ya saya bukan cewe gampangan yg bisa diajakin ngewe sama setiap laki-laki,saya masih punya harga diri dan saya trauma sama laki-laki yg cuma mau ngewe tp klo kejadian ga mau bertanggung jawab..”jawabnya ketus&lt;BR&gt;“maaf..ci aku ga bermaksud membuat kamu jadi begini aku hanya ingin melihat kamu senang bisa jalan ama aku sama anak kamu itu aja koq dan satu hal kamu memang ga butuh itu..”jawabku menenangkan hatinya&lt;BR&gt;“..perempuan mana sih yg ga butuh itu,semua pasti butuh cuma aku takut kejadian itu terulang lagi aku hamil dan kamu pergi ninggalin aku jujur aku mulai suka sama kamu terlebih perhatian kamu ke aku dan anakku begitu dalam..”seraya merapatkan tubuh anaknya kepelukannya&lt;BR&gt;“..aku juga merasakan hal itu ci..”&lt;BR&gt;sejam sudah kami ngobrol didalam restoran itu kutatap matanya cici dan kulihat pancaran kasih sayang begitu dalam seolah-olah menelanjangi aku dalam sebuah kemunafikan yg baru saja kuucapkan&lt;BR&gt;setelah makan siang kulanjutkan dengan mengajak cici dan anaknya jalan2 berputar-putar kota bogor menggunakan mobilku,memang kota bogor nyaman sekali bila kendaraan angkot tidak membuat macet,cape juga kupikir bila harus macet2an dijalan,kuingin beristirahat sejenak sambil menikmati cuaca kota bogor yg saat itu sedang gerimis kecil,kuutarakan maksudku kepada cici yg langsung mengiyakan maksudku ditambah anaknya yg tertidur karena kekenyangan&lt;BR&gt;“teh..kita istirahat dulu yuk dimotel itu lagian kasian dede tidur ga nyaman gitu..?”kataku&lt;BR&gt;“..terserah kamu,,iya jg sih dede ga nyaman banget tidurnya..”jawabnya&lt;BR&gt;Kemudian mobil kubelokkan kesalah satu motel yg terletak didaerah tajur,bogor,kuparkirkan agak tersembunyi karena memang motel masih agak sepi,kemudian kugendong anaknya cici lalu kami berjalan menuju front office&lt;BR&gt;“..mas ada kamar..??”kusapa ffront office&lt;BR&gt;“..ada pak..yg type apa..??”jawab petugas motel&lt;BR&gt;“..yg 2 tempat tidur..?&lt;BR&gt;“..ini pak kuncinya sekalian pinjam ktpnya bapak..oh..iya anaknya dibawa aja dulu ke dalam kasian nyenyak sekali tidurnya..”&lt;BR&gt;“..trima kasih mas..”sambil kuserahkan dede kecici yg langsaung berjalan mengikuti petugas motel menuju kamarnya&lt;BR&gt;Sesampai didalam kamar kurebahkan tubuhku yg lelah keatas ranjang kulihat cici sedang mendampingi anaknya yg tertidur sambil sesekali memberikan asi kepada anaknya,akupun memejamkan mata sebentar mengistirahatkan persendian ditubuhku,namun baru saja akan terlelap kulihat dicermin yg mengarah kekamar mandi cici sedang membuka bajunya,kemudian jeansnya tinggal bra dan cd hitam yg dikenakan ssuai permintaan aku tadi pagi,setelah itu ia mengambil handuk kemudian dililtkan ditubuhnya lalu ia keluar dari kamar mandi dan menghampiriku yg masih tiduran diatas ranjang lalu aku pura2 memejamkan mataku dia mendekatiku kemudian mencium bibirku,mungkin dia pikir aku akan terbangun mendapat ciuman dibibir padahal kontolku sudah tegak waktu kulihat dia sedang membuka baju tadi,kurasakan dia menjauh dari wajahku kubuka mataku akupun tersentak ketika dia sedang mencoba membuka ikat pinggangku lalu kubangun dari ranjangku yg membuat cici pun tersentak&lt;BR&gt;“apa yg kamu lakukan teh..??”tanyaku&lt;BR&gt;“..aku ga bisa menahan libidoku waktu kamu tidur tadi,,aku ingin ngewe samaa kamu..”jawabnya&lt;BR&gt;“..teh..memang kamu sudah kepengen banget ngewe,jujur tadi aku jg sempet ngintip kamu lagi ganti baju cuma koq pintunya ga ditutup aku pikir kamu mau mandi makanya aku diam aj..”&lt;BR&gt;“..sengaja memang aku ga tutup pintu kamar mandi supaya kamu ngeliat dan menyusulku kekamar mandi tapi lama kutunggu kamu malah tidur ya sudah aku cium bibir kamu tidak ada reaksi kemudian kuberanikan diri untuk membuka ikat pinggang kamu eehh..kamu malah terbangun..!!”&lt;BR&gt;“..ya sdh klo emang teteh mau ngewe sama aku sebentar aku mau mandi dulu klo teteh mau mandi bareng2 aja ga papa koq..”&lt;BR&gt;“..duluan nanti aku nyusul aku liat anak aku dulu..”&lt;BR&gt;Lalu aku beranjak dari ranjangku kemudian berjalan kearah kamar mandi,lumayan agak besar kamar mandinya ditambah bathtub dan air hangat,kuputar kran dibathtub, ingin sekali berendam air hangat pikirku biar rileks,kubuka baju dan jeansku kemudian terakhir cdku,kuremas kntolku yg tegang kukocok pelan,sambil menunggu air yg mengisi bathtub setelah bathtub terisi kumasukkan tubuhku kedalam bathtub yg telah terisi air hangat&lt;BR&gt;“..hufftt..nyman sekali berendam dibathtub ini..”gumamku&lt;BR&gt;tak lama cici masuk kekamar mandi tanpa sehelai benang ditubuhnya dan langsung masuk kedalam bathtub&lt;BR&gt;“..teh,,anaknya udah dijagain bantal belum nanti klo jatuh gmn..??”&lt;BR&gt;“..sudah..kamu tenang aja,aku ga tahan mau ngewe sama kamu..”&lt;BR&gt;kemudian cici menyuruhku untuk duduk dipinggiran bathtub lalu menghisap kontolku yg panjang sekitar 18cm,tak ada kesalahan dalam menghisap kontolku semua dilakukan dengan lihainya,akupun mendesah penuh kenikmatan&lt;BR&gt;“..oohh..eehmm..enak teh..trus teh..trus teh..trusss…aahh..”desahku&lt;BR&gt;sumpah nikmat sekali kulumannya tak ada setiap inchi dari kontolku yg terlewat,kontolku seperti diaduk-aduk oleh lidahnya tanpa ada rasa nyeri ataupun terkena gigi&lt;BR&gt;“..sudah dulu teh,,gantian sini aku jilatin nonok teteh..”&lt;BR&gt;dia pun duduk dipinggiran bathtub kemudian melebarkan kakinya,terlihaat memeknya yg ditumbuhi bulu yg sangat lebat,kusibakkan jembutnya kemudian kujilati itilnya yg membesar tak kupedulikan reaksi wajahnya yg mulai terangsang dengan menggigit bibirnya,kusodok liang nonoknya dgn lidahku,kugigit klentitnya,kuhisap nonoknya beberapa saat kemudian pantatnya dinaikkan membenamkan wajahku kedalam nonoknya sesekali menggeliat dan mendesah dengan nafasnya yg tidak beraturan&lt;BR&gt;“..uuhhh..oohh…aku keluaaaaarrrrrr..”pekiknya sambil merapatkan pahanya dan menekan nonoknya kewajahku&lt;BR&gt;kujilati cairan nonoknya kusapu dengan lidahku,sungguh nonok yg indah sudah nikmat wangi pula sepertinya dia rajin merawat nonoknya&lt;BR&gt;masih dalam keadaan bugil kubimbing dia keranjang kusuruh dia menghisap kembali kontolku yg masih berdiri tegak dari tadi&lt;BR&gt;tak lama cici memberi isyarat untuk meminta nonoknya dimasuki oleh kontolku,dia berdiri menaiki ranjang ku kemudian mengarahkan nonoknya kekontolku dengan posisi w o t dituntunnya kontolku kenonoknya kemudian “blleeesss..”kontolku telah masuk penuh kedalam nonoknya,digoyangkan pantatnya,lalu menarik tanganku untuk meremas-remas toketnya yg besar kupilin2 pentilnya yg sdh mengeras,kemudian aku bangkit namun kontolku masih tertanam didalam nonoknya cici,kuhisap toketnya lalu kugigit pentilnya&lt;BR&gt;“..oohhh..oohh..eehmm..enak aa jgn dilepas aa..hisap trus aa..aahhh..uuhh..ngewe enak banget…oohhh…aahhh…uuhhh..”cici pun meracau keenakan&lt;BR&gt;“..oohhh..aahhh…teh,,nonoknya enak tehh..peret banget…ahh..”&lt;BR&gt;kami terus ngewe sesekali merubah posisi kadang doggy style,aku diatas hingga posisi 69 entah sdh beberapa kali cici orgasme,aku masih bertahan karena sebelumnya aku mengusapkan beberapa tetes minyak gambir kekontolku yg berkhasiat membuat lama ngewe namun terasa panas disekitar kepala kontolku,rasa panas itu tak kuhiraukan kalah oleh panasnya permainan aku dan cici,menjelang akhir kucepatkan tempo penetrasiku&lt;BR&gt;“..ahhh..oohhh..aku mau keluar teh,,dibuang dimana nih..??”sambil kusodok kontolku dengan cepat dan dalam posisi doggy style pula&lt;BR&gt;“..buang dinonokku aja..aku jg mau keluar lagi..”&lt;BR&gt;“..kita kluarin bareng aj teh..aahh..uuhh..”&lt;BR&gt;“..crooottzz…crrroottttzzz…crrootsss..crottttz z..”nikmatnya eehhmm..”&lt;BR&gt;diraihnya kontolku kemudian dijilati oleh cici sampai bersih dari pejuku yg bercampur cairan nonoknya cici dan belepotan disekitar kontolku,kemudian kami saling membersihkan diri dikamar mandi,sambil menunggu anaknya yg masih tertidur akupun berfoto-foto msh dengan keadaan telanjang memperlihatkan alat kelaminnya masing2,yg nantinya foto akan kuperlihatkan ketemanku sebagai bukti taruhan,namun kubilang ke cici akan kujadikan koleksi pribadi dan cici pun menyetujuinya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;TAMAT&lt;/P&gt;ngewe tetehAnakku sdh gadis dan montokUdah kangen netek toket kamu sayangtoket penuh asinonoknya yang enaknonok anakkungewe kontol besarNgentot di sawahNete asi ibu sekalian ngewekenangan seks di bogor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-664963743356959173?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/664963743356959173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/664963743356959173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/kenangan-kota-bogor.html' title='Kenangan Kota Bogor'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-3383586777476634886</id><published>2011-03-08T15:38:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T15:38:00.765-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suster'/><title type='text'>Suster Suster Rumah Sakit</title><content type='html'> &lt;P&gt;Surabaya….&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Hari pertama&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Suatu siang di jalan Dharma Wangsa ke arah campus Airlangga sedang terjadi keributan, ngga’ jelas siapa lawan siapa… saat itu aku melintas dengan BMW M50ku sendirian dan sedang asyik dengerin radio Suara Surabaya… cuek saja saat melintasi perkelahian itu sambil sedikit menoleh ke arah seorang laki-laki yang sedang dikeroyok 4 orang lawannya… dia dikejar habis-habisan dan mencoba menerobos kerumunan penonton untuk mencari selamat.&lt;BR&gt;Terbelalak mataku bengitu sadar siapa lelaki yang sedang dikerjar tersebut… ternyata dia Kakak temanku… namanya Anton. Yang ngga’ jelas kenapa dia ada di sana dan dikeroyok orang segala, tapi aku sudah tidak sempat berpikir lebih jauh… segera saja aku pinggirkan kendaraanku dan aku turun untuk membantunya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Aku tarik dua orang yang sedang memukulnya karena Anton sudah jatuh terduduk dan dihajar berempat… sekarang Anton mengurus dua orang dan aku dua orang… memang masih tidak seiimbang… dalam perkelahianku aku berhasil menangkap satu dari lawanku dan aku jepit kepalanya dengan lengan kiriku sedang lengan kananku aku gunakan untuk menghajarnya… sementara aku berusaha menggunakan kakiku untuk melawna yang satunya lagi… aku tak sempat lihat apa yang dilakukan Anton… waktu seakan sudah tidak dapat dihitung lagi demikian cepatnya sampai hal terakhir yang masih aku ingat adalah aku merasakan perih di pinggang kanan belakangku… dan saat kutengok ternyata aku ditusuk dengan sebilah belati dari belakang oleh entah siapa… sambil menahan sakit aku merenggangkan jepitanku pada korbanku dan berusaha melakukan tendangan memutar… sasaranku adalah lawan yang di depanku. Namun pada saat melakukan tendangan memutar sambil melayang… tiba-tiba aku melihat ayunan stcik soft ball ke arah kakiku yang terjulur… ngga’ ampun lagi aku jatuh terjerembab dan gagal melancarkan tentangan mautku… sesampainya aku di tanah dengan agak tertelungkup aku merasakan pukulan bertubi-tubi… mungkin lebih dari 3 orang yang menghajarku. Terakir kali kuingat aku merasakan beberapa kali tusukan sampai akhirnya aku sadar sudah berada di rumah sakit.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku tidak jelas berada di rumah sakit mana yang pasti berisik sekali dan ruangannya panas… dalam ruangan tersebut ada beberapa ranjang… pada saat aku berusaha untuk melihat bagian bawahku yang terluka aku masih merasakan nyeri pada bagian perutku dan kaki kananku serasa gatal dan sedikit kebal ( mati rasa )… aku coba untuk geser kakiku ternyata berat sekali dan kaku. Kemudian aku paksakan untuk tidur…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sore itu aku dijenguk oleh Dian adik Anton… Dian ini teman kuliahku… dia datang bersama dengan Mita adiknya yang di SMA… katanya habis jenguk Anton dan Anton ada di ruang sebelah…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;” Makasih ya Joss… kalo ngga’ ada kamu kali Anton sudah… ” katanya sambil menitikkan air mata…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;” Sudahlah… semua ini sudah berlalu… tapi kalo boleh aku tau kenapa Anton sampe dikeroyok gitu ?” tanyaku penasaran. ”&lt;BR&gt;Biasa gawa-gara cewek… mereka goda cewek Airlangga dan cowoknya marah makanya dikeroyok… emang sich bukan semua yang ngeroyok itu anak Airlangga sebagian kebetulan musuh Anton dari SMA, sialnya Anton saja ketemu lagi dan suasananya kaya’ gitu… jadi dech di dihajar rame-rame” jawab Mita.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Kak Jossy yang luka apanya saja ?” tanya Mita.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Tau nih… rasanya ngga’ keruan ” jawabku… ” Lihat aja sendiri… soalnya aku ngga’ bisa gerak banyak… kamu angkat selimutnya sekalian aku juga mo tau ” lanjutku pada Mita.&lt;BR&gt;“Permisi ya Kak” kata Mita langsung sambil membuka selimutku ( hanya diangkat saja ).&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sesaat dia pandangi luka-lukaku dan mungkin karena banyak luka sehingga dia sampe bengong gitu… dan pas aku lihat pinggangku dibalut sampe pinggul dan masih tembus oleh darah… di bawahnya lagi aku melihat…. ya ampun pantes ni anak singkong bengong… meriamku tidak terbungkus apa-apa dan yang seremnya kepalanya yang gede kelihatan menarik sekali… seperti perkedel. Sesaat kemudian aku masih sempat melihat kaki kananku digips… mungkin patah kena stick soft ball.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mita menutup kembali selimut tadi dan Dian tidak sempat melhat lukaku karena dia sibuk nangis… hatinya memang lemah… sepertinya dia melankolis sejati.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Mita sini aku mo bilangin kamu ” kataku…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mitapun menunduk mendekatkan telinganya ke mulutku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Jangan bilang sama Dian soal apa yang kamu lihat barusan… kamu suka ngga’ ?” kataku berbisik.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Serem ” bisiknya bales.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;” Dian… kamu jangan lihat lukaku… nanti kamu makin ngga’ kuat lagi nahan nangis… ” kataku.&lt;BR&gt;” Tapi paling tidak aku mo tau… boleh aku raba ? ” tanyanya…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;” Silahkan… pelan-pelan ya… masih belum kering lukanya. ” jawabku.&lt;BR&gt;Dian pun memasukkan tangannya ke balik selimut… dan mulai meraba dari dada… ke perut… di situ dia merasakan ada balutan… digesernya ke kanan kiri… terus ke bawahan dikit…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;” Kok perbannya sampe gini… lukanya kaya’ apa ? ”&lt;BR&gt;” Wah aku sendiri belum jelas… ” aku jawab pertanyaan Dian.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Turun lagi tangannya ke pinggul kanan… kena kulitku… terus ke tengah… kena meriamku… dia raba setengah menggenggam… untuk meyakinkan apa yang tersentuh tangannya… tersentak dan dia menarik tangannya sedikit sambil melepas pengangannya pada meriamku…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sorry… ngga’ tau…. ”&lt;BR&gt;” Ngga’ apa-apa kok… malah enak kalo sekalian dipijitin… soalnya badanku sakit semua… ” kataku nakal.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Nah…. Kak Dian pegang anunya Kak Joss ya ? ” goda Mita… Merah wajah Dian ditembak gitu.&lt;BR&gt;Dian terus saja meraba sampe pada kaki kananku dan dia menemukan gips… ” Lho… kok digips ?”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;” Iya patah tulangnya kali ” jawabku asal untuk menenangkan pikirannya…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dian selesai merabaiku… tapi tampak sekali dia masih kepikiran soal sentuhan pada meriam tadi… dan sesekali matanya masih melirik ke sekitar meriamku… sedang aku juga sedang menikmati dan membayangkan ulang kejadian barusan… Flash back lah.&lt;BR&gt;Tanpa sadar tiba-tiba meriamku meradang dan mulai bangun sehingga tampak pada selimut tipis kalo ada sesuatu perkembangan di sana.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Kak Joss… anunya bangun ” bisik Dian padaku sambil dia ambil selimut lain untuk menutupnya… tapi tangannya berhenti dan diam di atasnya… ” “Supaya Mita ngga’ ngelihat ” bisiknya lagi. Aku cuman bisa mengangguk… aku sadar ujung penisku masih dapat menggapai telapaknya… aku coba kejang-kejangkan penisku dan Dian seperti merasa dicolek-coleh tangannya. “Mit… kamu pamit sama Mas Anton dech… kita bentar lagi pulang dan biar mereka istirahat… ” kata Dian… dan Mitapun melangkah keluar ruangan… ” “Kak Joss…. nakal sekali anunya ya ” bisik Dian… aku balas dengan ciuman di pipinya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Dian… tolongin donk… diurut-urut itunya… biar lupa sakitnya… ” pintaku…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Iya dech… ” jawab Dian langsung mengurut meriamku… dari luar selimut… biar ngga’ nyolok dengan pasien lain… walaupun antara ranjang ada penyekatnya…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ian… dari dalem aja langsung… biar cepetan…. ” pintaku karena merasa tanggung dan waktunya mepet sekali dia mo pulang., Dian menuruti permintaanku dengan memeriksa sekitar lebih dulu… terus tangannya dimasukkan dalam selimutku langsung meremas meriamku… dielusnya batangku dan sesekali bijinya… dikocoknya… lembut sekali… wah gila rasanya… lama juga Dian memainkan meriamku… sampe aku ngga’ tahan lagi dan crrooottt….. crot…. ccrrroooo..tttt…. beberapa kali keluar…&lt;BR&gt;Tiba-tiba Mita datang dan buru-buru Dian tarik tangannya dari balik selimut… sedikt kena spermaku telapak tangan Dian… dia goserkan pada sisi ranjang untuk mengelapnya…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;” Sudah Kak Joss… aku sama Mita mo pulang…. ” pamit Dian… ” Sudah keluar khan… ” bisiknya pada telingaku… cup… pipiku diciumnya… ” Cepet sembuhnya… besok aku tengok lagi ” Dia sengaja menciumku untuk menyamarkan bisikannya yang terakhir.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Eh… kalo bisa bilangin susternya aku minta pindah kelas satu donk… di sini gerah ” pintaku pada mereka.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Merekapun keluar kamar dan melambaikan tangan… satu jam kemudian aku dipindahkan ke tempat yang lebih bagus… ada ACnya dan ranjangnya ada dua. Tapi ranjang sebelah kosong. Posisi kamarku agak jauh dari pos jaga suster perawat… itu aku tau saat aku didorong dengan ranjang beroda.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Habis gini mandi ya ” kata suster perawat sehabis mendorongku…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tidak lama kemudian dia sudah balik dengan ember dan lap handuk… dia taruh ember itu di meja kecil samping ranjangku dan mulai menyingkap selimutku serta melipatnya dekat kakiku. terbuka sudah seluruh tubuhku… pas dia lihat sekita meriamku terkejut dia… ada dua hal yang mengagetkannya…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Yang pertama adalah ukuran meriam serta kepalanya yang di luar normal… besar sekali… Dan yang kedua ada hasil kerjaan Dian… spermaku masih berantakan tanpa sempat dibersihkan… walaupun sebagian menempel di selimut… tapi bekasnya yang mengering di badanku masih jelas terlihat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Kok… kayaknya habis orgasme ya ? ” tanyanya. Lalu tanpa tunggu aju jawab dia ambil wash lap dan sabun…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sus… jangan pake wash lap… geli… saya ngga’ biasa ” kataku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Suster itu mulai dengan tanganku… dibasuh dan disabunnya… usapannya lembut sekali… sambil dimandiin aku pandangi wajahnya… dadanya… cukup gede kalo aku lihat… orangnya agak putih… tangannya lembut. Selesai dengan yang kiri sekarang ganti tangan kananku… dan seterusnya ke leher dan dadaku… terus diusapnya… sapuan telapak tangannya lembut aku rasakan dan akupun memejamkan mata untuk lebih menikmati sentuhannya.&lt;BR&gt;Sampe juga akhirnya pada meriamku… dipegangnya dengan lembut…. ditambah sabun… digosok batangnya… bijinya… kembali ke batangnya… dan aku ngga’ kuat untuk menahan supaya tetap lemas… akhirnya berdiri juga… pertama setengah tiang lama-lama juga akhirnya penuh… keras…. dia bersihkan juga sekitar kepala meriamku sambil berkata lirih&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ini kepalanya besar sekali… baru kali ini saya lihat kaya’ gini besarnya”&lt;BR&gt;“Sus… enak dimandiin gini… ” kataku memancing.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dia diam saja tapi yang jelas dia mulai mengocok dan memainkan batangku… kaya’nya dia suka dengan ukurannya yang menakjubkan…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Enak Mas… kalo diginikan ? ” tanyanya dengan lirikan nakal.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ssshh… iya terusin ya Sus… sampe keluar… ” kataku sambil menahan rasa nikmat yang ngga’ ketulungan… tangan kirinnya mengambil air dan membilas meriamku… kemudian disekanya dengan tangan kanannya… kenapa kok diseka pikirku… tapi aku diam saja… mengikuti apa yang mau dia lakukan… pokoknya jangan berhenti sampe sini aja… pusing nanti…&lt;BR&gt;Dia dekatkan kepalanya… dan dijulurkan lidahnya… kepala meriamku dijilatnya perlahan… dan lidahnya mengitari kepala meriamku… sejuta rasanya… wow… enak sekali… lalu dikulumnya meriamku… aku lihat mulutnya sampe penuh rasanya dan belum seluruhnya tenggelam dalam mulutnya yang mungil… bibirnya yang tipis terayun keluar masuk saat menghisap maju mundur.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Lama juga aku diisep suster jaga ini… sampe akhirnya aku ngga’ tahan lagi dan crooott…. crooott… nikmat sekali. Spermaku tumpah dalam rongga mulutnya dan ditelannya habis… sisa pada ujung meriamkupun dijilat serta dihisapnya habis…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sudah sekarang dilanjutkan mandinya ya… ” kata suster itu dan dia melanjutkan memandikan kaki kiriku setelah sebelumnya mencuci bersih meriamku… badanku dibaliknya… dan dimandikan pula sisi belakang badanku.&lt;BR&gt;Selesai acara mandi….&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Nanti malam saya ke sini lagi nanti saya temenin… ” katanya sambil membereskan barang-barangnya. terakhir sebelum keluar kamar dia sempat menciumku… pas di bibir… hangat sekali…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Nanti malam saya kasih yang lebih hebat ” begitu katanya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Akupun berusaha untuk tidur… nikmat sekali sore ini dua kali keluar… dibantu dua cewek yang berbeda… ini mungkin ganjaran dari menolong teman… gitu hiburku dalam hati… sambil memikirkan apa yang akan kudapat malam nanti akupun tertidur lelap sekali.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tiba-tiba aku dibangunkan oleh suster yang tadi lagi… tapi aku belum sempat menyanyakan namanya… baru setelah dia mo keluar kamar selesai meletakkan makananku dan membangunkanku… namanya Anna. Cara dia membangunkanku cukup aneh… rasanya suster di manapun tidak akan melakukan dengan cara ini… dia remas-remas meriamku… sambil digosoknya lembut sampe aku bangun dari tidurku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Langsung aku selesaikan makanku dengan susah payah… akhirnya selesai juga… lalu aku tekan bel… dan tak lama kemudian datang suster yang lain… aku minta dia nyalakan TV di atas dan mengakat makananku.&lt;BR&gt;Aku nonton acara-acara TV yang membosankan dan juga semua berita yang ditayangkan… tanpa konsentrasi sedikitpun.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sekitar jam 9 malam suster Wiwik datang untuk mengobati lukaku dan mengganti perban… pada saat dia melihat meriamkupun dia takjub…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ngga’ salah apa yang diomongkan temen-temen di ruang jaga ” demikian komentarnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Kenapa Sus ? ” tanyaku ngga’ jelas.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Oo… itu tadi teman-teman bilang kalo pasien yang dirawat di kamar 26 itu kepalanya besar sekali. ” jawabnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah selesai dengan mengobati lukaku dan dia akan tinggalkan ruangan… sebelum membetulkan selimutku dia sempatkan mengelus kepala meriamku…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;” Hmmm… gimana ya rasanya ? ” gumamnya tanya meminta jawaban.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dan akupun hanya senyum saja. Wah suster di sini gila semua ya pikirku… soalnya aku baru kenal dua orang dan dua-duanya suka sama meriamku… minimal tertarik… dan lagian ada promosi gratis di ruang jaga suster kalo ada pasien dengan kepala meriam super besar… promosi yang menguntungkan… semoga ada yang terjerat ingin mencoba… selama aku masih dirawat di sini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jam 10an kira-kira aku mulai tertidur… aku mimpi indah sekali dalam tidurku… karena sebelum tidur tadi otakku sempat berpikir jorok. Aku merasakan hangat sekali pada bagian selangkanganku… tepatnya pada bagian meriamku… sampe aku terbangun ternyata… suster Anna sedang menghisap meriamku… kali ini entah jam berapa ? Dengan bermalas-malasan aku nikmat terus hisapannya… dan aku mulai ikut aktif dengan meraba dadanya… suatu lokasi yang aku anggap paling dekat dengan jangkauanku. Aku buka kanding atasnya dua kancing… aku rogoh dadanya di balik BH putihnya… aku dapati segumpal daging hangat yang kenyal… kuselusuri… sambil meremas-remas kecil.. sampe juga pada putingnya… aku pilin putingnya… dan Sus Annapun mendesah… entah berapa lama aku dihisap dan aku merabai Sus Anna… sampe dia minta&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Mas… masih sakit ngga’ badannya ? ”&lt;BR&gt;” Kenapa Sus ? ” tanyaku bingung. “Enggak kok… sudah lumayan enakan… ” dan tanpa menjawab diapun meloloskan CDnya… dimasukkan dalam saku baju dinasnya. Lalu dia permisi padaku dan mulai mengangkangkan kakinya di atas meriamku… dan bless… dia masukkan batangku pada lobangnya yang hangat dan sudah basah sekali… diapun mulai menggoyang perlahan… pertama dengan gerakan naik turun…lalu disusul dengan gerakan memutar… wah… suster ini rupanya sudah prof banget… lobangnya aku rasakan masih sangat sempit… makanya dia juga hanya berani gerak perlahan… mungkin juga karena aku masih sakit… dan punya banyak luka baru. Lama sekali permainan itu dan memang dia ngga’ ganti posisi… karena posisi yang memungkinkan hanya satu posisi… aku tidur di bawah dan dia di atasku. Sampe saat itu belum ada tanda-tanda aku akan keluar… tapi kalo tidak salah dia sempat mengejang sekali tadi dipertengahan dan lemas sebentar lalu mulai menggoyang lagi… sampe tiba-tiba pintu kamarku dibuka dari luar… dan seorang suster masuk dengan tiba-tiba…&lt;BR&gt;Kaget sekali kami berdua… karena tidak ada alasan lain… jelas sekali kita sedang main… mana posisinya… mana baju dinas Suster Anna terbuka sampe perutnya dan BHnya juga sudah kelepas dan tergeletak di lantai. Ternyata yang masuk suster Wiwik… dia langsung menghampiri dan bilang&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Teruskan saja An… aku cuman mau ikutan… mumpung sepi ”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Suster Wiwikpun mengelus dadaku… dia ciumin aku dengan lembut… aku membalasnya dengan meremas dadanya… dia diam saja… aku buka kancingnya… terus langsung aku loloskan pakaian dinasnya… aku buka sekalian BHnya yang berenda… tipis dan merangsang… membal sekali tampak pada saat BH itu lepas dari badannya… dada itu berguncang dikit… kelihatan kalo masih sangat kencang… tinggal CD minim yang digunakannya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Suster Anna masih saja dengan aksinya naik turun dan kadang berputar… aku lhat saja dadanya yang terguncang akibat gerakannya yang mulai liar… lidah suster Wiwik mulai memasuki rongga mulutku dan kuhisap ujung lidahnya yang menjulur itu… tangan kiriku mulai merabai sekitar selangkangan suster Wiwik dari luar… basah sudah CDnya… pelan aku kuak ke samping… dan kudapat permukaan bulu halus menyelimuti liang kenikmatannya… kuelus perlahan… baru kemudian sedikit kutekan… ketemu sudah aku pada clitsnya… agak ke belakang aku rasakan makin menghangat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tersentuh olehku kemudian liang nikmat tersebut… kuelus dua tiga kali sebelum akhirnya aku masukkan jariku ke dalamnya. Kucoba memasukkan sedalam mungkin jari telunjukku… kemudian disusul oleh jari tengahku… aku putar jari-jariku di dalamnya… baru kukocok keluar masuk… sambil jempolku memainkan clitsnya. Dia mendesar ringan… sementara suster Anna rebahan karena lelah di dadaku dengan pinggulnya tiada hentinya menggoyang kanan dan kiri… suster Wiwik menyibak rambut panjang suster Anna dan mulai menciumi punggung terbuka itu… suster Anna makin mengerang… mengerang…. dan mengerang…. sampai pada erangan panjang yang menandakan dia akan orgasme… dan makin keras goyangan pinggulnya… sementara aku mencoba mengimbangi dengan gerakan yang lebih keras dari sebelumnya… karena dari tadi aku tidak dapat terlalu bergoyang… takut lukaku sakit.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Suster Anna mengerang…. panjang sekali seperti orang sedang kesakitan… tapi juga mirip orang kepedasan… mendesis di antara erangannya… dia sudah sampe… rupanya… dan… dia tahan dulu sementara… baru dicabutnya perlahan… sekarang giliran suster Wiwik… dilapnya dulu… meriamku dikeringkan… baru dia mulai menaikiku… batin… kurang ajar suster-suster ini aku digilirnya… dan nanti aku juga mesti masih membayar biaya rawat… gila… enak di dia… tapi….. enak juga dia aku kok… demikian pikiranku… ach… masa bodo…. POKOKNYA PUAS !!! Demikian kata iklan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ketika suster Wiwik telah menempati posisinya… kulihat suster Anna mengelap liang kenikmatannya dengan tissue yang diambilnya dari meja kecil di sampingku. Suster Wiwik seakan menunggang kuda… dia goyang maju mundur… perlahan tapi penuh kepastian… makin lama makin cepat iramanya… sementara tanganku keduanya asyik meremas-remas dadanya yang mengembung indah… kenyal sekali rasanya… cukup besar ukurannya dan lebih besar dari suster Anna punya… yang ini ngga’ kurang dari 36… kemungkinan cup C… karena mantap dan tanganku seakan ngga’ cukup menggenggamnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sesekali kumainkan putingnya yang mulai mengeras… dia mendesis… hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya… desisan itu sungguh manja kurasakan… sementara suster Anna telah selesai dengan membersihkan liang hangatnya… kemudian dia mulai lagi mengelus-elus badan telanjang suster Wiwik dan tuga memainkan rambutku… mengusapnya…&lt;BR&gt;Kemudian karena sudah cukup pemanasannya… dia mulai menaiki ranjang lagi… dikangkangkannya kakinya yang jenjang di atas kepalaku… setengah berjongkok gayanya saat itu dengan menghadap tembok di atas kepalaku… dan kedua tangannya berpegangan pada bagian kepala ranjangku. Mulai disorongkannya liangnya yang telah kering ke mulutku… dengan cepat aku julurkan lidahku…. aku colek sekali dulu dan aku tarik nafas…. hhhmmmm…… harus khas liang senggama…. kujilat liangnya dengan lidahku yang memang terkenal panjang… kumainkan lidahku… mereka berdua mengerang berbarengan kadang bersahutan…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku ingin tau sekarang ini jam berapa ? Jangan sampe erangan mereka mengganggu pasien lain… karena aku mendengarnya cukup keras… aku tengok ke dinding… kosong ngga’ ada jam dinding… aku lihat keluar… kearah pintu… mataku terbelalak… terkejut… shock… benar-benar kaget aku… lamat-lamat aku perhatikan… di antara pintu aku melihat seberkas sinar mengkilap… sambil terus menggoyang suster Wiwik… meninggalkan jilatan pada suster Anna… aku konsentrasi sejenak pada apa yang ada di belakang pintu… ternyata… pintupun terbuka… makin gila aku makin kaget… dan deg… jantungku tersentak sesaat… lalu lega… tapi… yang dateng ini dua temen suster yang sedang kupuaskan ini… kaya’nya kalo marah sich ngga’ bakalan.. mereka sepertinya telah cukup lama melihat adegan kami bertiga… jadi maksud kedatangannya hanya dua kemungkinan… mo nonton dari dekat atau ikutan… ternyata….&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Wah… wah… wah… rajin sekali kalian bekerja… sampe malem gini masih sibuk ngurus pasien… ” demikian kata salah seorang dari mereka…&lt;BR&gt;“Mari kami bantu ” demikian sahut yang lainnya yang berbadan kecil kurus dan berdada super… Jelas ini jawabannya adalah pilihan kedua.&lt;BR&gt;Merekapun langsung melepas pakaian dinas masing-masing… satu mengambil posisi di kanan ranjang dan satu ngambil posisi di kiri ranjang… secara hampir bersamaan mereka menciumi dada… leher… telinga dan semua daerah rangsanganku… akupun mulai lagi konsentrasi pada liang suster Anna… sementara kedua tanganku ambil bagian masing-masing… sekarang semua bagian tubuhku yang menonjol panjang telah habis digunakan untuk memuaskann 4 suster gatel…… malam ini… tidak ada sisa rupanya…. terus bagaimana kalo sampe ada satu lagi yang ikutan ?&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jari-jariku baik dari tangan kanan maupun kiri telah amblas dalam liang hangat suster-suster gatel tersebut… untuk menggaruknya kali… aku kocok-kocokkan keluar masuk ya lidahku… ya jariku… ya meriamku… rusak sudah konsentrasiku…&lt;BR&gt;Ini permainan Four Whell Drive ( 4 WD )atau bisa juga disebut Four Wheel Steering ( 4 WS )… empat-empatnya jalan semua… kaya’nya kau makin piawai dalam permainan 4DW / 4 WS ini karena ini kali dua aku mencoba mempraktekkannya.&lt;BR&gt;Lama sekali permainannya… sampe tiba-tiba suster Wiwik mengerang…. kesar dan panjang serta mengejang…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah suster Wiwik selesai… dan mencabut meriamku… suster Anna berbalik posisi dengan posisi 69… kami saling menghisap dan permainan berlanjut… sekali aku minta rotasi… yang di kananku untuk naik… yang di atas ( suster Anna ) aku minta ke kiri dan suster yang di kiri aku minta pindah posisi kanan.&lt;BR&gt;Tawaran ini tidak disia-siakan oleh suster yang berkulit agak gelap dari semua temannya… dia langsung menancapkan meriamku dengan gerakan yang menakjubkan… tanpa dipegang…. diambilnya meriamku yang masih tegang dengan liangnya dan langsung dimasukkan… amblas sudah meriamku dari pandangan. Diapun langsung menggoyang keras… rupanya sudah ngga’ tahan…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Benar juga sekitar 5 menit dia bergoyang sudah mengejang keras dan mengerang…. mengerang…. panjang serta lemas. Sementara tingal dua korban yang belum selesai… aku minta bantuan suster yang masih ada di sana untuk membantu aku balik badan… tengkurap… kemudian aku suruh suster yang pendek dan berdada besar tadi untuk masuk ke bawah tubuhku…. sedangkan suster Anna aku suruh duduk di samping bantal yang digunakan suster kecil tadi. Perlahan aku mulai memasukkan meriam raksasaku pada liang suster yang bertubuh kecil ini… sulit sekali… dan diapun membantu dengan bimbingan test…. Setelah tertancap… tapi sayangnya tidak dapat habis terbenam… rasanya mentok sekali… dengan bibir rahimnya… akupun mulai menggoyang suster kecil dan menjilati suster Anna. Mereka berdua kembali mendesah…. mengerang…. mendesah dan kadang mendesis… kaya’ ular.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku sulit sekali sebenarnya untuk mengayun pinggulku maju mundur…. jadi yang bisa aku lakukan cuman tetap menancapkan meriamku pada liang kenikmatan suster mungil ini sambil memutar pinggulku seakan meng-obok-obok liangnya… sedangkan dadanya yang aku bilang super itu terasa sekali mengganjal dadaku yang bidang… kenikmatan tiada tara sedang dinikmati si mungil di bawahku ini… dia mendesis tak keruan… sedang lidahku tetap menghajar liang kenikmatan suster Anna… sesekali aku jilatkan pada clitsnya… dia menggelinjang setiap kali lidahku menyentuh clitsnya… mendengar desisan mereka berdua aku jadi ngga’ tahan… maka dengan nekat aku keraskan goyangan pinggulku dan hisapanku pada suster Anna… dia mulai mengejang… mengerang dan kemudian disusul dengan suster yang sedang kutindih…. suster Anna sudah lemas… dan beranjak turun dari posisinya….&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku tekan lebih keras suster mungil ini…. sambil dadanya yang menggairahkan ini aku remas-remas semauku… aku sudah merasakan hampir sampe juga… sedang suster mungil masih mengerang…. terus dan terus… kaya’nya dia dapat multi orgasme dan panjang sekali orgasme yang didapatnya…. aku coba mengjar orgasmenya… dan…. dan…. berhasil juga akuhirnya… aku sodok dan benamkan meriamku sekuat-kuatnya… sampe dia melotot… aku didekapnya erat sekali… dan&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Adu…..uh enak sekali… ” demikian salah satu katanya yang dapat aku dengar.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Akupun ambruk diatas dada besar yang menggemaskan itu… lunglai sudah tubuh ini rasanya… menghabisi 4 suster sekaligus… suatu rekord yang gila… permainan Four Wheel Drive kedua dalam hidupku… pada saat mencabutnyapun aku terpaksa diantu suster yang lain…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Kasihan pasien ini nanti sembuhnya jadi lama… soalnya ngga’ sempet istirahat” kata suster yang hitam.&lt;BR&gt;“Iya dan kaya’nya kita akan setiap malam rajin minta giliran kaya’ malem ini ” sahut suster Wiwik.&lt;BR&gt;“Kalo itu dibuat system arisan saja ” kata suster Anna sadis sekali kedengarannya. Emangnya aku meriam bergilir apa ?&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Malam itu aku tidur lelaap sekali dan aku sempat minta untuk suster mungil menemaniku tidur, aku berjanji tiap malam mereka dapat giliran menemaniku tidur… tapi setelah mendapat jatah batin tentunya. Suster mungil ini bernama Ratih dan malam itu kami tidur berdekapan mesra sekali seperti pengantin baru dan sama-sama polos… sampe jam 4 pagi… dia minta jatah tambahan… dan kamipun bermain one on one ( satu lawan satu, ngga’ keroyokan kaya’ semalem ).&lt;BR&gt;Hot sekali dia pagi itu… karena kami lebih bebas… tapi yang kacau adalah udahannya… aku merasa sakit karena lukaku berdarah lagi… jadi terpaksa ketahuan dech sama yang lain kalo ada sesi tambahan… dan merekapun rame-rame mengobati lukaku…. sambil masih pengen lihat meriam dasyat yang meluluh lantakkan tubuh mereka semaleman.&lt;BR&gt;Abis gitu sekitar jam 5 aku kembali tidur sampe pagi jam 7.20 aku dibangunkan untuk mandi pagi. Mandi pagi dibantu oleh suster Dewi dan sempat diisep sampe keluar dalam mulutnya… nah suster Dewi ini yang kulitnya hitaman semalam. Nama mereka sering aku dapat setelah tubuh mereka aku dapat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Hari kedua&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Pagi jam 10 aku dibesuk oleh Dian dan Mita… mereka membawakan buah jeruk dan apel… aslinya sich aku ngga demen makan buah… setengah jam kami ngobrol bertiga. sampe suatu saat aku bilang pada Dian&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Aku mo minta tolong Ian… kepalaku pusing… soalnya aku dari semaleman ngga’ dapet keluar… dan aku ngga’ bisa self service ” demikian kataku membuka acara… dan akupun bercerita sedikit kebiasaanku pada Dian dengan bumbu tentunya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku cerita kalo biasa setiap kali mandi pagi aku suka onani kalo semalemnya ngga’ dapet cewek buat nemenin tidur… dan sorenya juga suka main lagi… Dian bisa maklum karena aku dulu sempat samen leven dengan Nana temannya yang hyper sex selama 8 bulan lebih… dia juga tahu kehidupanku tidak pernah sepi cewek. Dengan dalih dia mo bantu aku karena hal ini dianggap sebagai bales jasa menyelamatkan jiwa kakaknya… yang aku selamatkan dari keroyokan kemarin… sampe akhirnya aku sendiri masuk rumah sakit.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dia minta Mita adiknya keluar dulu karena malu, tapi Mita tau apa yang akan dilakukan Dian padaku… karena pembicaraan tadi di depan Mita. Sekeluarnya Mita dari kamar… Dian langsung memasukkan tangannya dalam selimutku dan mulailah dia meremas dan mengelus meriamku yang sedang tidur… sampe bangun dan keras sekali… setelah dikocoknya dengan segala macam cara masih belum keluar juga sedang waktu sudah menunjukkan pukul 10.45 berarti jam besuk tinggal 15 menit lagi maka aku minta Dian menghisap meriamku. Mulanya dia malu… tapi dikerjakannya juga… demi bales jasa kaya’ya… atau dia mulai suka ?&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Akhirnya keluar juga spermaku dan kali ini tidak diselimut lagi tapi dalam mulut Dian dan ini pertama kali Dian meneguk spermaku… juga pertama kali teman kuliahku ini ngisep punyaku… kaya’nya dia juga belum mahir betul… itu ketahuan dari beberapa kali aku meringis kesakitan karena kena giginya.&lt;BR&gt;Spermaku ditelannya habis… sesuai permintaanku dan aku bilang kalo sperma itu steril dan baik buat kulit… benernya sich aku ngga’ tau jelas… asal ngomong aja dan dia percaya… setelah menelan spermaku dia ambil air di gelas dan meminumnya… belum biasa kali. Aku tengok ke jendela luar saat Dian ambil minum tadi… ternyata aku melihat jendela depan yang menghadap taman tidak tertutup rapat dan aku sempat lihat kalo Mita tadi ngintip kakaknya ngisep aku…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jam 11.05 mereka berdua pamit pulang… selanjutnya aku aku makan siang dan tidur sampe bangun sekitar jam 3 siang. Dan aku minta suster jaga untuk memindahkanku ke kursi roda… sebelum dipindahkan aku diobati dulu dan diberi pakeaian seperti rok panjang terusan agak gombor. dengan kancing banyak sekali di belakangnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Pada saat mengenakan pakaian tersebut dikerjakan oleh dua suster shift pagi… suster Atty dan suster Fatima, pada saat mereka berdua sempat melihat meriamku… mereka saling berpandangan dan tersenyum terus melirik nakal padaku… aku cuek saja… pada saat aku mo dipindahkan ke kurasi roda aku diminta untuk memeluk suster Fatima… orangnya masih muda sekitar 23 tahunan kira-kira… rambutnya pendek… tubuhnya sekitar 159 Cm… dadanya sekitar 34 B… pada saat memeluk aku sedikit kencangkan sambil pura-pura ngga’ kuat berdiri… aku dekap dia dari pinggang ke pundak ( seperti merengkuh ) dengan demikian aku telah menguncinya sehingga dia tidak dapat mengambil jarak lagi dan dadanya pas sekali dipundakku… greeng… meriamku setengah bangun dapat sentuhan tersebut.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Agak tegak berdirinya Mas… berat soalnya badan Masnya ” kata suster Fatima.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Akupun mengikut perintahnya dengan memindahkan tangan kananku seakan merangkulnya dengan demikian aku makin mendekatkan wajahnya ke leherku dan aku dorong sekalian kepalaku sehingga dia secara ngga’ sadar bibirnya kena di leherku… sementara suster Atty membetulkan letak kursi roda… aku lihat pinggulnya dari berlakang… wah… bagus juga ya…&lt;BR&gt;Suster Fatima bantu aku duduk di kursi roda dan suster Atty pegang kursi roda dari belakang…pada saat mo duduk pas mukaku dekat sekali dengan dada suster Fatima… aku sempetin aja desak dan gigit dengan bibir berlapis gigi ke dada tersebut… karena beberapa terhenti aku dapat merasakan gigitan itu sekitar 2 detikan dech… dia diam saja… dan saat aku sudah duduk…. dan suster Atty keluar kamar…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Awas ya… nakal sekali ” kata suster Fatima sambil mendelik. Aku tau dia ngga’ marah cuman pura-pura marah aja&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Satunya belum Sus,” kataku menggoda…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Enak aja… geli tau ?” jawabnya sewot.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Nanti saya cubit baru tau ” lanjutnya sambil langsung mencubit meriamku… dan terus dia ngeloyor keluar kamar dengan muka merah… karena meriamku saat itu sudah full standing karena abis nge-gigit toket… jadi terangsang… “Sus… tolong donk saya di dorong keluar kamar” kataku sebelum sempat suster Fatima keluar jauh. Diapun kembali dan mendorongku ke teras kamar… menghadap taman. Aku bengong di teras… sambil menghisap rokokku… di pangkuanku ada novel tapi rasanya males mo baca novel itu… jadinya aku bengong saja sore itu di teras sambil ngelamun aku mikirin rencana lain untuk malam ini… mo pake gaya apa ya ?&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Tiba-tiba aku dikejutkan dengan telapak tangan yang menutup mataku… “Siapa ini ? Kok tangannya halus… dingin dan kecil… Siapa ni ? ” kataku… Terus dilepasnya tangan tersebut dan dia ke arah depanku… baru kutau dia Mita adik Dian. Kok sendirian ?&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Mana Mita ?” tanyaku…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Lagi ketempat dosennya mo ngurus skripsi” jawab Mita.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Jadi ngga’ kesini donk ? ” tanyaku penasaran.&lt;BR&gt;“Ya ngga’ lah… ini saya bawain bubur buatan Mama” katanya sambil mendorongku masuk kamar… dia letakkan bubur itu di atas meja kecil samping ranjang.&lt;BR&gt;Terus kami ngobrol… sekitar 10 menit sampe aku bilang “Mit… ach ngga’ jadi dech… ” kataku bingung gimana mo mulainya… maksudku mo jailin dia untuk ngeluarin aku seperti yang dilakukan kakaknya tadi pagi… bukankah dia juga udah ngintip… kali aja dia pengen kaya’ kakaknya… mumpung lagi cuman berduaan…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Kenapa Kak ?” aku tak menjawab hanya mengernyitkan dahi saja…&lt;BR&gt;“Pusing ya ?” tanyanya lagi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Iya ni… penyakit biasa” kataku makin berani… kali bisa…&lt;BR&gt;” Kak… gimana ya ? Tadi khan udah ? ” katanya mulai ngerti maksudku… tapi kaya’nya dia bingung dan malu… merah wajahnya tampak sekali.&lt;BR&gt;“Mit… sorry ya… kalo kamu ngga’ keberatan tolongin Kakak donk… ntar malem Kakak ngga’ bisa tidur… kalo… ” kataku mengarah dan sengaja tidak menyelesaikan kata-kataku supaya terkesan gimana gitu….&lt;BR&gt;“Iya Mita tau Kak… dan kasihan sekali… tapi gimana Mita ngga’ bisa… Mita malu Kak… ”&lt;BR&gt;“Ya udah kalo kamu keberatan… aku ngga’ mo maksa… lagian kamu masih kecil…”&lt;BR&gt;“Kak… Mita ciumin aja ya… supaya Kakak terhibur… jangan susah Kak… kalo Mita sudah besar dan sudah bisa juga mau kok bantuin Kak Jossy kaya tadi pagi ” kata dia sambil mencium pipiku.&lt;BR&gt;“Iya dech… sini Kak cium kamu ” kataku dan diapun pindah kehadapanku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dia membungkuk sehingga ada kelihatan dadanya yang membusung… aduh…. gila… usaha harus jalan terus ni… gimana caranya masa bodo… harus dapet… aku udah pusing berat.&lt;BR&gt;Dan Mitapun memelukku sambil membungkuk… aku cium pipinya, dagunya… belakang telinganya kadang aku gigit lembut telinganya… pokoknya semua daerah rangsangan… aku coba merangsangnya… ciuman kami lama juga sampe nafasnya terasa sekali di telingaku.&lt;BR&gt;Tangaku mencoba meremas dadanya… diapun mundur… mo menghidar…&lt;BR&gt;“Mit… gini dech… aku sentuh kamu saja… ngga’ ngapain kok… supaya aku lebih tenang nanti malem ”&lt;BR&gt;“Maaf Kak… tadi Mita kaget… Mita ngerti kok… Kak Joss gini juga gara-gara Mas Anton ” jawabnya penuh pengertian… atau dia udah kepancing ?&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Diapun kembali… mendekat dan kuraih dadanya… aku remas…dan dia kembali menciumku… dari tadi tidak ada ciuman bibir hanya pipi dan telinga… saling berbalasan… sampe remasanku makin liar dan mencoba menyusup pada bajunya… melalui celah kancing atasnya.&lt;BR&gt;Tangan Mita mulai turun dari dadaku ke meriamku… dan meremasnya dari luar…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Aduh… enak sekali Mit… terusin ya… sampe keluar… biar aku ngga’ pusing nanti ” kataku nafsu menyambut kemajuannya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Lama remasan kami berlangsung… sampe akhirnya Mita melorot dan berjongkok di depanku dan menyingkap pakaianku… dia mulai mo mencium meriamku… dengan mata redup penuh nafsu dia mulai mencium sayang pada meriamku.&lt;BR&gt;” Masukin saja Mit… ” kataku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mitapun memasukkan meriamku dalam mulut mungilnya… sulit sekali tampaknya… dan penuh sekali kelihatan dari luar… dia mulai menghisap dan aku bilang jangan sampe kena gigi…&lt;BR&gt;Tak perlu aku ceritakan proses isep-isepan itu… yang pasti saat aku ngga’ tahan lagi… aku tekan palanya supaya tetap nancep… dan aku keluarkan dalam mulut mungil Mita… terbelalak mata Mita kena semprot spermaku.&lt;BR&gt;” Telen aja Mit… ngga’ papa kok ” kataku…&lt;BR&gt;Diapun menelan spermaku… lalu dicabutnya dari mulut mungil itu… sisa spermaku yang meleleh di meriamku dan bibir mungilnya dilap pake tissue… dan dia lari ke kamar mandi…. sedang aku merapikan kembali pakaianku yang tersibak tadi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ada orang datang… kelihatan dari balik kaca jendela… ” Sorry Joss… aku baru bisa dateng sekarang… ngga’ dapet pesawat soalnya ” kata Bang Johnny yang datang bersama dengan kak Wenda dan Winny…&lt;BR&gt;“Iya ini juga langsung dari airport ” kata Kak Wenda.&lt;BR&gt;“Kamu kenapa si… ceritanya gimana kok bisa sampe kaya’ gini ?” tanya Winny…&lt;BR&gt;“Lha kalian tau aku di sini dari mana ?” tanyaku bingung.&lt;BR&gt;“Tadi malem kami telpon ke rumah ngga’ ada yang jawab sampe tadi pagi kami telpon terus masih kosong” kata Kak Wenda.&lt;BR&gt;“Aku telpon ke rumahnya Donna yang di Kertajaya kamu ngga’ di sana… aku telpon rumahnya yang di Grand Family juga kamu ngga’ ada, malah ketemu sammy di sana” kata Winny.&lt;BR&gt;“Sammy bilang mo bantu cari kamu… terus siang tadi Donna telpon katanya dia abis nelpon Dian dan katanya kamu dirawat di sini dan dia cerita panjang sampe kamu masuk rumah sakit ” kata Winny lagi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mereka tuh semua dari Jakarta karena ada saudara Kak Wenda yang menikah… dan rencananya pulangnya kemarin sore… pantes Kak Wenda telpon aku kemarin mungkin mo bilangin kalo pulangnya ditunda. Malah dapet berita kaya’ gini.&lt;BR&gt;Mita keluar dari kamar mandi yang ada dalam kamarku itu kaget juga tau banyak orang ada di sana dan dia kaya’nya kikuk juga…&lt;BR&gt;Setelah aku perkenalkan kalo ini Mita adiknya Dian dan kemudian Mita pamit mo jenguk kakaknya diruang lain.&lt;BR&gt;Kamipun ngobrol seperginya Mita dari hadapan kami. Winny memandangku dengan sedih… mungkin kasihan tapi juga bisa dia cemburu sama Mita… ngapain ada dalam kamar mandi dan sebelumnya cuman berduaan aja sama aku di sini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Selanjutnya tidak ada cerita menarik untuk diceritakan pada kalian semua… yang pasti mereka ngobrol sampe jam 5.20 karena minta perpanjangan waktu dan jam 5 tadi Mita datang lagi cuman pamit langsung pulang. Malamnya seperti biasa… kejadiannya sama seperti hari pertama… mandi sore diisep lagi… kali ini sustenya lain… dia suster Fatima yang sempet aku gigit toketnya tadi siang. Dan malemnya aku main lagi… dan tidur dengan suster Wiwik… suster Anna off hari itu… jadi waktu main cuman suster Wiwik, suster Ratih dan suster Dewi…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;TAMAT&lt;/P&gt;toket susterremas toket sustercerita seks suster rumah sakitngisep toket sustercerita seks rambut panjangcerita megang toket cewek lagi tidur tidak ketahuanMandi Ciuman pegang toketkumainkan puting merekaKenapa kalo cewe di pegang toket nya sakitorgasme-bersama-suster-rumah-sakit html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-3383586777476634886?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/3383586777476634886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/3383586777476634886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/suster-suster-rumah-sakit.html' title='Suster Suster Rumah Sakit'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-6014809432383763530</id><published>2011-03-08T03:06:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T03:06:00.290-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bertemu'/><title type='text'>Bertemu ABG Mall</title><content type='html'> &lt;P&gt;Bagi pembaca yang baru kali ini membaca ceritaku, ijinkan aku memperkenalkan diri. Aku biasa dipanggil Wawan. Aku berumur 24 tahun dan saat ini masih berstatus mahasiswa di salah satu PTS di Jakarta. Sebuah status yang ingin secepatnya kutanggalkan, agar aku bisa segera menjadi sarjana. Tinggal skripsi yang masih menghadang langkahku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Seperti telah kuceritakan pada cerita-ceritaku terdahulu, aku telah mempunyai bisnis sendiri, dimana hasilnya lebih dari cukup utk membiayai kuliah dan hidupku di ibukota ini. Termasuk tentunya untuk “biaya kenakalan laki-laki”, hehe..&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Siang itu aku sedang suntuk sehabis berjam-jam menghabiskan waktu di depan notebook untuk mengerjakan salah satu proyek dari klienku. Memang aku ingin secepatnya menyelesaikan proyek ini, mengingat nilainya yang cukup besar. Terbayang nikmatnya berlibur di Bali atau Lombok bila nanti telah menerima pembayaran dari klienku ini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Karena perut sudah keroncongan, aku segera mengambil kunci mobilku dan pergi ke mal di daerah Jakarta Barat untuk makan siang. Memang di kulkas kamar kostku cuma tersisa sepotong pizza bekas semalam. Tiba di mal tersebut, aku menuju KFC untuk makan siang.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Seperti biasa, sehabis makan siang aku cuci mata melihat-lihat toko di mal tersebut. Setelah itu, aku mampir di studio 21 yang terletak di lantai 3 mal itu untuk melihat-lihat film yang sedang diputar. Memang rencananya kalau ada film yang bagus aku ingin nonton untuk refreshing sebelum memulai mengerjakan proyekku lagi nanti malam.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Saat memasuki lobby, setelah melewati lorong yang dipergunakan untuk bermain video-game, kulihat seorang gadis manis sedang duduk sendiri sambil memainkan handphonenya. Aku seperti merasakan “deja vu”. Teringat olehku pengalaman beberapa waktu lalu saat mau menggoda seorang gadis sendirian di lobby studio 21, yang ternyata membawa cowoknya. Tetapi tak mengapa, aku sok nekat saja duduk di sebelahnya sambil tersenyum. Dia juga membalas tersenyum sambil kemudian kembali sibuk dengan hpnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ren..lo ada dimana sih ? Cepetan dong gue udah di lobby nih” katanya.&lt;BR&gt;“Ya udah..cepetan deh” ujarnya lagi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sedang nunggu pacar ya ?” tanyaku sok akrab&lt;BR&gt;“Nggak kok mas. Teman.” sahutnya singkat sambil tersenyum.&lt;BR&gt;“Mas sendirian aja ?” tanyanya lebih lanjut&lt;BR&gt;“Wah agresif juga nih cewek” pikirku. “Iya sendirian aja. Mau nemenin? Jalan yuk” tanyaku nakal.&lt;BR&gt;“Mau ngajak kemana ?” tanyanya&lt;BR&gt;“Jalan-jalan aja” sahutku. Dia tersenyum lagi menambah manis wajahnya yang berbibir tipis itu.&lt;BR&gt;Aku punya perasaan dia ini ABG nakal yang sering nongkrong di mal-mal mencari mangsa.&lt;BR&gt;“Oh ya, namanya siapa ?” tanyaku&lt;BR&gt;“Elis” sahutnya sambil mengulurkan tangannya&lt;BR&gt;“Wawan” kataku menyambut uluran tangannya. Kuperhatikan penampilan Elis, gadis manis ini. Rambutnya sebahu dgn wajah yang manis. Berpakaian kaos ketat dipadu celana jeans. Buah dadanya tampak menonjol ranum di balik kaos ketat yang dipakainya. Terbayang nikmatnya bila aku bisa merasakan kenyalnya buah dada ranum ABG manis ini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Nggak sekolah ?” tanyaku lebih lanjut&lt;BR&gt;“Nggak sedang bolos. Males sih..”&lt;BR&gt;“Emang sekolah dimana ?”&lt;BR&gt;Dia kemudian menyebutkan salah satu SMU Negeri di wilayah Jakarta Barat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Hey..sori ya gue telat”. Tiba-tiba seorang gadis menyapa.&lt;BR&gt;“Sialan lo.., gue udah nunggu lama tau..” sahut Elis pada sang gadis.&lt;BR&gt;Kulihat si gadis yang baru datang, dan mataku terkagum-kagum melihat penampilannya. Wajahnya sangat cantik, dengan rambut panjang, mirip dengan Ratu Felissa bintang sinetron remaja yang terkenal itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ren, ini kenalin teman gue” katanya mengenalkanku.&lt;BR&gt;Kami segera berkenalan. Kemaluanku semakin berontak saat jemarinya yang halus sedikit kuremas saat kami berjabat tangan. Ternyata namanya Rena. Tanktopnya yang seksi semakin menambah hot penampilannya. Tetapi kulihat buah dadanya tidak sebesar kepunyaan temannya. Akan tetapi kulit tubuhnya yang putih mulus menyebar aroma seksual yang tinggi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Mau kemana nih mas ? Kita makan dulu aja yuk ?” ajak Elis.&lt;BR&gt;Akhirnya kami bertiga pergi ke sebuah restoran fast food. Saat kami berjalan, banyak cowok yang memperhatikan tingkah laku kedua ABG ini dengan pandangan bernafsu. Terutama kepada Rena yang memang sangat cantik itu. Karena sudah makan, aku hanya memesan minum saja untukku, sementara mereka menikmati makan siangnya. Sambil menikmati pesanan masing-masing, kami berbincang-bincang. Kupancing-pancing mereka, agar aku yakin mereka bisa kuajak check-in nanti. Aku tidak mau kecele, setelah mengeluarkan uang banyak untuk mereka ternyata mereka tidak bisa dinikmati, hehe..&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Ingin segera aku merasakan kehangatan dan kemulusan tubuh belia mereka. Akan tetapi, ternyata tidak semudah itu. Banyak proses yang harus dilalui, alias ada biaya yang harus dikeluarkan terlebih dahulu. Sesudah makan, mereka minta dibelikan pulsa HP, terus belanja baju, dll. Tetapi tak apalah, pikirku. Kebetulan baru minggu lalu aku menerima pembayaran dari salah seorang klienku. Memang kalau mau barang bagus ada harga yang harus dibayar. Apalagi terbayang nikmatnya apabila aku bisa menyetubuhi kedua gadis ABG ini secara bersamaan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Yuk jalan. Pusing nih di mal terus” kataku setelah mereka selesai berbelanja. Memang aku sudah menentukan limit pengeluaran bagi mereka. Disamping itu, aku sudah tidak tahan ingin segera menikmati tubuh seksi Elis dan wajah cantik Rena.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mereka akhirnya setuju dan kami menuju tempat parkir. Kukebut mobilku menuju hotel jam-jaman langgananku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;=====&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Singkat cerita, kami telah berada di dalam kamar hotel. Tak menunggu lama lagi, langsung kuraih wajah cantik Rena dan kulumat bibirnya. Leher dan pundaknya yang putih mulus segera kucium dan kujilati. Setelah itu, wajah manis Elis menjadi sasaranku. Saat kuciumi bibirnya yang tipis, kuremas buah dadanya dari balik kaosnya yang ketat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Buka dulu aja mas..” bisik Rena saat aku masih sibuk menikmati menciumi dan meremasi tubuh temannya.&lt;BR&gt;“Bukain ya” kataku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku menghentikan ciumanku pada wajah manis Elis, dan mereka berdua kemudian melucuti pakaianku.&lt;BR&gt;Tak lama aku telah berdiri hanya dengan mengenakan celana dalam saja. Keadaan itu tidak berlangsung lama, karena jemari lentik Rena segera menarik celana dalamku. Kemaluanku yang telah menegang segera berdiri dengan gagahnya di depan kedua ABG ini. Mata mereka agak sedikit kaget melihat ukuran kejantananku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Besar sekali mas. Rena suka..” kata si ABG cantik sambil tangannya mulai mengocok-ngocok penisku perlahan. Sementara Elis tidak berkomentar, hanya bibirnya yang tipis sedikit terbuka. Matanya memandang kemaluanku dengan gemas. Mereka berdua telah berjongkok di depanku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Rasa hangat segera menjalari kemaluanku saat Rena mulai memasukkan batang kejantananku ini ke dalam mulutnya yang mungil. Kepalanya mulai dimaju mundurkan menikmati kelelakianku. Kupandang ke bawah tampak wajah cantik gadis ini dengan pipi yang sedikit menonjol disesaki alat vitalku. Sementara Elis menciumi dan menjilati pahaku menunggu giliran.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sesaat kemudian, Rena mengeluarkan penisku dari mulutnya, dan Elis langsung meraihnya dengan bernafsu. Dijilatinya terlebih dahulu mulai dari kepala sampai ke pangkal batangnya, dan perlahan dia mulai menghisap kemaluanku. Terkadang gadis seksi ini bergumam gemas saat menikmati kejantananku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku tarik tubuh Rena sehingga dia berdiri di sebelahku. Kemudian kembali dengan gemas kuciumi wajah cantiknya. Rena dengan bergairah membalas pagutanku. Ciuman dan jilatannya kemudian beralih ke puting dadaku. Sementara kemaluanku masih menjejali mulut Elis, temannya yang seksi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Wajah cantik Rena yang sedang menjilati puting dadaku membuatku semakin gemas ingin menyetubuhinya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ayo buka pakaiannya dong sayang..” kataku.&lt;BR&gt;Rena menurut. Dibukanya tanktop dan BH yang dikenakannya. Tak ketinggalan juga celana jeans ketatnya. Dia tampak semakin cantik dengan hanya memakai celana dalam hitam berenda.&lt;BR&gt;“Biarin aja Ren., kamu lebih seksi pakai itu” kataku saat dia ingin membuka celana dalamnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Segera kutarik kembali Rena kedalam pelukanku. Kujilati puting buah dadanya. Memang buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi bentuknya yang mencuat dengan puting merah mudanya sangat merangsang sekali.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ahh…ssstt…” erangan nikmat keluar dari mulut Rena. Erangan ini semakin keras terdengar saat jemariku mengusap-usap liang nikmatnya. Desahan Rena diselingi dengan gumaman nafsu Elis yang masih berjongkok menikmati kemaluanku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Jemariku merasakan vagina Rena telah lembab oleh cairan nafsu. Wajahnya yang sangat cantik tampak menggairahkan saat dia mengerang-erang nikmat disetubuhi jemariku. Puting payudaranya juga telah mengeras karena jilatan lidahku. Ingin segera kusetubuhi ABG cantik ini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sebentar ya Lis..”kataku sambil mencabut penisku dari jepitan bibir tipis Elis. Setelah itu, kutarik Rena menuju tempat tidur. Kusibakkan celana dalamnya, dan kuarahkan penisku ke dalam liang nikmatnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Pelan-pelan ya mas..” desahnya perlahan.&lt;BR&gt;Kemaluanku mulai menerobos alat vital ABG cantik ini. Erangannya semakin menjadi. Tangannya tampak meremas sprei ranjang. Mulutnya setengah terbuka, dan matanya terpenjam.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ahhhh…ahhhh” desah gadis cantik ini saat aku mulai menggenjot kelaminku di dalam alat vitalnya. Karena sempitnya kelamin gadis cantik ini, baru setelah beberapa kali genjotan penisku berhasil menerobos lebih dalam, walau mungkin hanya dua pertiga batang kemaluanku yang berhasil masuk. Ranjang mulai mengeluarkan deritan-deritan seirama dengan goyangan tubuhku menikmati sempitnya liang vagina Rena. Tubuh mulus Rena mengelinjang-gelinjang merasakan hujaman penisku yang menyesaki liang vagina gadis belia ini. Sementara Elis, temannya yang seksi dengan bergairah menonton adegan kami.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Kamu buka juga dong Lis” kataku. Elis kemudian membuka kaos ketatnya dan celana jeansnya.&lt;BR&gt;“Biarin aja pakaian dalamnya Lis..” ujarku lagi saat dia ingin membuka BHnya. Elis kemudian kuminta mendekat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kuhentikan hujaman penisku di kelamin Rena sejenak, dan kuminta dia merubah posisi. Aku segera berbaring di tempat tidur sementara si cantik Rena menaiki tubuhku. Diarahkannya kembali kelaminku ke dalam vaginanya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ahhhh….” erangnya kembali saat penisku menerobos liang nikmatnya. Dia kemudian menggoyang-goyangkan tubuhnya menikmati kejantananku. Kuraih wajah manis Elis yang ada di sebelahku, dan kami langsung berciuman dengan bergairah. Kuremas buah dadanya yang besar, dan kuangkat daging kenyal ranum ini sehingga keluar dari cup BHnya. Tampak luar biasa seksi Elis saat itu, dengan wajahnya yang manis dan kedua payudaranya yang mencuat keluar. Puting susunya yang kecoklatan segera menjadi santapanku.&lt;BR&gt;“Sstttthhhh….sstttt” erangnya saat kujilati dan dengan gemas kuhisapi buah dadanya yang kenyal itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sementara Rena, temannya yang cantik, masih menggoyang-goyangkan tubuhnya yang mulus di atas selangkanganku. Matanya terpejam dengan wajah yang memerah menambah ayu wajah cantiknya. Tanganku memilin-milin puting buah dadanya. Sementara Elis mulai menjilati puting dadaku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ahhhhh……” erang Rena panjang saat dia mengalami orgasmenya. Tubuhnya mengejang beberapa saat, kemudian lunglai di atas tubuhku. Kuciumi pundaknya yang putih halus beberapa saat, sebelum kugulingkan tubuhnya kesebelahku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Giliranmu Lis..” kataku. Elis langsung menghentikan hisapannya pada puting dadaku, dan dengan bergairah dia menggantikan posisi Rena. Disibakkannya celana dalamnya, dan diarahkannya kelaminku ke liang surganya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ihhh..gede banget…iihhhh” desahnya saat penisku menerobos vaginanya. Ranjang kembali berderit keras saat dengan bernafsu Elis menggoyang-goyangkan tubuhnya menikmatiku. Buah dadanya yang kenyal berguncang-guncang menggemaskan saat ia menyetubuhiku. Terkadang karena gemas, kutarik tubuhnya agar aku bisa menghisapi puting payudaranya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Bosan dengan posisi ini, kuminta Elis menungging sambil memegang tepian bagian kepala ranjang. Kusodokkan penisku kembali ke dalam bagian tubuhnya yang paling vital, dan erangan Elis kembali terdengar ditimpali dengan suara derit ranjang.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ihh..ihh..” desahnya saat kusetubuhi dia dari belakang. Pantatnya yang montok terlihat sangat merangsang. Sementara kulihat Rena tak berkedip melihat temannya sedang disetubuhi secara “doggy-style”.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Sini Ren” panggilku. Saat dia menghampiriku, langsung kembali kuciumi wajahnya yang sangat cantik itu. Sementara itu tanganku memegang pinggang Elis, temannya, sambil sesekali menepuk-nepuk pantatnya yang padat.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Ihh..ihh.. Elis sampai mas…ihhhh..” erang Elis saat mencapai orgasmenya. Kulepaskan penisku dari dalam vaginanya. Sementara itu, aku masih sibuk melayani ciuman Rena. Penisku yang masih tegang sehabis menikmati vagina temannya, langsung diraih dan dikocok-kocoknya perlahan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sesaat kemudian kubalikkan tubuh Elis, dan kunaiki tubuhnya. Kujepitkan kemaluanku di antara gunung kembarnya yang besar. Kugoyangkan tubuhku menikmati kekenyalan buah dada Elis. Sementara Rena menyodorkan payudaranya ke mulutku untuk kunikmati.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Rasa nikmat yang luar biasa menjalari syaraf kemaluanku. Aku merasa sudah tak tahan lagi membendung orgasmeku. Kulepaskan pagutanku dari buah dada Rena, dan semakin cepat kugoyangkan tubuhku menikmati jepitan buah dada Elis. Tak lama kemudian, aku menjerit nikmat saat berejakulasi di buah dada ranumnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;=====&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah membersihkan diri, kami bertiga tiduran sambil istirahat di atas ranjang. Elis di sebelah kiriku dan Rena di sebelah kanan. Aku masih telanjang, sementara mereka hanya mengenakan celana dalam saja. Elis telah melepas BHnya yang basah karena ejakulasiku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Mas mainnya hebat banget …” kata Rena sambil tersenyum manis.&lt;BR&gt;“Iya..kita berdua aja dibuat kewalahan…”sahut Elis sambil mengusap-usap dadaku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Habis kalian cantik-cantik sih. Jadi nafsu nih” jawabku asal.&lt;BR&gt;“Pasti ceweknya si mas puas banget ya Lis..” kata Rena pada temannya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Yang gemesin ini lho..gede banget ukurannya. Coba cowokku segede ini..” kata Elis sambil mulai mengusap-usap kemaluanku.&lt;BR&gt;“Iya.Rahasianya apa sih mas ? Biar nanti Rena kasih tahu cowok Rena, supaya bisa bikin Rena puas..” Tangannya yang halus juga mulai merabai kemaluanku yang mulai menegang kembali.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Mas, buat kenang-kenangan Rena video ya..” ujar Rena tiba-tiba, sambil bangkit mengambil HPnya.&lt;BR&gt;“Jangan ah. Udah nggak usah” tolakku.&lt;BR&gt;“Ah..nggak apa mas. Habis mr.happy-nya gemesin banget deh..Rena nggak ambil mukanya kok..” sahutnya.&lt;BR&gt;“Awas, bener ya. Jangan kelihatan mukanya lho” kataku.&lt;BR&gt;“Mas berdiri di sini aja biar lebih jelas. Terus elo isepin Lis.. Ntar gantian” katanya bak sutradara kawakan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kuturuti kemauannya. Aku bangkit dan berdiri di samping ranjang. Elis kemudian berjongkok di depanku, dan mulai menjilati kemaluanku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Rambut lo Lis..jangan nutupin” kata Rena sambil mulai merekam adegan itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kubantu Elis menyibakkan rambutnya, dan dia mulai mengulum kemaluanku. Kunikmati jepitan bibir tipis Elis di batang kemaluanku. Tangannya yang halus mengelus-elus buah zakarku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Rena merekam adegan kami dengan antusias. Aku mengerang nikmat, sambil tanganku membantu menyibakkan rambut Elis yang sedang sibuk menikmati kemaluanku. Cukup lama gadis ABG seksi ini menyalurkan nafsunya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sementara tampak Rena sangat terangsang melihat temannya menikmati penisku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Lis..gantian gue dong..” katanya beberapa saat kemudian.&lt;BR&gt;Hpnya diserahkan ke Elis, dan gantian Rena sekarang yang berjongkok di depanku. Disibakkannya rambutnya kesamping agar temannya dapat merekam adegan dengan jelas. Dijilatinya perlahan seluruh batang kemaluanku. Lubang kencingku digelitik dengan lidahnya, kemudian mulutnya mulai mengulum perlahan batang kemaluanku.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Jangan pakai tangan Ren..” kata Elis yang sedang merekam adegan kami.&lt;BR&gt;Rena kemudian melepas tangannya yang memegang batang kemaluanku, dan ia memaju mundurkan kepalanya menikmati jejalan penisku di mulutnya. Sesaat kemudian dia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya dan, tetap dengan tanpa memegang penisku, menjilatinya sambil bergumam gemas. Kemudian dihisapnya kembali kemaluanku dengan bernafsu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Mendapat perlakuan seperti ini bergantian dari kedua gadis belia, aku merasa tak lama lagi akan mencapai kepuasan.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Arrghh.. hampir sampai nih..” erangku.&lt;BR&gt;“Mas yang ambil ya..” kata Elis sambil menyerahkan hp padaku. Dia kemudian berjongkok bersama dengan Rena. Diambilnya penisku dari mulut temannya dan dikocok-kocoknya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku tak tahan lagi. Sambil merekam adegan, aku berejakulasi membasahi wajah manis kedua gadis ABG ini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;——————-&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Setelah beristirahat sejenak, aku memesan minuman. Sambil menunggu pesanan datang, aku meminta hp Rena. Aku ingin memastikan wajahku tidak terlihat di rekaman video yang tadi diambil.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kami mengobrol beberapa lama di kamar hotel itu, sebelum beranjak pulang menjelang malam. Kuantar mereka kembali ke mal tempat aku bertemu dengan mereka. Kuberi mereka uang taksi secukupnya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“Makasih ya Mas. Sering-sering telpon kita ya..” ujar Rena saat turun dari mobil.&lt;BR&gt;“Ok, daaggh..” kataku pada mereka berdua.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Aku segera menjalankan mobilku kembali menuju tempat kost. Sehabis makan malam, aku melanjutkan mengerjakan proyek dari klienku. Pikiranku telah menjadi fresh kembali setelah diservis oleh Rena dan Elis, ABG Mal yang cantik.&lt;/P&gt;cerita seks abgcerita seks di mallBERTEMU DI MALL DENGAN ABG CANTIKcerita bebas abgcerita bertemu di mallcerita manisnya abg nakalseks dengan abg malllwww cerita sek gadis abg cantik putih 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-6014809432383763530?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/6014809432383763530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/6014809432383763530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/bertemu-abg-mall.html' title='Bertemu ABG Mall'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-2061014044700946950</id><published>2011-03-07T14:23:00.001-08:00</published><updated>2011-03-07T14:23:21.138-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nafsu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merangkai'/><title type='text'>Merangkai Nafsu</title><content type='html'> &lt;P&gt;“cerita ini adalah murni karanganku sendiri mudah2an bisa menghibur pembaca dan ini adalah cerita karangan saya yang kedua,mohon pertunjuk dan bimbingan dalam pengeditan bila ada kesalahan dalam kata2 dan semoga pembaca puas dan mupeng”&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“saya sudah berkeluarga dan saya juga seorang pengusaha,dalam kehidupan kami serba cukup,saya tinggal di daerah jakarta barat,tepatnya kami tinggal daan mogot di komplek c (nama komplek tidak saya jelaskan)dalam keluarga kami ada dua pembantu yang satu mengurus anak2,saya mempunyai 4 anak2 yg cantik,&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;“pembantu saya bernama u dan biasanya kami panggil nama mbak urip dan yang satu lagi bernama mbak siti,dan mbak urip dulu sudah pernah berkeluarga,sekarang mbak urip sudah cerai dengan suaminya dengan setatusnya janda dan dengan body yang luar biasa seksi,kalau dilihat dari depan buah dadanya serasa mau loncat keluar saking besarnya sampai mangkok bh aja tidak cukup,dan kalau nampak dari&lt;BR&gt;belakang terlihat pantat nungging bulat besar kalau ia sedang jalan pinggul nya bro bisa bikin si ntong berdiri”,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“sedangkan mbak siti masih gadis berambut panjang buah dada tidak begitu besar paling ukurannya bh32 pinggulnya biasa2 aja,kalau dibanding antara mbak urip dan siti masing2 ada daya tarik tersendiri,masalah dalam keluarga saya, mbak urip lah selalu mengurus anak kami karena dia lebih berpengalaman dalam mengasuh anak2,dan mbak siti bagian mengurus rumah tangga kerjanya mencuci dan memasak,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“dalam kehidupan keluarga kami rukun2 saja , saya boleh dikata adalah suami yang belibido cukup tinggi,sewaktu saya masih lajang aja saya sudah mengenal namanya seks,saya semasa lajang aja sering berhubungan seks dengan teman wanita yang kerja sekantor,setelah punya usaha dan menikah aku masih juga suka namanya seks, ini juga sudah kebiasaan,sudah tabiatnya ya susah untuk berobah,kadang2 kalo lagi ngumpul dengan teman ke pub minum2,dan ujung2nya pasti cari bookingan,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“dalam kehidupan seks dengan istri saya pasti kami lakukan semingu tiga atau empat kali,setiap hubungan dengan istriku pasti istriku selalu mendapat kepuasan,dan selalu melakukan dua atau tiga ronde,ya namanya juga libido tinggi,selebihnya pasti curi2 cari wanita diluar&lt;/P&gt;&lt;P&gt;,dan pada malam minggu saya sedang menonton filem bokep dan istri saya mulai bergairah dia langsung buka seleting celanaku dan akupun membantu membuka seluruh pakaianku,batang kemaluanku digenggam istriku ,lalu elus dan dikocok halus lalu dia menciumku dan membisik pa..aduh ..ma lagi kepengen banget , liat tuh punya papa sudah bangun, keras lagi,dan maunya papa di apain,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“lalu saya menjawab diisap aja ma,,papa..lagi kepengen nih,dan..istri saya langsung kepalanya menuju turun keselangkang lalu dijilat bijiku lalu lidahnya kembali menuju batang kemaluanku dan di jilat di ujung kemaluaan saya dan mengulum sambil menyedot sehingga batang kemaluanku berdenyaut2 sampai membuat saya melayang2, saking nikmatnya aku mendesisi sstt… ssttt…..okkhh…”.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“pada saat istri saya sedang isap batang kejantannanku tiba2 tampa sengaja saya menengok kepintu, lupanya pintu kamar saya lupa konci terbuka sedikit, saya melihat ada sesosok bayangan sedang berdiri didepan pintu kamar tidur kami,saya sudah tahu dia tak lain adalah mbak urip sedang mengintip saya lagi brhubungan dengan istri saya,dan saya sengaja makin menjadi2 dengan suara erangan yang bikin mbak urip makin gak tahan, setelah gak lama batang saya di jilat istriku lalu saya buka seluruh pakaian istriku,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“lalu kami melakukan kiss yang cukup lama sambil menonton bokep,lalu gantian saya menjilat vagina istri,lidah saya terus berputar disekitar itil kemaluan,ternyata usaha saya menjilat di sekitar itil istriku membuat dia mengangkat dan menyongsong pantatnya lebih kemuka saya,akhir banjir lendir okhhh….pa…duh….akhhh…. dan istri saya dengan suara rintihan,suara desahan itulah benar2 membikin si pengintip makin salah tingkah,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“lalu istri saya meminta saya untuk memasuki batang kejantanan saya ke vaginanya yang ternyata sudah sangat basah dengan dipenuhi lendir2 di permukaan lubang vagina istri saya, dan batang kemaluanku segera kuancang ke gerbang vagina,pelan2 kutekan sampai masuk,terdengar bunyi blesssss…segera pantatku kuayunkan maju mundur dengan bergerak seiring suara rintihan dari tayangan filem bokep kocokan yg sebentar pelan dan sebentar kencang dengan iringan ayunan pantat istriku,dan tidak&lt;BR&gt;berselang beberapa lama lalu istri saya berkata,pa koq punya papa enak ya…lubang vagina mama geli banget..okhhhh…ssstttt….pa…mama gak tahan,kemmbali saya juga sengaja mengeluarkan desahan membuat istriku dan si pengintip tambah keberingsetan,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;hampir satu jam lebih kami bersetubuh akhirnya istri saya berteriak…pa,,,mama…dah sampe ssttt…okhhhh…akhhh…..akhhh…sambil melepaskan orgasme,saya sendiri masih belom keluar,dan terus aja batangku menkocok di dalam lubang kenikmatan,dan istri saya berkata udah ya pa…mama…ngilu banget papa kuat banget sih,mama jadi kewalahan nih istilahat dulu ya pa…dan saya menurut lalu kucabut batangku dari vagina istri saya, dalam keadan berlumuran lendir sperma istriku&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“sembali istilahat mata saya mengeling kepintu kamar,dan saya sudah tidak melihat lagi sipengintip didalam pikiranku sedang berpikir apa yang sedang diperbuat setelah mengintip kejadian tersebut,kurang dari lima menit kulihat istriku terbaling dengan pulas,tampa memikir kalo suaminya belom keluar,batang kemaluan saya masih berdiri kaya tuguh monas,tampa memakai celana saya langsung keluar dari kamar mau menuju dapur untuk minum.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“tiba2 saya mendengar suara rintihan dari kamar mandi,lalu kuhampiri dan ternyata pintu kamar tidak terkunci lalu mata langsung melihat tangan kanan mbak urip sedang mengosok2 itil kemaluannya dengan kaki kiri di tumpang ke bak mandi ,kelihatan mulut vaginanya mengaga dan satu tangan lagi memegang dadanya,dan ku taksir dadanya pasti ukuran 36 wah…besar sekali,dan saya gak tahan lalu saya langsung masuk kekamar mandi,kupeluk mbak urip dari belakang dia kaget hampir teriak,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;saya langsung mecium bibirnya,mbak urip sempat berontak dia berkata tuan….jangan tuan…dalam hatiku berkata perduli setan,terus saya tarik tangannya untuk pegang batang kemaluan saya yang sedari tadi tidak memakai sehelai benangpun ditubuh saya,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“tetap saja di berontak jangan tuan..nanti ketahuan nyonya bisa berabe,urip masih pengen kerja.urip gak mau sampe ketahuan nyonya lalu diusir,kasian saya tuan.lalu saya berkata gak apa2 gak ketahuan sama nyonya kalo gak dikasih tahu, tadikan tuan liat kamu ngintip ngaku gak,kalo gak biar saya kasih tahu sama nyonya,ayo pilih mau di kasih tahu atau turut aja,biar kamu juga berasa enak kaya nyonya,akhirnya dia diam pasrah tapi tangan nya tetap genggang batang saya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“saya sudah gak tahan melihat mulusnya body pembantuku,dan saya mulai mencium bibirnya dan tengkuknya sehingga bikin mbak urip kegelian terus turun kebuah dadanya yang berukuran super besar,lidahku menari2 diatas dua bukit sambil jilat dan isap,tidak lupa tanganku turun kebawah sambil meraba didepan lubang vaginanya,ternyata mbak urip didepan kemaluan ditumbuhi semak2 yang&lt;BR&gt;lebat,tanganku tetap gak lepas sambil menggosok lalu satu jariku menyentuh lubangnya ternyata sudah banjir dengan lendir2 pertanda sudah nafsu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“saya berkata mbak sudah napsu ya habis ngintip aku maen sama nyonya ya,dan dia berasa malu dan genggaman tangan dikemaluan saya makin kencang aja,lalu dia langsung jongkok dan menjilat batang kemaluanku sambil mengulum yang dalam sampai mencapai tenggorokan,dan apa yang saya rasakan bibirnya sampai pangkal kemaluanku membuat saya keenakan sambil mendesah agkh….mbak….enaaaakkkk…banget mbak .terus jangan berhenti.[ “kalo berhenti aku kasih tau nyonya hehehe kalo ketahuan bisa suaminya dipecat..pembaca jangan serius hanya bercanda”}&lt;/P&gt;&lt;P&gt;dengar desahanku mbak urip makin bernapsu aja menjilat dan menghisap membuat batang kemaluanku dan hampir membuat aku muncrat didalam tengorokanya( “perlu diketahui pembaca kalau batang kemaluan kita diisap sapai kepangkal kemaluan itu nikmatnya luar biasa,dan pembaca boleh mencoba dan merasakannya&lt;/P&gt;&lt;P&gt;ini adalah kenyataan yang pernah saya alami tetapi tidak semua wanita bisa melakukan” ) segera aku mencabut dari dalam mulutnya,untuk menunda muncratnya peju saya.lalu langsung saya angkat kaki sebelahnya ke bak mandi,kuturunkan kepalaku menghadap keliang vagina mbak urip,lidahku langsung menjilat bibir kemaluannya,sambil menghisap dan mejilat lidahku berputar disekitar kelentitnya,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;mbak urip mendesis keenakan sambil memejamkan matanya dan tangan menjambak2 rambutku sambil menekan.”kepala saya ditekan kekemaluannya hingga membuat saya untuk susah bernapas upppsss….saya gak bisa napas sewaktu mau mendapat udara yang adalah lendir kenikmatan mbak urip masuk kehidungku,mbak urip sekarang dibakar oleh napsu yang gak bisa bertahan,dia terus aja menekan kepala saya tampa perduli&lt;/P&gt;&lt;P&gt;apakah saya bisa bernapas,hingga saya mendorongnya,dia berkata tolong tuannnn jangan berhenti mbak hampir dapet , okhhhhh…….aduhhhhhhh…..keluar aku tuan…..akhhhhh……..akhir banjir lahar yang lobang vaginanya,banyak sekali hampir tersendak2 aku menelannya,dan saya gak mau berhenti sampe disitu aja,saya tetap menyedot dan kembali mbak urip berteriak lagi aduh tuannnn ….keluar lagi…urip…..sudah tuan….aammmpppunnn…..aduh…ngilu urip tuannnn…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“saat itu juga aku langsung menghujani senjataku ke lobang vaginanya dengan gaya doggie style,kuarah kan senjataku ke gerbang kenikmatan dan kubenam sedalam2nya kemudian kudiamkan dilobangnya,apa yang kurasakan adalah jepitan dan sedotan didalam lobang vagina mbak urip,setelah berikutnya kembali aku&lt;BR&gt;memaju mundur pantatku sembali jari tanganku menusuk dan menengorek2 lobang duburnya yang terpampang dihadapanku,mbak urip kembali napsu lagi,dan dia berkata tuannnn terus,,jangan berhenti,urip geli lagi,ssttt….okhhhh…….enak tuaannn….sambil mendesis, pinggul mbak urip memutar kaya ayakan,hingga membuat batang kemaluanku menancap lebih dalam lagi&lt;/P&gt;&lt;P&gt;pompa dan goyangan pinggul terus berlanjut desahan dari mbak urip tiada berhenti,aku tambah bersemangat ku goyang pantatku bagaikan piston mobil,kemudian saya berkata pada mbak urip,pelan2 suara nanti nyonya bangun,dia langsung diam sambil menikmati senjataku,tetapi untuk menahan suara dia menggigit bibir bawahnya,yang kurasakan goyangannya makin kecang akhirnya jebol kembali pertahan mbak urip orgasme datang kembali,mbak urip kembalik berdesah ohkkhhhh….aduhhhh…..tuan urip….nyampe lagi….tuan ohhh tuan…..enak banget punya tuan..akhirnya akupun mau nyampe juga dan aku mendesis sssstttt…….duh…. enakkkkk….lalu segera kucabut kuarahkan batang kemaluanku kemulutnya lalu kutekan sedalam2 hingga ketengorokannya,akhir batang kemaluanku berdenyut2&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“seluruh tubuhku kejang2 menahan tumpahan lahar kenikmatan, sambil memuntah lahar, kubenamkan lagisedalam2nya,dan mbak urip menerimanya sambil memeram matanya crooottt….crootttt….croottt….keluar sudah spermaku dan disedot dengan kencang lalu ditelan&lt;/P&gt;&lt;P&gt;sambil bersih,dan lidah nya menyapu bersih disekitar bibirnya.mmmmhmm tuan koq asin bergetil sih peju tuannnn lalu mbak urip istirahat,dan kembali mbak urip bercerita gara nyonya berteriak aduh2 mbak buru kekamar tuan maksud mbak mau nolong,eh…gak taunya tuan lagi enak2 sambil meram,jadi mbak liatin terus aja dan lama2 bikin mbak jadi kepengen setelah tuan selesai mbak langsung kekamar&lt;BR&gt;mandi,dan eh tiba2 tuan ada dibelakang mbak bikin kaget aja,soalnya mbak sudah lama gak ngerasa yang kaya gitu lagi,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;aku berkata kamu suka gak kalo tuan masukin punya tuan ke…sambil menunjuk ke lobang pantatnya,akh..tuan macem2 aja itu kan buat buang kotoran masak dimasukin,saya berkata mbak apa belom pernah dimasukin? belon lah tuann,lah wong kampung manasih pernah macem2 kaya orang kota,aku berkata yah ngak sekarang nanti besok malam lagi ya,mau gak..tiba mbak diam sebentar lalu berkata yah deh tuan, asal gak sakit ya,kalo sakit gak jadi.lantas saya menjawab kalo enak kamu minta terus hehehe,setelah itu saya segera kembali kekamar,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;baru saja saya mau melangkah batang kemaluan saya ditarik oleh mbak,sini tuan mbak mau cium sekali lagi yang bawah ini,lantas dicium dijilat sampe bersih dan mbak berkata sudah bersih tuan gak usah cuci lagi.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“pelan2 aku kembali masuk kamarku kulihat istri masih tidur nyenyak,dan aku berbaling disamping istriku dan mbak urip juga kembali kekamarnya,saya belom bisa memeram mataku selalu kebayang kejadian yang baru berlanjut tadi,dan kembali otak merencana permainan berikut dengan mbak urip&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“pada esok malam,setelah bolak balik badanku tiba2 istriku bangun lalu dia meraba bawahku lalu dia berkata papa gak pake celana udah tidur tuh punya papa,dan istriku kembali berkata mama ketiduran besok2 lagi ya pa..mama…capek banget dikerjain sama papa sih,ya udah gak apa ma…besok juga gak apa2 mama tidur aja.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“jam dinding menuju jam tiga pagi aku masih belom bisa memeramkan mataku,dan saya bangun kembali dalam keadaan tidak berpakaian menuju dapur mau inum,tiba2 seseorang memeluku dari belakang, saya kaget langsung menengok kebelakang ternya mbak urip lagi,saya berkata koq belom tidur,mbak urip menjawab gak bisa tidur mbak ngepikir terus yang tuan ngomong itu,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;apa yang aku ngomong menjawab pertanyaan mbak urip,sambil senyum2 dia kembali berkata itu tuh sambil tangan mbak urip menunjuk kearah pantatnya ,oh…aku mengerti maksudnya anal.ohhh jadi mbak pengen nyoba ya,iya tuann… te te..ta a a.pi…enak ya…tuaannn sambil senyum menundukkan kepalanya,lalu tanganku iseng meraba eh,,rupanya mbak ngak pake celana sama sekali dan bh….wah..ketaun nih mbak ini kepengen lagi,dalam hatiku berkata dasar pembantu janda ini pertama tadi pura2 berontak gak taunya nagih ama batang gwa lagi,dasar sekali kena enak aja elo nambah lagi,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;saya terus aja meraba,dari atas bukit turun sampe kebukit tembakau,dan akhirnya mbak urip menarik tanganku ke arah samping meja makan kami bermain di lantai dapur,lalu dia kembali mengisap dan mejilat batang kemaluanku dan kami lakukan posisi 69 saya menyibak bulu jembutnya dengan jari tangan sembali lidahku menjilat dibibir kemaluan dan lidahku berputar disekitar clitorisnya,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;mbak urip mengangkat2 pantatnya dan memberi kesempatan jariku untuk menusuk lobang pantatntya,wah peret banget gak bisa masuk,lalu saya beli ludah supaya memperlancar jari tanganku,tetapi masih aja peret lalu terpikir olehku,dan mbak tolong ambilin mentega diatas meja makan,dan mbak urip bertanya buat apa&lt;BR&gt;tuan,ada deh,ayo dong isep lagi koq kamu diam.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;kembali mbak urip menghisap mengulum maju mundur batang kemaluanku, sedangkan saya ambil mentega blue brand yang di atas meja lalu kuoles ke lobang analnya untuk memperlancar jari tanganku masuk ke dalam duburnya,setelah ku oles kumasukin jari terunjuku lalu jari tengahku dan tiba2 mbak urip menahan tanganku melepas kulumanya dan dia berkata aduhhh…tuaaaann…… pelan2 sakit,saya&lt;BR&gt;menjawab bentar lagi juga enak dan kembali mbak urip mengulum batang kemaluanku,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;sedangkan jariku keluar masuk licin dan lancar di lubang duburnya.tanganku tetap berkerja sembali mulutku menyedot itilnya mbak urip,setelah cukup lama mulut dan&lt;BR&gt;lidahku berkerja di sekitar mulut kemaluannya,kembali dibanjir lendir nafsu dari mbak urip dan dia mengerang …ssstttt aaagghh….ohh….duh..geli banget tuaaannnn….hampir nyampe tu..tuaannn…lalu saya stop menjilat dan kudorong pantanya,lalu saya berkata mbak mau masukin gak?ma…mauuuu,,,tuaannn,,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;lalu mbak urip mengangkangi saya di pegang batang kemaluanku lalu dituntun ke mulut vaginanya dan di tekan,terdengar bunyinya blesss…dan kembali mbak mendesah oh,,,,,setelah masuk dia lalu mengayak menaik turunkan pantatnya,aku tidak tinggal diam satu tanganku memegang pinggulnya satu lagi meremas buah dada yang besar dan kelihatan berayun2 buah dadanya,mbak urip kembali berkata tuannn…remesin…yang keceng tuaaannn…pantat bergoyang lebih cepat,dan merasakan pangkal pahaku penuh banjir air lendir mbak urip,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;karena mbak urip terlalu nafsu kembali mengerang…tuaaannn…..nyampe…..aghh…aagghhh …..oohhhh….. mbak&lt;BR&gt;keluar.. tuuaaannnn………duhhh..duhhh….enak banget….orgasme sudahlah mbak urip…&lt;/P&gt;&lt;P&gt;setelah mbak urip selesai orgasme saya belom apa2 ,batang kemaluan masih mengacung kaya tugu monas,lalu aku bangun dan berkata mbak kamu nungging dong,lalu mbak urip berkata ntar tuannn cape…lagi ngilu banget lobang mbak…, aku berkata tenang aja mbak tuuaann ngak masukin kelobang itu tapi lobang ini sembali jariku menoel lobang pantatnya,dan mbak berkata tuan mau masukin ya ke&lt;BR&gt;lobang pantat mbak,tapi2 pelan2 ya tuan takut sakit,aku berkata lah..kamu juga pengen nyobakan,,iiiyyaa,,,tuan mbak urip menjawab sambil senyum.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;batangku masih berlumuran lendir orgasme dari mbak urip,lalu aku menyuruh mbak urip menungging dan dia menurut sambil melebarkan kedua kakinya ,lalu kuambil mentega blue brand lalu ku oles yang banyak sekali ke lobang duburnya,sembali jari tanganku mengowek lebih lebar,setelah kelihatan agak terbuka lobang pantatnya lalu kuancang batang kemaluan yang masih berlumuran lendir dari mbak urip&lt;/P&gt;&lt;P&gt;lalu kutekan masuk pelan2 kelobang pantanya,satu lagi tanganku mengosok itil mbak urip,dia lalu mengerang aghh….pelan tuann enak,,,ngilu memek mbak…aduh beda ya tuan rasanya…mbak berasa penuh lobang pantat mbak,terus tuan masukin lebih dalam lagi dan aku mendengar komando dari mbak urip tampa menunggu lebih lama lagi ku tekan dan masuklah semua batangku lalu ku diam sebentar lalu ku maju mundur batangku,aku merasa batangku seperti sedang merasakan&lt;BR&gt;perawan lagi,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;aku berasa banget karena cengkraman pantat begitu kencang dan berasa dan lebih enak dari lobang kemaluan yang becek,aku memaju mundur pantatku lebih kenceng lagi,mbak makin kencang desahannya dan tangan ku tidak berhenti makin cepat mengosok itilnya,sudah 20 menit lebih batangku dilobang duburnya mbak urip,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;akhirnya kembali mbak mendesah lebih kencang tuan aduh….eeennnak…banget…cepet tuann…ampir nyampe lagi..lalu, aku mencabut dan kuarahkan batang kemaluanku kelobangnya lalu masuk blessss…dia kembali&lt;BR&gt;berteriak.. agghhh…. enak,,,,,okhh…..dan ku pompa lebih cepat lagi akhirnya mbak urip orgame dan di susul dengan berdenyut2 batang kemaluanku dan orgasmeku kembali..crooottt ….crooottt….crroottt…..kutumpahkan cairan peju kelobang memeknya,,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;dan aku mendesah…mmbbakkkkk…..tuan…dah..keluar…say a langsung rubuh kepunggung mbak urip,kupeluk dia dan badangnya penuh dengan keringatnya mmmhhh… bau badan mbak2…yang abis ditunggangi,aku lalu&lt;BR&gt;memejamkan mataku beristirahat sejenak dan merasakan kenikmatan tiada tara&lt;/P&gt;&lt;P&gt;“mbak juga memejamkan matanya sejenak,setelah itu mbak urip berkata urip dah lama ngak main sama lelaki/suami,sekarang urip sangat bahagia ada tuan yg bisa memuaskan mbak,mbak kepengen deh tuan tiap hari maen sama mbak,mbak seneng banget lalu aku berkata ya kalo ada kesempatan pasti tuan kasih&lt;BR&gt;lagi,dan pas aku mau beranjak bangun menuju kamar mandi untuk mencuci,tiba ditahan oleh mbak,dan dia berkata sini tuan biar mbak aja yang bersihin gak usah kekamar mandi,lalu mbak menurunkan mukanya ke pangkal pahaku menuju ke batang kemaluanku lalu di jilat sampai bersih dan kembali mbak urip berkata&lt;BR&gt;batang tuan sudah bersih tapi rasanya asin dan rasa mentega.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;aku kembali kekamarku, mbak urip juga kembali kekamarnya pas aku mau masuk kamar aku mendengar mbak siti sedang berjalan menuju kedapur untuk mencuci pakaian dan memasak karena waktu menunjukan jam empat pagi lebih,setelah beberapa ronde aku berhubungan istriku dan pembantuku mbak urip,aku baru&lt;BR&gt;bisa tidur pulas,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;esok pagi aku bangun kesiangan,itu juga dibanguni istri untuk berangkat kekantor,sarapan sudah tersedia oleh istriku dimeja aku sarapan dengan rahap setelah sarapan aku langsung mau berangkat kantor,sampe didepan pintu tiba2 mbak siti senyum2 aku jadi terheran2 ada apa koq tiba2 mbak siti biasanya diam bisa tersenyum&lt;/P&gt;Cerita memek mama banjir pejujilatin clitoris setengah bayamemek mbak sitilobang pantatitil nyonyaclitoris mengagaCerita seks merangkai nafsulendir nafsuMemek mamaku yg enak2Memek mbak keluar lendir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-2061014044700946950?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/2061014044700946950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/2061014044700946950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/03/merangkai-nafsu.html' title='Merangkai Nafsu'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-9184218180183341422</id><published>2011-02-09T11:46:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T11:46:10.946-08:00</updated><title type='text'>Toket Cewek SMA SMU SMP Mahasiswi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_DmK0WLxVTZs/TVLu5n7O9pI/AAAAAAAAAEA/4zaJCEVbORY/s1600/34140_133671780000184_133416386692390_200797_5844025_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_DmK0WLxVTZs/TVLu5n7O9pI/AAAAAAAAAEA/4zaJCEVbORY/s320/34140_133671780000184_133416386692390_200797_5844025_n.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_DmK0WLxVTZs/TVLu6vjly3I/AAAAAAAAAEE/m8VcmjSImP0/s1600/36458_133672923333403_133416386692390_200839_15881_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_DmK0WLxVTZs/TVLu6vjly3I/AAAAAAAAAEE/m8VcmjSImP0/s320/36458_133672923333403_133416386692390_200839_15881_n.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_DmK0WLxVTZs/TVLu7g0qI8I/AAAAAAAAAEI/-94Y--4luD8/s1600/36458_133672936666735_133416386692390_200843_4909320_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_DmK0WLxVTZs/TVLu7g0qI8I/AAAAAAAAAEI/-94Y--4luD8/s320/36458_133672936666735_133416386692390_200843_4909320_n.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DmK0WLxVTZs/TVLu8yEMHMI/AAAAAAAAAEM/uGK3ZxAU6cQ/s1600/37420_133672516666777_133416386692390_200823_4646352_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_DmK0WLxVTZs/TVLu8yEMHMI/AAAAAAAAAEM/uGK3ZxAU6cQ/s320/37420_133672516666777_133416386692390_200823_4646352_n.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Toket Anak SMU alias SMA di obral, mau jadi apa negara ini, apalagi si Mahasiswi yg udah pada jago ngentot, ML toket aja ga cukup harus memek atau meki. baru puas ........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-9184218180183341422?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/9184218180183341422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/9184218180183341422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2011/02/toket-cewek-sma-smu-smp-mahasiswi.html' title='Toket Cewek SMA SMU SMP Mahasiswi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DmK0WLxVTZs/TVLu5n7O9pI/AAAAAAAAAEA/4zaJCEVbORY/s72-c/34140_133671780000184_133416386692390_200797_5844025_n.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3507293092724102393.post-5488038760463813552</id><published>2009-05-24T07:00:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T07:03:26.522-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='smu telanjang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sma bugil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gadis bugil'/><title type='text'>Gadis SMP Bugil SMU telanjang Manis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img178.imageshack.us/img178/6149/63420smu24123506lorn2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 330px; height: 246px;" src="http://img178.imageshack.us/img178/6149/63420smu24123506lorn2.jpg" alt="SMA telanjang, smu bugil, gadis bugil" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gadis SMP Bugil SMU telanjang Manis sungguh judul yang menggemparkan bukan ? nah lo lo pade jangan pada maruk ya .... atu atu liat nya ... nih gw kasih gambar nya ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3507293092724102393-5488038760463813552?l=bugilsmpsma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/5488038760463813552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3507293092724102393/posts/default/5488038760463813552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bugilsmpsma.blogspot.com/2009/05/gadis-smp-bugil-smu-telanjang-manis.html' title='Gadis SMP Bugil SMU telanjang Manis'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150891781883258457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
